Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat kembali diposisikan sebagai dua aktor penting dalam menjaga arah pembangunan daerah. Dedi Mulyadi menilai kerja sama keduanya harus bergerak lebih jauh dari sekadar sinergi kelembagaan, karena yang dibutuhkan Jawa Barat adalah pertumbuhan yang merata sekaligus tahan terhadap tekanan lingkungan.
Sikap itu disampaikan KDM usai menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat di Kantor Perwakilan BI Jabar, Kota Bandung. Dalam pandangannya, momentum tersebut penting bukan hanya untuk pergantian kepemimpinan di BI Jabar, tetapi juga untuk menguatkan koordinasi yang menopang kebijakan ekonomi daerah.
Pemerataan jadi fondasi utama
Di antara perhatian utama yang disorot, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya distribusi keuangan yang merata di seluruh wilayah Jawa Barat. Ia memandang pemerataan sebagai syarat agar pertumbuhan ekonomi benar-benar inklusif dan tidak menumpuk di kawasan tertentu saja.
Kerja sama dengan BI, menurutnya, perlu diarahkan agar manfaat pembangunan bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah dan otoritas keuangan diminta menjaga kebijakan supaya setiap daerah memiliki peluang yang setara untuk meningkatkan kesejahteraan.
Ekonomi berbasis ekologi masuk dalam agenda besar
Selain pemerataan, Dedi Mulyadi juga menyoroti arah pembangunan yang berbasis ekologi. Ia memandang pendekatan ini sebagai bagian dari masa depan Jawa Barat karena ekonomi tidak cukup dinilai dari pertumbuhan angka semata.
Dalam kerangka tersebut, keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan alam harus menjadi bagian dari strategi pembangunan. Pendekatan ini sekaligus dinilai penting agar Jawa Barat lebih siap menghadapi tantangan perubahan iklim dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Kolaborasi lintas lembaga diperkuat
Pengukuhan Junanto Herdiawan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menjadi titik yang dinilai strategis untuk memperkuat koordinasi. Keterlibatan pemerintah daerah, otoritas keuangan, dan pemangku kepentingan lain dianggap penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Koordinasi yang solid diharapkan tidak berhenti pada hubungan antarlembaga. Arah yang diinginkan adalah kebijakan ekonomi daerah yang tetap stabil, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Dua agenda yang saling melengkapi
Pemerataan distribusi keuangan dan pembangunan berbasis ekologi pada akhirnya dipandang sebagai dua agenda yang saling menguatkan. Keduanya menunjukkan bahwa arah pembangunan Jawa Barat tidak ingin bertumpu pada pertumbuhan yang sempit, melainkan pada manfaat yang lebih adil dan fondasi lingkungan yang lebih kuat.
Dalam pandangan KDM, pembangunan yang berkeadilan tidak bisa dilepaskan dari kemampuan daerah menjaga daya dukung alam. Karena itu, kerja sama Pemda Jabar dan BI ditempatkan sebagai penggerak penting untuk memastikan ekonomi daerah tumbuh dengan arah yang lebih seimbang, merata, dan berkelanjutan.
Source: strateginews.id




