Pancasila Ditegaskan Bukan Sekadar Seremoni, Padang Panjang Soroti Persatuan dan Keadilan Sosial

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Balai Kota Padang Panjang menegaskan satu hal penting: nilai dasar bangsa itu masih dipandang sebagai pegangan utama untuk merawat persatuan di tengah masyarakat yang beragam. Pemerintah Kota Padang Panjang menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk kembali meneguhkan semangat kebangsaan, gotong royong, dan kebersamaan.

Upacara digelar dengan melibatkan unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Wita Desi Susanti, Ketua GOW Sri Hidayani Allex, Ketua DWP Trinanda, para asisten, staf ahli, kepala OPD, ASN, dan peserta lainnya. Kehadiran beragam unsur pemerintahan dan organisasi perempuan itu menunjukkan bahwa pesan kebangsaan ingin disampaikan secara luas di lingkungan daerah.

Pancasila sebagai arah bersama

Wakil Wali Kota Allex Saputra memimpin upacara sekaligus membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Dalam pidato itu, Pancasila ditegaskan sebagai kekuatan yang menjaga persatuan Indonesia sekaligus menjadi penuntun di tengah situasi dunia yang tidak pasti.

Pesan yang dibawa juga menempatkan Indonesia sebagai contoh bagaimana keberagaman dapat dirangkum dalam satu ikatan kebangsaan. Ribuan pulau dan ratusan etnik disebut mampu hidup dalam satu kesatuan karena ada nilai dasar yang dijaga bersama.

Pembangunan diminta tidak berhenti pada angka

Amanat BPIP tidak hanya berbicara soal persatuan, tetapi juga soal arah pembangunan. Cita-cita Indonesia maju disebut tidak cukup ditopang oleh pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi semata.

Penguatan moral, karakter, dan nilai kemanusiaan dalam Pancasila harus berjalan seiring dengan pembangunan fisik dan digital. Bagi pemerintah daerah, pesan ini menjadi pengingat bahwa kebijakan publik berhadapan langsung dengan kebutuhan warga setiap hari.

Karena itu, pembangunan diminta tidak sekadar mengejar capaian. Manfaatnya harus terasa adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Keadilan sosial dan perlindungan warga

Di titik ini, keadilan sosial muncul sebagai ukuran penting dalam penyusunan kebijakan daerah. Perlindungan terhadap kelompok rentan juga disebut perlu diperhatikan agar tidak ada warga yang tertinggal dari proses pembangunan.

Seluruh warga diingatkan harus memperoleh kesempatan yang sama. Kebijakan publik, dengan demikian, dituntut benar-benar memberi rasa adil, menjamin hak masyarakat, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa diabaikan.

Penekanan itu memperlihatkan bahwa semangat Pancasila tidak berhenti pada urusan persatuan. Pancasila juga menuntut pemerintahan yang menjaga keseimbangan antara kemajuan dan perlindungan sosial.

Ajakan menjaga toleransi

Peringatan di Balai Kota Padang Panjang juga membawa pesan tegas tentang toleransi dan persaudaraan. Seluruh elemen bangsa diajak melawan intoleransi dan radikalisme yang dapat mengganggu persatuan nasional.

Pesan tersebut menegaskan bahwa semangat kebangsaan harus tampak dalam sikap sehari-hari, bukan hanya dalam seremoni. Di tengah masyarakat yang beragam, Pancasila ditempatkan sebagai rujukan untuk menjaga ruang hidup bersama tetap aman dan harmonis.

Melalui peringatan ini, Pemerintah Kota Padang Panjang menempatkan Pancasila sebagai dasar untuk merawat persatuan sekaligus memperkuat gotong royong. Pada saat yang sama, arah pembangunan ditegaskan harus tetap berpihak pada keadilan sosial dan penghormatan terhadap keberagaman.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button