Purworejo Satukan Pariwisata, Pendidikan, dan Infrastruktur, Target 2027 Mengarah ke Ekonomi Hijau

Purworejo mulai menata arah pembangunan 2027 dengan menempatkan infrastruktur berbasis lingkungan sebagai penggerak ekonomi daerah. Pilihan ini memperlihatkan bahwa pemerintah daerah tidak ingin mengejar pertumbuhan secara terpisah dari agenda keberlanjutan.

Arah tersebut juga disusun agar selaras dengan perencanaan strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dengan begitu, program yang disiapkan Purworejo tidak berjalan sendiri, melainkan masuk ke dalam kerangka pembangunan yang lebih luas di tingkat provinsi dan nasional.

Pariwisata jadi salah satu pintu utama

Di tengah penyusunan arah itu, Purworejo membawa usulan yang menonjol pada penguatan koridor pariwisata dan konektivitas antarwilayah. Pemerintah kabupaten menilai akses yang lebih baik akan membantu menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan wisata.

Salah satu usulan yang diajukan adalah pembangunan jalan pariwisata menuju Pantai Roro Inten sepanjang 2,5 km dan jalan pariwisata menuju Pantai Ketawang sepanjang 2 km. Penguatan akses ke Pantai Ketawang juga dikaitkan dengan kebutuhan mendukung festival tahunan layang-layang skala internasional.

Ekonomi lokal dan syariah ikut masuk agenda

Selain pariwisata, Purworejo juga menempatkan penguatan ekonomi lokal dan ekonomi syariah sebagai bagian dari usulan prioritas pembangunan 2027. Arah ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak dipusatkan hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada sektor yang bisa menopang perputaran ekonomi masyarakat.

Pendekatan tersebut menyatu dengan tema pembangunan yang diusung Purworejo, yakni “Penguatan Infrastruktur Berbasis Lingkungan sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Daerah”. Tema ini menegaskan bahwa infrastruktur diposisikan sebagai fondasi, bukan sekadar pelengkap program daerah.

Pendidikan dipakai untuk menjawab persoalan sosial

Di luar sektor ekonomi dan wisata, Pemkab Purworejo juga mengusulkan pembangunan SMA di Kecamatan Bruno. Untuk kebutuhan itu, lahan sekitar 4 hektar sudah disiapkan oleh pemerintah daerah.

Usulan tersebut diarahkan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap pendidikan lanjutan. Pemerintah daerah juga melihat langkah ini sebagai cara untuk menekan angka anak putus sekolah sekaligus mengurangi kemiskinan ekstrem di wilayah yang padat penduduk itu.

Pembangunan dibuat saling terhubung

Rangkaian usulan yang dibawa Purworejo memperlihatkan bahwa pembangunan 2027 disusun dalam satu paket kebijakan yang saling terhubung. Infrastruktur, pariwisata, pendidikan, ekonomi lokal, dan ekonomi syariah ditempatkan dalam satu arah yang sama.

Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH menyampaikan arah tersebut saat menghadiri Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 Wilayah Pengembangan Keburejo dan Gelangmanggung di Pendopo Pangayoman, Temanggung. Forum itu juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, jajaran pemerintah provinsi, serta para bupati dan wali kota dari wilayah terkait.

Dengan susunan prioritas seperti itu, Purworejo ingin memastikan pembangunan daerah 2027 memberi dampak ekonomi yang nyata tanpa melepaskan perhatian pada lingkungan. Pemerintah kabupaten membaca penguatan infrastruktur berbasis lingkungan sebagai jalur utama untuk menjaga pertumbuhan tetap bergerak ke arah yang lebih berkelanjutan.

Source: vibes.koranjuri.com

Baca Juga

Back to top button