Norton Manx R Hadir Dengan Aura Futuristis, Mesin V4 1.200 cc Dibuka Lebih Murah Dari Rivalnya

Harga pembuka Norton Manx R langsung mencuri perhatian di tengah pasar superbike yang biasanya diisi model Jepang dan Eropa dengan banderol lebih tinggi. Motor asal Inggris ini ditawarkan mulai 20.250 Pound sterling atau sekitar Rp 481,4 jutaan, sehingga posisinya terasa lebih ramah untuk kelas premium yang dibidiknya.

Tarikan utamanya bukan hanya soal harga. Norton membangun Manx R sebagai superbike eksklusif dengan fokus pada stabilitas, kemewahan, dan tampilan futuristis, bukan semata mengejar status motor paling agresif di lintasan.

Desain yang sengaja dibuat berbeda

Secara visual, Manx R tampil sangat bersih dan tegas. Lekuk bodinya rapi, visor depan memakai warna smoke, dan ada detail bendera Inggris di bagian samping yang memperkuat identitasnya.

Kesan futuristisnya begitu kuat sampai motor ini sekilas bisa disangka motor listrik. Proporsi bodinya yang elegan ikut menegaskan bahwa Norton ingin memberi aura premium, bukan sekadar tampilan garang seperti superbike pada umumnya.

Mesin besar untuk kecepatan tinggi

Di balik tampilan unik itu, Norton membekali Manx R dengan mesin 4 silinder V4 72 derajat berkapasitas 1.200 cc. Mesin ini memakai katup titanium dan kompresi 14:1, dengan tenaga klaim mencapai 206 hp pada 11.500 rpm.

Torsi maksimumnya tercatat 130 Nm pada putaran yang sama, sementara transmisinya manual 6-percepatan. Karakter ini membuat Manx R lebih cocok dipakai untuk pengendaraan cepat di jalan luas ketimbang berburu catatan putaran tercepat seperti Ducati Panigale V4, BMW S1000RR, atau Honda CBR1000RR-R.

Sasis dan suspensi yang sama seriusnya

Norton menggunakan rangka die-cast aluminium untuk menopang motor ini. Di bagian belakang, ada swingarm single-sided braced aluminium yang ikut memberi kesan mewah sekaligus eksklusif.

Sektor suspensi juga tidak dibuat sederhana. Bagian depan memakai garpu upside-down 45 mm Marzocchi, sedangkan belakang menggunakan monoshock RSU Marzocchi, dan keduanya bersifat semi-active serta bisa disetel secara elektronik.

Bobotnya tidak ringan, tetapi memang bukan itu tujuannya

Manx R tercatat berbobot 221 kilogram. Angka itu disebut sekitar 17 sampai 23 kg lebih berat dibanding superbike lainnya, sehingga jelas motor ini tidak mengejar status sebagai yang paling ringan di kelasnya.

Sebaliknya, bobot tersebut sejalan dengan pendekatan Norton yang menempatkan kenyamanan, stabilitas, dan karakter premium sebagai prioritas utama. Itu juga membuat arah pengembangan Manx R terasa berbeda dari superbike yang sepenuhnya fokus pada performa ekstrem.

Rem, roda, dan komponen premium

Untuk pengereman, Norton memasang cakram semi-floating ganda 320 mm di depan dengan kaliper Brembo Hypure 4-piston. Di belakang, tersedia cakram 245 mm dengan kaliper 2-piston.

Sektor knalpot mengandalkan Akrapovic berbahan titanium yang lebih ringan, sementara tipe Signature ke atas memakai velg Rotobox Bullet Pro full karbon ukuran 17 inci. Velg tersebut dibalut ban Pirelli Diablo Supercorsa SP-V4 ukuran 120/70 di depan dan 200/55 di belakang.

Fitur modern dan lini varian yang lebih mahal

Manx R juga dibekali lampu full LED, panel instrumen layar sentuh TFT, throttle ride-by-wire, dan steering damper yang bisa disetel. Kelengkapan ini membuat motor tetap terasa modern meski membawa identitas desain yang sangat khas.

Di atas versi awal, Norton menyiapkan varian yang lebih premium. Tipe Apex dibanderol 24.750 Pound sterling atau sekitar Rp 588,4 jutaan, tipe Signature dijual 38.750 Pound sterling atau sekitar Rp 921,3 jutaan, sedangkan tipe First Edition mendapat sentuhan tangan serta penggunaan part karbon dan titanium.

Dengan kombinasi desain futuristis, mesin V4 besar, dan harga awal yang relatif lebih rendah dari beberapa rival Jepang-Eropa, Norton Manx R muncul sebagai opsi unik di segmen superbike premium. Motor ini mengandalkan karakter berbeda yang menonjolkan kemewahan, teknologi, dan keunikan visual.

Source: ridertua.com

Baca Juga

Back to top button