Di saat Nissan belum membuat Z dengan konfigurasi T-top, seorang penggemar justru mengambil jalan yang jauh lebih berani. Nick Scherr, yang juga dikenal sebagai NISMO Nick, merakit sendiri versi tersebut dan menempatkannya sebagai pusat dari koleksi bertema atap terbuka miliknya.
Hasilnya bukan sekadar mobil modifikasi yang mencolok. Scherr ingin mobil itu terasa seperti model yang seolah benar-benar bisa keluar dari pabrik Nissan, bukan hanya proyek ekstrem yang dibuat untuk menarik perhatian.
T-top yang dibangun dengan nuansa pabrik
Basis yang dipakai Scherr adalah Nissan Z generasi terbaru. Dari sana, ia mengubahnya menjadi T-top dan memasukkannya ke dalam rangkaian proyek yang ia sebut “Open Air Collection”.
Koleksi itu juga memuat Murano CrossCabriolet yang dimodifikasi besar-besaran serta konsep Nissan Juke Convertible satu unit. Tiga mobil itu membentuk semacam dunia alternatif, tempat desain atap terbuka mendapat ruang yang jauh lebih bebas dibanding keputusan produksi biasa.
Scherr tampaknya tidak mengejar efek liar semata. Ia justru ingin menghadirkan interpretasi yang dekat dengan bahasa desain pabrik, sehingga mobilnya tetap terasa masuk akal bagi penggemar Nissan yang menyukai build bergaya OEM-plus.
Nostalgia kuat di balik proyek ini
Konversi T-top pada Z langsung memancing perhatian karena menyentuh sisi nostalgia yang besar. Bagi banyak pencinta Nissan, T-top pernah menjadi bagian dari identitas mobil sport merek itu, sejajar dengan turbocharger, lampu pop-up, dan pemutar kaset.
Karena itu, proyek ini bukan hanya soal mengubah atap mobil. Ia juga menyentuh ingatan kolektif tentang era ketika Nissan punya ciri khas yang sangat mudah dikenali.
Scherr melihat komunitas Nissan sebagai ruang yang hidup dari antusiasme. Di dalamnya, ada penggemar yang senang dengan tampilan OEM-plus seperti buatan pabrik, sementara yang lain justru menikmati ide-ide ekstrem yang mendorong batas desain.
Pekerjaan teknis yang tidak sederhana
Di balik tampilannya, konversi ini menuntut perhatian besar pada detail teknik. Scherr menyebut penyegelan air sebagai tantangan utama di banyak bagian mobil, mulai dari kaca depan, jendela samping, area belakang, hingga titik temu panel T-top dengan center T-bar.
Tantangan itu makin rumit karena yang dibuat adalah T-top asli, bukan targa roof. Dalam pandangannya, perbedaan itu membuat tingkat kesulitannya jauh lebih tinggi dan menuntut kesesuaian panel yang sangat presisi.
Ia juga menyoroti kebisingan angin sebagai hal yang harus diawasi ketat. Karena itu, penyegelan dan kecocokan panel menjadi bagian yang tidak bisa disepelekan jika hasil akhirnya ingin terasa rapi.
Aspek keselamatan tetap diperhitungkan
Scherr juga sedang mengevaluasi sistem side-curtain airbag pada mobil tersebut. Karena proyek ini hanya dibuat satu unit, isu keselamatan tidak berada pada level yang sama seperti mobil produksi massal.
Meski begitu, elemen itu tetap masuk dalam pertimbangan. Hal tersebut menunjukkan bahwa proyek ini tidak hanya fokus pada tampilan, tetapi juga pada aspek yang berkaitan dengan penggunaan mobil secara lebih serius.
Pengaruh ke Nissan dan arah proyek berikutnya
Di luar T-top Z, koleksi atap terbuka Scherr memperlihatkan ambisi yang lebih luas. Murano CrossCabriolet versi modern dan Nissan Juke Convertible yang juga ia garap membuat proyek ini terlihat seperti eksperimen desain yang terus berkembang.
Scherr bahkan mengatakan bahwa orang dalam Nissan menyukai ide T-top Z. Ia juga mengklaim bahwa desain dan proyek yang pernah ia buat sebelumnya telah memengaruhi Nissan.
Jika hasil akhirnya sesuai bayangan Scherr, T-top Z bisa menjadi salah satu interpretasi paling menarik dari mobil sport Nissan modern. Bagi komunitas yang masih merindukan sensasi berkendara dengan panel atap dilepas, proyek ini menawarkan sesuatu yang selama ini hanya tinggal sebagai nostalgia.
Source: www.carscoops.com




