Pilihan kendaraan Presiden Prabowo Subianto saat tiba di Filipina untuk menghadiri KTT ke-48 ASEAN langsung menjadi sorotan. Di tengah armada BMW 760i Protection antipeluru yang disiapkan untuk para pemimpin ASEAN, Prabowo justru datang dengan Pindad Maung berwarna putih.
Momen itu membuat Maung tampil berbeda di antara kendaraan resmi lain yang umumnya identik dengan kemewahan dan perlindungan tingkat tinggi. Untuk penyelenggaraan KTT kali ini, BMW disebut menyiapkan 25 unit BMW 760i Protection bagi para petinggi negara ASEAN di Filipina.
Maung dibawa ke panggung diplomasi
Kehadiran Maung di Filipina menjadi perhatian karena ini pertama kalinya kendaraan tersebut dipakai dalam kunjungan luar negeri Presiden. Akun Instagram @sekretariat.kabinet menyebut kendaraan itu merupakan hasil pengembangan industri pertahanan nasional.
Penggunaan Maung di forum internasional tidak diposisikan sekadar sebagai pilihan mobilitas. Sekretariat Kabinet menyebut kendaraan itu membawa makna kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia.
Pesan tersebut terasa kuat karena Maung selama ini lebih dikenal sebagai kendaraan operasional di dalam negeri. Ketika hadir di ajang ASEAN, fungsi itu meluas menjadi representasi kemampuan industri pertahanan Indonesia di hadapan negara-negara kawasan.
Dipakai selama agenda di Filipina
Sekretariat Kabinet juga menyampaikan bahwa Presiden akan menggunakan kendaraan taktis ringan itu selama berada di Filipina. Artinya, Maung tidak hanya dipakai saat penjemputan, tetapi juga menjadi kendaraan resmi sepanjang rangkaian agenda di sana.
Di tengah forum yang menampilkan kendaraan antipeluru berkelas tinggi, kehadiran Maung menonjol karena membawa identitas yang berbeda. Indonesia tidak hanya hadir lewat kepemimpinan politik, tetapi juga lewat produk industrinya sendiri.
Langkah itu sekaligus menempatkan buatan dalam negeri dalam sorotan publik internasional. Pada momen seperti KTT ASEAN, simbol semacam ini punya bobot tersendiri karena dilihat langsung oleh para pemimpin negara dan publik kawasan.
Varian yang digunakan Presiden
Model yang dipakai Prabowo adalah MV3 Garuda Limousine, yaitu pengembangan terbaru dari seri MV3 buatan Pindad. Desain kendaraan ini dikembangkan langsung mengikuti arahan Presiden Prabowo.
Pendekatan tersebut disebut mencerminkan karakter bangsa, sehingga aspek desainnya tidak berhenti pada urusan teknis. Identitas nasional ikut ditanamkan dalam bentuk kendaraan yang dipakai kepala negara.
Secara ukuran, MV3 Garuda Limousine memiliki panjang 5,05 meter, lebar 2,06 meter, dan tinggi 1,87 meter. Bobotnya mencapai 2,95 ton, namun kendaraan ini tetap dirancang agar nyaman digunakan oleh Presiden.
Perlindungan dan kemampuan teknis
Dari sisi tenaga, MV3 Garuda Limousine dibekali mesin 199 dk dengan transmisi otomatis delapan percepatan. Kecepatan puncaknya diklaim mencapai 100 km/jam.
Fokus utamanya bukan pada kecepatan, melainkan pada keandalan dan perlindungan. Pindad menempatkan keamanan sebagai prioritas utama dalam pengembangan model ini.
Bodi kendaraan memakai composite armor yang disebut mampu menahan tembakan amunisi kaliber 7,62 x 51 mm NATO dan 5,56 x 45 mm M193. Kaca kendaraan menggunakan standar antipeluru level B5/B6.
Ban berukuran 21 inci juga memakai tipe Run Flat Tyre atau RFT. Teknologi ini memungkinkan mobil tetap melaju meski ban mengalami kebocoran, sehingga mendukung mobilitas dalam kondisi darurat.
Produksi Maung sendiri disebut telah menembus lebih dari 3.200 unit. Capaian itu menunjukkan kendaraan ini sudah melampaui status proyek terbatas dan telah dipakai dalam berbagai operasi serta kebutuhan di dalam negeri.
Source: oto.detik.com




