Pixar kembali menunjukkan bahwa kekuatan visual Toy Story 5 bertumpu pada pengerjaan animasi yang rumit, bukan pada bantuan AI. Di film ini, studio harus membuat banyak karakter bergerak serempak, tetapi setiap gerakan tetap perlu terasa hidup dan memiliki identitas sendiri.
Tantangan itu terlihat sejak adegan pembuka, ketika sekelompok Buzz Lightyear berpatroli di hutan pulau gurun yang padat. Gerak mereka dibuat mirip, namun tetap diberi perbedaan kecil agar tidak tampak identik.
Untuk mencapai hasil itu, tim animasi menyusun pustaka loop animasi pendek milik Buzz Lightyear yang bisa dipakai ulang di banyak shot. Loop tersebut kemudian ditumpuk agar gerombolan Buzz terlihat seragam, tetapi tidak kaku.
Thomas Jordan, supervisor VFX Pixar, menyebut pendekatan seperti ini sebagai jenis animasi yang sudah lama ingin dikerjakan studio. Ia menilai sekuel memberi ruang ideal untuk menguji teknologi baru karena karakter dan lingkungan dari film sebelumnya sudah tersedia.
Kuda, tubuh, dan gerak yang harus terasa alami
Film ini juga menghadirkan tantangan besar lewat satu kuda “nyata” dan 50 kuda mainan yang harus bergerak bersamaan. Pixar bahkan membawa kuda sungguhan ke kampus mereka di Emeryville, California, lalu mempelajari geraknya saat hewan itu merumput di lapangan football studio.
Dari pengamatan tersebut, tim menemukan bahwa kuda memiliki 54 vertebrae, jauh lebih banyak dibanding manusia yang hanya 24. Informasi itu menjadi dasar untuk meniru gerakan yang lebih kompleks dan fleksibel di layar.
Agar animasi kuda terasa natural, Pixar mengembangkan teknologi baru bernama invertible rigging. Teknologi ini memungkinkan animator berpindah antar momen pose dengan mulus.
Teknologi yang diwariskan dari film ke film
Jordan menjelaskan bahwa setiap film Pixar biasanya menyerap lalu membangun terobosan VFX dari film sebelumnya. Karena itu, proyek baru tidak selalu dimulai dari titik nol.
Salah satu contohnya terlihat pada rusa yang muncul di Toy Story 5. Karakter itu disebut 90 persen mengambil dasar dari Hoppers, film Pixar yang dirilis lebih awal tahun ini.
Pola kerja seperti ini membuat proses pengembangan visual bisa bergerak lebih cepat tanpa menurunkan standar studio. Di saat yang sama, Pixar tetap menjaga detail agar setiap elemen di layar terasa konsisten dengan dunia Toy Story.
Rambut, layar, dan detail karakter baru
Perhatian besar juga tertuju pada Blaze, karakter baru dengan rambut keriting rapat. Detail rambutnya menuntut ketelitian lebih tinggi dibanding lompatan besar Pixar sebelumnya saat mengerjakan Merida di Brave pada 2012.
Jordan berharap perkembangan ini membuka jalan bagi lebih banyak karakter kulit hitam dengan rambut keriting dan bertekstur di film Pixar berikutnya. Dalam film ini, detail rambut menjadi salah satu terobosan visual yang paling terlihat.
Karakter baru lain, Lilypad, membawa persoalan berbeda karena harus menampilkan aksi di layar sekaligus gerak tubuh, wajah, tangan, dan jari-jari kaki kecilnya. Dua tim animasi mengerjakan bagian-bagian itu pada waktu yang berbeda, sehingga Pixar membuat sistem untuk menggambar ide sementara di layar Lilypad agar animasinya tetap menyatu.
AI belum menjadi andalan
Di tengah dorongan industri menuju otomatisasi, Pixar menegaskan bahwa AI belum menjadi tumpuan utama mereka. Jordan mengatakan studio memang tertarik, mempelajari, dan sudah melakukan eksperimen, tetapi hasilnya belum memenuhi standar kualitas film mereka.
Ia menggambarkan Pixar sebagai studio yang tetap mengutamakan seniman. Banyak artis masih memakai sketch pad dan sculpture untuk bereksperimen, meski kemampuan komputasi studio terus meningkat pesat.
Peningkatan itu sendiri membuat Pixar mampu bergerak dari satu film tiap dua tahun menjadi satu film tiap tahun. Studio bahkan menargetkan ritme yang lebih tinggi lagi, yakni tiga film dalam dua tahun.
Di balik proses teknis tersebut, ada satu detail internal yang sempat dirahasiakan dari kru. Jordan mengatakan seluruh tim Toy Story 5 baru mengetahui salah satu aspek film itu minggu lalu, termasuk fakta bahwa Taylor Swift meminta melihat versi awal film pada Februari dan kemudian membuat lagu untuknya.
Versi decoy dibuat untuk pemutaran internal agar kontribusi Swift tetap rahasia. Lagu berjudul I Knew It, I Knew You kini sudah tersedia di layanan streaming, sementara Toy Story 5 dijadwalkan tayang di bioskop pada 19 Juni.





