Mitsubishi sedang menyiapkan langkah besar lewat kebangkitan nama Pajero, dan yang paling menarik, model ini tidak hanya diproyeksikan sebagai SUV flagship baru. Di Australia, Pajero generasi berikutnya bahkan dilaporkan akan mengambil alih posisi Pajero Sport, sehingga arah strateginya terlihat jauh lebih premium dibanding sebelumnya.
Perubahan itu menandai reposisi penting bagi Mitsubishi di segmen SUV ladder frame. Nama Pajero yang sempat berhenti diproduksi beberapa tahun lalu kini disiapkan kembali untuk tampil sebagai model unggulan dengan karakter yang lebih kuat dan lebih mewah.
Tetap mengandalkan sasis tangga
Di tengah banyak pabrikan yang beralih ke platform monokok demi kenyamanan, Mitsubishi justru mempertahankan konstruksi body-on-frame. Pajero terbaru disebut akan memakai sasis tangga yang kokoh, serupa dasar yang digunakan Pajero Sport dan Triton.
Pilihan ini menunjukkan bahwa Mitsubishi masih ingin menjaga identitas utama Pajero. Fokusnya tetap pada durabilitas struktur, kemampuan membawa beban berat, dan ketangguhan saat melintasi medan off-road ekstrem.
Kabinnya ditargetkan lebih lapang dan mewah
Penggunaan platform ladder frame baru juga membuka ruang untuk perubahan karakter mobil. Pajero anyar diproyeksikan hadir dengan kabin yang lebih lega, material interior yang lebih mewah, serta teknologi penggerak empat roda pintar khas Mitsubishi.
Dari sisi tampilan, teaser awal yang sudah dirilis Mitsubishi belum memperlihatkan bentuk utuh mobil. Namun, bagian depan yang terlihat sudah menampilkan pencahayaan lampu utama LED dan bahasa desain modern terbaru pabrikan.
Arah desain mengarah ke keluarga model baru Mitsubishi
Secara visual, Pajero anyar disebut memiliki kemiripan dengan Destinator, hanya saja ukurannya jauh lebih besar. Bahasa desain itu juga sejalan dengan wajah Xforce dan Destinator yang sebelumnya sudah lebih dulu hadir di Indonesia.
Pendekatan desain ini memperkuat kesan bahwa Pajero baru bukan sekadar penerus nama lama. Mitsubishi tampaknya ingin menempatkannya sebagai SUV besar yang tetap membawa identitas keluarga desain terbaru mereka.
Mesin diesel masih jadi sorotan
Sektor mesin ikut menjadi perhatian utama. Pajero terbaru disinyalir akan memakai mesin diesel 2.4-liter turbo berkode 4N16 milik All-New Triton, dan ada pula penyebutan konfigurasi twin-turbo.
Jika skema tersebut benar, lompatan teknisnya akan terasa besar bagi pengguna Pajero Sport. Di saat yang sama, ada peluang integrasi sistem hybrid agar model ini lebih siap menghadapi regulasi emisi global yang semakin ketat.
Australia jadi pasar penting
Australia disebut sebagai pasar penentu untuk model ini. Karakter konsumen di sana memang dekat dengan SUV berbodi kekar, kabin lapang, dan kemampuan towing yang kuat.
Segmen itu juga selama ini dipenuhi persaingan ketat di kelas SUV ladder frame. Karena itu, penempatan Pajero baru di Australia dibaca sebagai upaya Mitsubishi untuk tampil lebih agresif di ceruk pasar yang punya daya tarik tinggi.
Bagian dari rencana produk jangka panjang
Peluncuran Pajero generasi baru bukan program yang berdiri sendiri. Model ini masuk dalam peta jalan Mitsubishi yang menargetkan 13 model kendaraan baru secara bertahap hingga 2032.
Dari total tersebut, lima model akan mengusung teknologi hybrid dan lima model lainnya bergerak penuh dengan tenaga listrik murni atau EV. Komposisi ini memperlihatkan strategi yang seimbang antara elektrifikasi dan kebutuhan pasar yang masih beragam.
Ragam model baru itu nantinya mencakup kendaraan niaga, kei car Jepang, minivan, SUV tangguh, hingga pikap kabin ganda. Di sisi lain, belum terlihat indikasi pengembangan mobil sport baru karena fokus investasi tampaknya diarahkan ke model massal yang lebih relevan dengan percepatan elektrifikasi.
Mitsubishi sendiri melalui siaran pers resminya memposisikan All-New Pajero sebagai model flagship yang membawa jiwa petualang sejati merek berlambang tiga berlian. Nama besar yang sempat absen itu kini dipersiapkan kembali untuk mengisi peran penting dalam portofolio SUV Mitsubishi.
Source: carvaganza.com




