Di tengah persaingan MPV premium, Maextro V800 langsung menarik perhatian karena tidak hanya mengandalkan ukuran besar, tetapi juga membawa teknologi Huawei dan skema elektrifikasi yang tidak biasa. Model ini diposisikan sebagai MPV ultra-mewah yang siap menantang nama besar di kelas atas, termasuk Rolls-Royce dan Mercedes-Maybach.
Kehadirannya juga menegaskan peran aliansi Harmony Intelligent Mobility Alliance, yang mempertemukan Huawei Technologies dan JAC Motors. Dari awal, identitas Maextro V800 memang dibangun untuk tampil sebagai kendaraan premium dengan fokus kuat pada teknologi dan kemewahan.
Dimensi jumbo yang mendekati karakter limousine
Secara fisik, Maextro V800 hadir dengan ukuran yang sangat besar. Panjangnya mencapai 5.495 mm, lebar 2.006 mm, tinggi 1.850 mm, dan wheelbase 3.430 mm.
Proporsi itu membuatnya lebih panjang daripada banyak MPV premium lain yang beredar saat ini. Dengan bodi sebesar itu, kabin Maextro V800 diperkirakan menawarkan ruang yang sangat lega, terutama untuk penumpang baris kedua dan ketiga.
Bobot kosongnya juga tidak ringan, yakni 3.190 kg. Angka ini memberi gambaran bahwa mobil tersebut membawa material premium sekaligus paket baterai berukuran besar.
Bukan EV murni, melainkan EREV
Maextro V800 tidak memakai sistem listrik baterai penuh. Mobil ini justru mengusung skema Extended Range Electric Vehicle atau EREV.
Penggeraknya mengandalkan dua motor listrik dengan tenaga gabungan 523 hp. Motor depan menghasilkan 160 kW, sedangkan motor belakang menyumbang 230 kW.
Di balik sistem itu, terdapat mesin 1.5-liter turbo bertenaga 127 kW yang tidak tersambung langsung ke roda. Mesin bensin tersebut berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang baterai saat dayanya menipis.
Skema ini memberi karakter akselerasi khas mobil listrik, tetapi tetap menjaga fleksibilitas jarak tempuh yang lebih jauh. Karena itu, Maextro V800 diarahkan agar tetap nyaman dipakai tanpa terlalu sering bergantung pada stasiun pengisian daya.
Baterai CATL dan jarak tempuh listrik 280 km
Untuk suplai energi, Maextro V800 memakai baterai dari CATL dengan estimasi kapasitas sekitar 65 kWh. Dalam kondisi penuh, mobil ini diklaim mampu melaju hingga 280 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan standar CLTC.
Saat daya baterai mulai menurun, mesin generator bensin akan aktif otomatis. Pola tersebut membuat mobil ini lebih cocok untuk penggunaan jarak jauh tanpa mengorbankan keheningan dan respons khas kendaraan listrik saat berkendara harian.
Kabinnya diarahkan ke kelas ultra premium
Detail interior belum dibuka sepenuhnya, tetapi arah pengembangannya sudah terlihat. Banyak pihak memperkirakan kabinnya akan membawa nuansa ultra premium, mengikuti jejak sedan flagship Maextro S800.
Sejumlah fitur yang diperkirakan hadir mencakup captain seat premium, material kulit berkualitas tinggi, layar hiburan besar, teknologi autonomous driving Huawei, dan konektivitas ekosistem pintar. Huawei sendiri dikenal punya kekuatan besar di sisi digital kendaraan, termasuk sistem infotainment modern dan fitur bantuan berkendara semi otonom.
Harga dan posisi pasar yang sangat tinggi
Maextro V800 juga masuk ke wilayah harga yang tidak murah. Model ini diperkirakan dijual sekitar 1 juta yuan, atau setara Rp2,3 miliar hingga Rp2,6 miliar.
Banderol tersebut menempatkannya sebagai salah satu mobil buatan Tiongkok termahal saat ini. Dengan kombinasi teknologi elektrifikasi, dimensi besar, dan branding eksklusif, Maextro V800 memang diarahkan ke segmen ultra-luxury.
Mobil ini baru mengajukan lisensi penjualan di Tiongkok pada Mei 2026. Selain versi EREV, Maextro juga dikabarkan menyiapkan varian Battery Electric Vehicle atau BEV untuk masa depan, sehingga konsumen berpotensi punya pilihan antara model hybrid jarak jauh dan versi listrik murni sesuai kebutuhan.





