Notifikasi YouTube Lebih Selektif, Kanal Yang Lama Tak Ditonton Kini Dibisukan

YouTube kini mengambil langkah yang lebih selektif dalam mengirim notifikasi ke ponsel pengguna. Kanal yang sudah lama tidak ditonton akan mulai dibungkam agar layar kunci tidak terus dipenuhi pemberitahuan yang terasa mengganggu.

Kebijakan ini menyasar notifikasi yang dinilai mirip spam, terutama dari kanal yang jarang memicu interaksi. YouTube tampaknya ingin mengurangi kejenuhan notifikasi yang selama ini membuat sebagian pengguna memilih mematikan pemberitahuan aplikasi secara keseluruhan.

Perubahan ini bekerja di tingkat akun dan mulai berlaku untuk notifikasi dari kanal atau kreator yang tidak ditonton dalam satu bulan terakhir. Jika dalam 30 hari terakhir pengguna tidak klik, tidak menonton, dan tidak berinteraksi dengan notifikasi dari kanal tersebut, sistem akan memasukkannya ke daftar senyap.

Menariknya, aturan ini tetap berlaku meski kanal sebelumnya sudah diberi izin penuh lewat pengaturan lonceng “Semua”. Artinya, izin notifikasi tidak otomatis membuat semua kanal kebal dari penyaringan baru yang diterapkan YouTube.

Dampak paling terasa ada pada perangkat seluler. Push notification dari kanal yang disenyapkan tidak lagi muncul di layar kunci atau bilah status, sehingga perhatian pengguna tidak terus-menerus terpecah oleh pemberitahuan yang kurang relevan.

Meski begitu, informasi dari kanal tersebut tidak hilang sepenuhnya. Notifikasi masih tersimpan di dalam aplikasi YouTube dan tetap bisa dilihat dengan membuka aplikasi lalu mengetuk ikon lonceng di pojok kanan atas.

YouTube tampaknya memilih jalan tengah lewat pendekatan ini. Platform ingin menjaga agar akses ke notifikasi tetap ada, tetapi tanpa membuat layar ponsel dipenuhi gangguan yang akhirnya mendorong pengguna mematikan fitur notifikasi sepenuhnya.

Bagi YouTube, persoalan ini bukan sekadar soal kenyamanan pengguna. Saat notifikasi terlalu banyak dan tidak relevan, dampaknya bisa merembet ke traffic, pendapatan iklan, dan juga jalur utama kreator untuk memberi kabar tentang video terbaru.

Ada pula pengecualian penting dalam kebijakan baru tersebut. Kanal dengan jadwal unggahan tidak rutin atau sangat jarang tidak akan terdampak oleh aturan 30 hari itu.

Pengecualian ini relevan bagi kreator yang membuat video esai, dokumenter mendalam, atau animasi dengan proses produksi panjang. Kanal seperti itu bisa saja hanya mengunggah sebulan sekali, tetapi tetap dianggap layak menerima notifikasi penuh ketika karya baru mereka tayang.

Dengan demikian, sistem baru ini tidak hanya menghitung frekuensi aktivitas jangka pendek. YouTube tampak ingin membedakan kanal yang benar-benar sepi dari kanal yang memang butuh waktu lama untuk menghasilkan konten.

Meski arah kebijakannya sudah jelas, masih ada detail yang belum dibuka sepenuhnya. Salah satu hal yang belum dipastikan adalah apakah push notification akan otomatis aktif kembali jika pengguna kembali menonton kanal tersebut lewat Beranda atau pencarian.

Yang jelas, YouTube kini semakin ketat mengatur notifikasi yang masuk ke perangkat pengguna. Fokusnya adalah mengurangi gangguan di layar kunci tanpa memutus hubungan antara kreator dan penonton.

Source: id.mashable.com

Baca Juga

Back to top button