Di tengah dunia yang kian dipenuhi ketidakpastian, Pancasila kembali ditempatkan sebagai penopang utama persatuan Indonesia. Penegasan itu datang dari Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, yang melihat nilai-nilai Pancasila tetap relevan untuk menjaga keutuhan bangsa.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Provinsi Jawa Barat menjadi ruang untuk menegaskan kembali posisi tersebut. Kegiatan itu digelar di Lapangan Wirotama Pusat Kesenian Infanteri, Jalan Supratman, Kota Bandung, dan menghadirkan pesan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan juga pedoman saat tekanan zaman semakin kompleks.
Pancasila di tengah arus global yang tidak menentu
Rudi menilai tema peringatan tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, mencerminkan peran Pancasila yang bekerja di dua ranah sekaligus. Di dalam negeri, nilai-nilainya menjaga persatuan, sedangkan pada tataran lebih luas, Pancasila disebut ikut memberi sumbangan pada perdamaian dunia.
Ia menggambarkan Pancasila sebagai bintang penuntun yang telah terbukti mampu melewati berbagai ujian. Dalam pandangannya, Indonesia tetap bisa berdiri kokoh sebagai contoh keberagaman yang dapat dirawat bersama, meski dunia tengah menghadapi ancaman fragmentasi.
Jangkar moral saat disrupsi meningkat
Selain sebagai perekat bangsa, Pancasila juga diposisikan sebagai jangkar moral. Pandangan itu menjadi semakin penting ketika Indonesia dihadapkan pada disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik global yang terus bergerak cepat.
Dengan berpegang pada nilai-nilai Pancasila, stabilitas nasional diyakini dapat tetap terjaga. Pada saat yang sama, persatuan di tengah masyarakat majemuk juga disebut akan semakin kuat jika nilai-nilai tersebut benar-benar dijalankan.
Ajakan agar nilai Pancasila hidup dalam keseharian
Rudi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat kebangsaan tidak cukup berhenti pada seremoni peringatan, tetapi harus tampak dalam sikap dan tindakan warga.
Pengamalan nilai Pancasila dinilai penting agar kekuatan bangsa tetap terpelihara menuju masa depan. Dengan begitu, Pancasila tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi pedoman nyata dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
Keterangan terkait peringatan ini disampaikan oleh Bid Humas Polda Jabar. Acara berlangsung pada Senin, 1 Juni 2026, dan menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa Pancasila masih dipandang relevan sebagai dasar yang menyatukan di tengah tekanan zaman.
Source: reformasiaktual.com




