Di Lumajang, Kejurda Finswimming Jawa Timur pada 8–10 Mei tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali. Kejuaraan ini juga diposisikan sebagai ruang untuk mencari dan menyiapkan atlet daerah yang selama ini belum banyak mendapat sorotan.
POSSI Jawa Timur melihat Lumajang sebagai titik penting dalam upaya memperluas pembinaan olahraga air. Dengan membawa ratusan atlet, pelatih, dan official dari berbagai kabupaten dan kota, ajang ini dirancang agar talenta tidak hanya terkumpul di kota-kota besar.
Ketua Umum POSSI Jawa Timur, Mirza Muttaqien, menegaskan bahwa Kejurda Finswimming bukan hanya kompetisi biasa. Ia menyebutnya sebagai bagian dari perubahan arah pembinaan agar atlet bisa tumbuh dari lebih banyak daerah di Jawa Timur.
Dalam penyelenggaraan kali ini, nomor yang dipertandingkan mencakup surface, bifin, apnea, dan estafet. Para atlet juga akan turun di kategori usia junior hingga senior dengan menggunakan monofin dan bifin untuk menunjukkan kecepatan serta teknik mereka.
Format pertandingan itu membuat suasana kejuaraan tidak hanya kompetitif, tetapi juga menarik untuk disaksikan. Di sisi lain, keberagaman nomor dan kategori memberi ruang lebih luas bagi atlet untuk tampil sesuai level masing-masing.
Dampak untuk daerah tuan rumah
Kehadiran peserta dari banyak wilayah diperkirakan memberi efek langsung bagi Lumajang. Sektor penginapan, kuliner, dan transportasi berpeluang ikut bergerak selama kejuaraan berlangsung.
Selain itu, Kejurda juga membawa warna baru bagi masyarakat setempat karena bisa menjadi hiburan sekaligus wisata olahraga. Ajang ini membuat Lumajang tidak hanya menjadi lokasi pertandingan, tetapi juga pusat aktivitas daerah selama kejuaraan digelar.
Mirza menilai kejuaraan seperti ini membawa lebih dari sekadar prestasi olahraga. Ia menyoroti adanya pergerakan ekonomi, aktivitas daerah, dan semangat baru dalam pembinaan atlet.
Bagi Lumajang sendiri, kesempatan menjadi tuan rumah memberi ruang untuk menunjukkan kesiapan mengelola ajang olahraga air di tingkat provinsi. Posisi itu juga memperkuat peran daerah dalam peta pembinaan yang lebih merata di Jawa Timur.
Ruang bagi atlet muda
Bagi atlet muda, Kejurda Finswimming menjadi panggung untuk mengukur kemampuan di level yang lebih luas. Banyak di antara mereka berlatih di daerah dengan fasilitas terbatas, sehingga kejuaraan ini memberi kesempatan yang lebih setara untuk tampil.
Di level ini, pertandingan bukan hanya soal siapa yang lebih cepat menyentuh garis akhir. Ajang tersebut juga menjadi jembatan bagi atlet daerah untuk memperlihatkan kualitas di hadapan pembina dan peserta dari banyak wilayah.
Harapan besar ikut disematkan pada kejuaraan yang berlangsung di Lumajang ini. POSSI Jatim ingin mendorong lahirnya atlet potensial dari luar pusat-pusat pembinaan utama.
Karena itu, Lumajang dipandang sebagai tempat yang tepat untuk menyiapkan juara masa depan Jawa Timur. Dari ajang ini, jalur pembinaan diharapkan makin kuat dan talenta daerah mendapat panggung yang lebih luas.
Source: konijawatimur.co




