MSI mencoba membuka jalur baru di pasar handheld gaming lewat Claw 8 EX AI+, dan taruhannya langsung besar sejak awal. Perangkat ini membawa Intel Arc G3 Extreme, sesuatu yang membuat posisinya berbeda di tengah dominasi handheld berbasis AMD.
Langkah itu juga membuat Claw 8 EX AI+ ikut masuk ke persaingan yang semakin padat. MSI bahkan menyebutnya sebagai handheld pertama di dunia yang memakai chip Intel Arc G3 Extreme, meski klaim tersebut perlu dilihat hati-hati karena Acer Predator Atlas 8 dan OneXPlayer 3 lebih dulu tampil dengan dukungan Arc G3.
Fokus utama ada pada Intel Arc G3 Extreme
Keberanian MSI memilih Arc G3 Extreme menunjukkan arah yang tidak biasa untuk sebuah PC handheld. Selama ini, banyak perangkat di kelas ini bertumpu pada platform AMD, sehingga kehadiran chip Intel menjadi pembeda yang cukup mencolok.
Chip tersebut dirancang khusus untuk PC handheld dan memakai susunan inti GPU Xe3. MSI tampaknya berharap kombinasi performa grafis dan efisiensi dayanya bisa memberi nilai tambah yang sulit ditawarkan pesaing di kelas yang sama.
Efisiensi daya menjadi sorotan penting karena baterai masih menjadi salah satu titik lemah terbesar pada handheld gaming. Saat game berat dijalankan, daya tahan perangkat portabel kerap menjadi pembatas utama pengalaman bermain.
MSI belum membuka angka resmi untuk ketahanan baterai Claw 8 EX AI+. Meski begitu, perusahaan memberi sinyal bahwa daya tahannya seharusnya lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Layar besar dan desain yang lebih nyaman digenggam
Di luar urusan chipset, MSI membekali perangkat ini dengan layar 8 inci beresolusi 1920 x 1200 piksel. Panel tersebut juga mendukung refresh rate hingga 120Hz untuk tampilan yang lebih mulus saat bermain.
Ukuran layar yang lebih besar memberi ruang visual yang lebih lega dibanding handheld dengan panel yang lebih kecil. Resolusi 1920 x 1200 juga dinilai pas untuk perangkat gaming portabel karena tetap menjaga detail gambar sekaligus membuat navigasi antarmuka Windows terasa nyaman.
MSI juga memperbarui sisi ergonomi agar perangkat lebih enak dipakai dalam sesi panjang. Desain grip baru disebut memberi pegangan yang lebih baik saat bermain.
Kontrol dan haptic ikut diperbarui
Bagian kontrol mendapat perhatian melalui penggunaan Hall-Effect triggers. Teknologi ini kerap dianggap lebih tahan lama karena mengurangi risiko keausan yang biasa muncul pada mekanisme tradisional.
MSI turut menambahkan motor linear baru untuk haptic feedback. Komponen ini diklaim mampu menghasilkan getaran yang lebih cepat dan lebih baik, sehingga respons saat bermain diharapkan terasa lebih presisi.
Masuk ke kelas premium dengan memori besar
Untuk urusan memori, Claw 8 EX AI+ mendukung hingga 32GB LPDDR5x dual-channel. Kapasitas ini memberi ruang lebih longgar untuk game modern dan multitasking di lingkungan Windows.
Penyimpanannya memakai satu SSD NVMe M.2. Kombinasi itu menegaskan posisi perangkat ini sebagai handheld premium yang menonjolkan kecepatan akses data dan waktu muat yang singkat.
Pilihan warna yang terlihat sejauh ini hanya Void Purple. Warna tersebut memberi identitas visual yang berbeda di pasar handheld yang umumnya lebih aman dengan warna netral.
Harga dan waktu rilis masih belum dibuka
MSI belum mengumumkan harga resmi maupun tanggal rilis Claw 8 EX AI+. Dua hal itu akan sangat menentukan seberapa kuat perangkat ini bersaing di segmen premium yang semakin ramai.
Sebagai pembanding, Claw 8 AI Plus generasi sebelumnya sempat dijual di harga $1,000 saat rilis. Karena itu, ekspektasi terhadap Claw 8 EX AI+ ikut naik, dengan perkiraan harga di kisaran $1,500 hingga bocoran yang menyebut angka sekitar $1,900.
Pada akhirnya, perhatian besar terhadap perangkat ini bukan hanya soal chip baru, tetapi juga soal apakah MSI mampu meyakinkan pembeli tentang nilai yang ditawarkan. Jika Arc G3 Extreme benar-benar memberi performa, efisiensi, dan pengalaman pakai yang matang, Claw 8 EX AI+ berpeluang menjadi salah satu handheld yang paling banyak diperbincangkan saat perangkat generasi baru mulai hadir.
Source: www.xda-developers.com




