Perekrutan Viswas Raghavan oleh Citigroup langsung menjadi perhatian karena bank itu dikabarkan menyiapkan paket kompensasi senilai 52 juta dolar AS untuk membawanya masuk. Nilai sebesar itu membuat langkah Citigroup menonjol di tengah persaingan perekrutan eksekutif perbankan investasi yang semakin ketat.
Namun, besarnya kompensasi bukan satu-satunya alasan perpindahan ini menyedot sorotan. Nama Raghavan kembali ramai diperbincangkan karena ia dikaitkan dengan tuduhan perilaku kasar terhadap staf junior saat masih bekerja di JPMorgan.
Sorotan atas perilaku di tempat kerja
Financial Times melaporkan bahwa bankir kelahiran India itu diduga pernah melontarkan komentar yang merendahkan kepada bawahan selama bertahun-tahun di JPMorgan. Ia disebut menyebut sejumlah karyawan sebagai bodoh dan tidak memadai, serta memakai istilah yang menghina fisik.
Dalam laporan yang sama, Raghavan juga disebut pernah menggunakan ungkapan “a waste of calories”. Ucapan itu dilaporkan muncul dalam konteks hubungannya dengan staf junior di JPMorgan.
Ada pula tuduhan lain yang ikut memicu perhatian publik. Raghavan disebut pernah memberi komentar tidak pantas soal penampilan seorang perempuan di hadapan sekelompok bankir junior pada hari pertama mereka bekerja.
Respons Citigroup dan sikap JPMorgan
Di tengah sorotan itu, JPMorgan memilih tidak menanggapi rangkaian tuduhan tersebut. Sementara itu, Citigroup menyatakan bahwa cara media menggambarkan proses masuknya Raghavan tidak tepat.
“Proses bagaimana Vis bergabung ke Citi telah disalahgambarkan oleh FT,” kata Citigroup dalam pernyataan resminya kepada New York Post. Pernyataan itu menunjukkan bahwa Citigroup ingin menegaskan kembali pandangannya atas perekrutan tersebut.
Peran besar di Citigroup
Setelah bergabung, Raghavan menempati posisi penting sebagai kepala perbankan dan wakil ketua eksekutif di Citigroup. Dalam jabatan itu, ia memegang tanggung jawab atas aktivitas perbankan korporat, komersial, dan investasi.
Sebelum pindah, Raghavan juga memegang peran tinggi di JPMorgan. Ia menjabat sebagai co-head perbankan investasi dan korporat global, serta pernah menjadi CEO JPMorgan untuk wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.
Latar belakang akademik dan karier
Rekam jejak pendidikan Raghavan menunjukkan pengalaman panjang di dunia keuangan internasional. Ia memiliki gelar Bachelor of Science di bidang Fisika dari University of Bombay dan Teknik Elektronik, serta gelar ilmu komputer dari Aston University di Inggris.
Ia juga tercatat sebagai akuntan publik bersertifikat di Inggris dan Wales. Kombinasi pendidikan dan pengalaman itu membuatnya lama dipandang sebagai salah satu figur senior di perbankan global, meski kini namanya ikut berada di pusat perdebatan soal kepemimpinan dan budaya kerja.
Dengan paket 52 juta dolar AS dan tanggung jawab besar yang kini ia emban, langkah Citigroup merekrut Raghavan menjadi manuver penting sekaligus keputusan yang tak lepas dari pertanyaan publik. Di saat industri perbankan investasi terus berburu eksekutif papan atas, perpindahan ini justru membawa serta sorotan lama yang belum reda.





