Mesin Pemenang Penghargaan Jadi Andalan BAIC X55 II, Banderolnya Mulai Rp 300 Jutaan

BAIC X55 II datang dengan modal yang sulit diabaikan di kelas SUV kompak, yakni tenaga besar dan harga yang masih berada di kisaran Rp 300 jutaan. Kombinasi itu membuat model ini langsung masuk radar pembeli yang mencari SUV ringkas, tetapi tetap ingin karakter performa yang kuat.

Daya tarik utamanya ada pada mesin 1.500 cc turbo yang diklaim mampu menghasilkan 175 dk dan torsi 300 Nm. BAIC juga menyebut akselerasi 0-100 kpj bisa ditempuh dalam 7 detik, angka yang membuat X55 II tampil cukup berani di segmen yang padat pesaing.

Mesin turbo jadi pusat perhatian

BAIC X55 II mengandalkan mesin MAGIC-CORE 4 silinder, DOHC, 16 katup, turbocharger. Unit ini dikembangkan melalui kerja sama BAIC Motor dengan META Engineering dari Jerman, perusahaan yang dikenal sebagai pemasok mesin dan teknologi tinggi untuk merek-merek otomotif ternama.

Bagi BAIC, mesin tersebut bukan sekadar pelengkap. Keluaran tenaga 175 dk dan torsi 300 Nm menunjukkan bahwa X55 II memang disiapkan untuk memberi karakter yang lebih kuat ketimbang sekadar SUV kompak biasa.

Tenaga itu disalurkan lewat transmisi 7-Percepatan Double Clutch atau 7-Speed DCT. Kombinasi mesin turbo dan transmisi DCT menjadi salah satu nilai jual paling menonjol dari model ini, terutama bagi konsumen yang memberi perhatian pada respons berkendara.

Sorotan pada sektor mesin semakin besar karena jantung pacu X55 II disebut meraih penghargaan China Heart Top 10 Motor. Pencapaian itu ikut mempertegas positioning model ini sebagai SUV yang bertumpu pada performa.

Ukuran bodi dibuat proporsional

Selain tenaga, BAIC X55 II juga dibekali dimensi yang masih masuk akal untuk penggunaan harian. Panjang mobil ini 4.620 mm, lebar 1.886 mm, tinggi 1.680 mm, dan jarak sumbu roda 2.735 mm.

Ukuran tersebut memberi gambaran bahwa X55 II tidak hanya mengejar performa di atas kertas, tetapi juga tetap menjaga proporsi sebagai SUV kompak. Format penggerak roda depan ikut menguatkan kesan bahwa mobil ini disiapkan untuk kebutuhan yang mengutamakan handling ringan dan respons yang sigap.

Karakter seperti ini biasanya dicari oleh pengguna perkotaan yang ingin mobil lincah, namun tetap punya tenaga cukup saat dibawa melaju ke luar kota. Dengan paket seperti itu, X55 II mencoba mengambil ruang di tengah kebutuhan konsumen yang semakin beragam.

Harga agresif dan rencana produksi lokal

Faktor harga menjadi bagian lain yang membuat X55 II menarik perhatian. Mobil ini diperkirakan dibanderol mulai Rp 300 jutaan, sehingga posisinya langsung berada di wilayah persaingan yang cukup ketat.

Dengan harga tersebut, BAIC membawa kombinasi yang cukup lengkap ke pasar, mulai dari mesin turbo, transmisi DCT, hingga klaim akselerasi yang menonjol. Strategi ini memperlihatkan bahwa X55 II tidak hanya disiapkan sebagai produk baru, tetapi juga sebagai model dengan pendekatan pasar yang agresif.

Saat ini BAIC X55 II masih didatangkan secara utuh atau CBU dari Tiongkok. Namun, ada arah bahwa model ini akan diputuskan untuk dirakit secara lokal pada masa mendatang.

Untuk kebutuhan itu, dua fasilitas perakitan sudah disiapkan, yakni Gaya Motor dan HIM atau Handal Indonesia Motor. Kehadiran rencana tersebut penting bagi strategi jangka panjang BAIC di Indonesia.

Sudah tampil di GIIAS

Di Indonesia, BAIC X55 II sebelumnya sudah diperkenalkan lewat panggung GIIAS. Ajang itu menjadi debut pertama model ini di pasar Tanah Air.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa BAIC tidak sekadar membawa produk baru, tetapi juga langsung memberi eksposur besar kepada publik otomotif. Dengan mesin 1.500 cc turbo, tenaga 175 dk, torsi 300 Nm, transmisi 7-Speed DCT, dan harga yang diperkirakan mulai Rp 300 jutaan, X55 II hadir dengan paket yang siap menantang rival di kelas SUV kompak.

Source: kabaroto.com

Baca Juga

Back to top button