Apple tampaknya menaruh perhatian besar pada satu masalah yang kerap menghantui ponsel lipat: panas. Untuk iPhone lipat pertamanya yang sementara disebut iPhone Ultra, perusahaan itu dikabarkan menyiapkan sistem pendingin vapor chamber agar perangkat tetap stabil meski bodinya dibuat sangat tipis.
Bocoran ini langsung mencuri perhatian karena ketebalan perangkat disebut berada di bawah 4 mm saat dibuka. Pada desain setipis itu, ruang untuk membuang panas menjadi sangat terbatas, sehingga kehadiran sistem pendingin yang lebih besar bisa menjadi pembeda penting bagi perangkat lipat Apple.
Informasi mengenai vapor chamber itu datang dari pembocor Fixed Focus Digital di Weibo. Ia menyebut teknologi thermal pada iPhone Ultra akan terasa “cukup mengesankan” karena dirancang untuk menjaga suhu perangkat tetap terkendali saat dipakai.
Pendinginan jadi sorotan utama
Di perangkat setipis itu, stabilitas suhu bukan sekadar fitur tambahan. Ketika ruang internal makin sempit, risiko performa turun karena panas juga ikut meningkat, dan itulah alasan vapor chamber dipandang relevan untuk iPhone Ultra.
Bocoran yang beredar juga menyebut teknologi pendingin tersebut pertama kali diperkenalkan lewat seri iPhone 17 Pro. Jika informasi ini tepat, maka iPhone Ultra akan menjadi iPhone lipat pertama Apple yang ikut membawa sistem pembuangan panas berskala besar.
Penekanan pada sektor thermal ini memberi sinyal bahwa Apple tidak hanya mengejar bentuk lipat. Perusahaan tampaknya ingin memastikan perangkat tetap nyaman dipakai tanpa cepat kehilangan performa akibat suhu yang naik terlalu tinggi.
Desain super tipis membawa kompromi
Untuk mencapai profil bodi yang sangat ramping, Apple diduga harus memangkas beberapa elemen. Beberapa fitur yang disebut berpotensi tidak hadir adalah MagSafe, Face ID, dan kamera telefoto.
Detail tersebut memang belum dikonfirmasi Apple, tetapi cukup memberi gambaran tentang arah rancangan perangkat ini. Fokus iPhone Ultra tampaknya bukan hanya pada desain lipat, melainkan juga pada efisiensi ruang internal yang sangat ketat.
Meski bodinya disebut sangat tipis, bagian kamera tetap menjadi pengecualian. Ketebalan di bawah 4 mm itu merujuk pada bodi utama, bukan modul kamera belakang secara keseluruhan.
Artinya, desain iPhone Ultra kemungkinan akan menonjolkan badan utama yang ramping, sementara modul kamera tetap memiliki dimensi tersendiri. Pendekatan seperti ini umum muncul pada perangkat yang mengejar desain tipis tanpa meninggalkan fungsi utama.
Engsel liquid metal dan upaya kurangi lipatan layar
Selain pendinginan, iPhone Ultra juga dikabarkan memakai engsel berbahan liquid metal. Material ini disebut berperan dalam meningkatkan daya tahan sekaligus mendukung mekanisme lipat yang lebih presisi.
Apple juga disebut berupaya keras mengurangi bekas lipatan pada layar. Upaya itu menjadi salah satu elemen penting agar perangkat lipat pertama Apple terlihat lebih matang saat akhirnya masuk pasar.
Jika tiga elemen itu benar-benar hadir bersamaan, yaitu engsel liquid metal, bodi sangat tipis, dan vapor chamber, iPhone Ultra akan tampil sebagai proyek perangkat keras yang sangat ambisius. Ketiganya menargetkan tantangan utama ponsel lipat: ketahanan engsel, jejak lipatan layar, dan suhu perangkat.
Jadwal peluncuran masih belum diumumkan
Apple sendiri belum mengumumkan peluncuran apa pun untuk musim gugur 2026. Namun, kabar yang beredar menyebut perusahaan sedang menyiapkan strategi peluncuran terpisah untuk lini iPhone berikutnya.
Menurut informasi yang sama, model iPhone 18 Pro diperkirakan hadir pada September. Model non-Pro disebut menyusul pada awal tahun berikutnya, sedangkan iPhone Ultra dinilai lebih mungkin meluncur pada September.
Penempatan itu dianggap cocok karena bisa memanfaatkan momentum pasar yang terbentuk dari kehadiran iPhone 18 Pro. Sebagai perangkat lipat pertama Apple, iPhone Ultra juga berpotensi diposisikan sebagai produk paling premium sekaligus paling eksperimental dalam gelombang peluncuran tersebut.
Nama “iPhone Ultra” sendiri masih sebatas sebutan sementara di kalangan pembocor. Apple belum mengonfirmasi nama resmi perangkat, spesifikasi final, maupun jadwal pengumumannya, sehingga perhatian terbesar saat ini masih tertuju pada satu hal: apakah sistem pendingin vapor chamber benar-benar akan menjadi senjata utama Apple untuk menjaga foldable-nya tetap dingin.
Source: true-tech.net




