Banyak orang sudah menganggap 150 menit olahraga aerobik per minggu sebagai patokan aman untuk jantung. Namun, temuan baru menunjukkan bahwa perlindungan yang lebih kuat tampaknya baru muncul ketika durasi latihan dinaikkan jauh di atas angka tersebut.
Studi yang dimuat di British Journal of Sports Medicine itu menaksir kebutuhan latihan aerobik sekitar 560 hingga 610 menit per minggu untuk menekan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan. Hasil ini tidak membantah manfaat anjuran dasar dari American Heart Association, tetapi memberi gambaran bahwa titik optimal perlindungan jantung bisa berada jauh lebih tinggi.
Penelitian tersebut menganalisis data lebih dari 17.000 peserta UK Biobank yang dikumpulkan pada 2013 hingga 2015. Rata-rata usia peserta adalah 57 tahun, sekitar 96 persen berkulit putih, dan 56 persen perempuan.
Selama hampir delapan tahun masa tindak lanjut, peneliti mencatat 1.233 kejadian kardiovaskular. Rinciannya mencakup 874 kasus fibrilasi atrium, 156 infark miokard, 111 gagal jantung, dan 92 kejadian stroke.
Dari data itu, peserta yang memenuhi pedoman 150 menit aktivitas aerobik per minggu hanya menunjukkan penurunan risiko kardiovaskular sekitar 8 persen hingga 9 persen. Perlindungan yang lebih besar baru terlihat ketika volume olahraga meningkat jauh melampaui ambang minimum tersebut.
Semakin tinggi volume latihan, semakin besar perlindungan
Untuk menekan risiko kejadian kardiovaskular sebesar 20 persen, peserta dengan tingkat kebugaran terendah perlu berolahraga sedang hingga berat selama sekitar 370 menit per minggu. Pada kelompok dengan tingkat kebugaran tertinggi, durasi yang dibutuhkan tetap tinggi, yakni sekitar 340 menit per minggu.
Target penurunan risiko yang lebih besar membuat kebutuhan latihan meningkat lagi. Saat sasaran turun risiko melewati 30 persen, kebutuhan olahraga aerobik naik menjadi sekitar 560 hingga 610 menit per minggu.
Para penulis studi menilai angka itu memperlihatkan bahwa manfaat pencegahan yang lebih kuat baru muncul pada volume aktivitas fisik yang jauh lebih besar. Mereka juga menyebut pedoman saat ini memberi “margin keamanan universal tetapi sederhana”, sementara perlindungan kardiovaskular yang optimal bisa memerlukan aktivitas yang lebih banyak.
Kebugaran ikut memengaruhi kebutuhan latihan
Temuan lain yang menonjol adalah perbedaan kebutuhan olahraga berdasarkan kebugaran. Orang dewasa yang kurang bugar tampaknya perlu berlatih lebih banyak untuk mendapatkan manfaat jantung yang setara dengan mereka yang tingkat kebugarannya lebih tinggi.
Hal ini penting karena kemampuan fisik tiap orang tidak sama. Karena itu, target aktivitas tidak selalu bisa disamaratakan untuk semua orang.
Keith Diaz, profesor kedokteran perilaku di Columbia University Medical Center, menilai hasil studi ini sejalan dengan banyak penelitian sebelumnya. Ia mengatakan tingkat aktivitas fisik sedang hingga berat dan kebugaran kardiorespirasi yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
Diaz, yang tidak terlibat dalam penelitian itu, menilai temuan tersebut memperkuat pentingnya olahraga rutin untuk kesehatan jantung. Meski begitu, ia juga mengingatkan agar target mingguan yang sangat tinggi dipahami dengan hati-hati.
Apa artinya bagi anjuran 150 menit
American Heart Association saat ini merekomendasikan minimal 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu. Aktivitas ini mencakup gerakan yang membuat napas lebih cepat dan detak jantung meningkat, tetapi masih memungkinkan seseorang berbicara, seperti berjalan kaki, bersepeda, dan berlari.
Studi baru ini tidak menolak manfaat pedoman tersebut. Namun, hasilnya menunjukkan bahwa perlindungan jantung dapat meningkat jika durasi olahraga diperpanjang dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Dengan kata lain, 150 menit per minggu tetap menjadi titik awal yang penting. Bagi sebagian orang yang ingin menekan risiko penyakit kardiovaskular lebih jauh, volume olahraga yang lebih tinggi tampaknya memberi hasil yang lebih kuat.
Source: lifestyle.bisnis.com




