Pendapatan Tertekan Akibat Gangguan Pipa, Laba Bersih RAJA Tetap Tumbuh 14 Persen

Di tengah tekanan pada pendapatan, PT Rukun Raharja Tbk atau RAJA justru masih mampu mencatat kenaikan laba bersih pada kuartal I 2026. Kinerja ini menunjukkan bahwa sumber pemasukan yang lebih beragam masih menjadi penahan utama saat salah satu lini usaha terganggu.

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai 10,5 juta dollar AS pada tiga bulan pertama 2026. Angka itu naik 14 persen dibanding 9,2 juta dollar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya, meski pendapatan perusahaan turun menjadi 55,3 juta dollar AS dari 66,1 juta dollar AS.

Gangguan pipa menekan pendapatan

Tekanan terbesar datang dari gangguan teknis pada jalur pipa gas di area Pekanbaru. Insiden itu berdampak pada bisnis midstream dan downstream, lalu dinyatakan sebagai kondisi force majeure oleh mitra kerja perusahaan.

Akibatnya, penyaluran gas ke pelanggan harus disesuaikan sementara waktu. Kondisi ini membuat pendapatan RAJA terkoreksi cukup dalam, tetapi tidak langsung menjatuhkan hasil akhirnya.

Sumber lain tetap menjaga kinerja

Di saat bisnis utama tertekan, RAJA mendapat dukungan dari beberapa sumber pendapatan lain. Salah satu yang paling besar berasal dari jasa penyewaan gas compression plant di Sengkang, Sulawesi Selatan.

Perusahaan juga memperoleh kontribusi dari pendapatan non-operasional. Pemasukan itu berasal dari investasi strategis pada bisnis Engineering, Procurement, Construction & Installation atau EPCI.

Selain itu, sektor pelayaran melalui grup Hafar ikut memberi sumbangan terhadap kinerja. Kombinasi beberapa lini ini membuat profitabilitas perusahaan tetap terjaga meski pendapatan utama melemah.

Laba di level operasional ikut menguat

Perbaikan tidak hanya terlihat pada laba bersih. Laba kotor RAJA naik menjadi 19,9 juta dollar AS dari 18,7 juta dollar AS pada periode yang sama tahun lalu.

Laba usaha juga meningkat menjadi 14,6 juta dollar AS dari 12,8 juta dollar AS pada kuartal I 2025. Sementara itu, laba sebelum pajak naik menjadi 15,3 juta dollar AS dari 12,2 juta dollar AS.

Rangkaian kenaikan di level operasional itu menunjukkan bahwa tekanan pendapatan tidak menyebar merata ke seluruh komponen keuntungan. Struktur bisnis yang lebih beragam membantu perusahaan mempertahankan pertumbuhan pada sisi laba.

Ekspansi disiapkan untuk menopang pertumbuhan

Direktur Utama Rukun Raharja, Djauhar Maulidi, menyebut diversifikasi usaha sebagai kunci menjaga stabilitas kinerja. Ia menilai strategi tersebut memberi ketahanan bagi perseroan di tengah tekanan operasional.

RAJA juga terus memperkuat bisnis inti dan mengembangkan infrastruktur energi. Di saat yang sama, perusahaan mendorong ekspansi strategis di sektor hulu dan hilir agar pertumbuhan tetap berkelanjutan.

Sejumlah langkah sudah disiapkan untuk memperkuat fondasi bisnis ke depan. Salah satunya pembangunan infrastruktur pipa bahan bakar minyak atau BBM yang menghubungkan Balikpapan dan Samarinda di Kalimantan Timur, dengan konstruksi dijadwalkan mulai berjalan pada kuartal III 2026.

Di sektor hulu, anak usaha PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) sedang merampungkan akuisisi SMS Development Limited. Perusahaan tersebut memegang participating interest di Blok Madura Strait dan diharapkan mulai memberi kontribusi keuangan pada kuartal II 2026.

Ekspansi juga berlanjut lewat rencana akuisisi hak partisipasi pada salah satu blok migas di wilayah Indonesia Timur. Langkah itu diproyeksikan terealisasi pada kuartal II 2026 untuk memperkuat portofolio energi terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Baca Juga

Back to top button