Poco kembali mendorong segmen ponsel murah lewat dua model anyar, Poco C81 dan Poco C81x. Di pasar India, keduanya hadir dengan pendekatan yang tidak biasa untuk kelas entry-level, terutama karena menawarkan layar 120 Hz dan baterai besar yang langsung menonjol di antara perangkat sekelasnya.
Kehadiran dua perangkat ini juga menunjukkan bahwa Poco masih mengutamakan kebutuhan dasar pengguna, tetapi dengan spesifikasi yang terasa lebih matang. Menariknya, Poco C81 dan Poco C81x disebut sebagai hasil rebranding dari seri Redmi A7 yang lebih dulu hadir di India.
Layar jadi nilai jual utama
Di antara keduanya, Poco C81 tampil sebagai model yang lebih lengkap. Ponsel ini memakai layar LCD HD+ 6,9 inci dengan refresh rate 120 Hz dan touch sampling rate 240 Hz.
Kombinasi itu membuat aktivitas seperti menggulir media sosial, membuka menu, atau berpindah aplikasi terasa lebih halus. Untuk kelas harga terjangkau, kehadiran layar seperti ini menjadi salah satu pembeda paling kuat.
Poco C81x tetap membawa layar besar, meski sedikit lebih kecil. Ukurannya 6,88 inci, sehingga tetap nyaman untuk konsumsi konten dan penggunaan harian.
Baterai besar untuk durasi pakai lebih panjang
Perbedaan paling mencolok antara dua model ini ada pada kapasitas baterainya. Poco C81 dibekali baterai 6.300mAh, sedangkan Poco C81x memakai baterai 5.200mAh.
Dengan baterai 6.300mAh, Poco C81 terlihat lebih serius menyasar pengguna yang membutuhkan daya tahan panjang. Namun, keduanya sama-sama mendukung pengisian daya 15W, sehingga fokus utamanya tetap pada ketahanan, bukan kecepatan isi ulang.
Sistem operasi dibuat bertingkat
Poco juga membedakan kedua model ini dari sisi perangkat lunak. Poco C81 menjalankan HyperOS 3 berbasis Android 16, sementara Poco C81x memakai HyperOS 2 berbasis Android 15.
Pola ini membuat C81 tampak lebih baru secara sistem dan lebih unggul di atas kertas. Sementara itu, C81x tetap relevan bagi pengguna yang hanya butuh ponsel fungsional dengan harga lebih rendah.
Mesin sama, kebutuhan dasar tetap jadi fokus
Walau ada perbedaan di layar, baterai, dan perangkat lunak, keduanya tetap mengandalkan chipset yang sama. Poco C81 dan Poco C81x sama-sama menggunakan Unisoc T7250.
Kombinasi chipset tersebut dipasangkan dengan RAM LPDDR4X hingga 4 GB dan penyimpanan UFS 2.2 sebesar 64 GB. Konfigurasi ini memperlihatkan bahwa kedua ponsel memang diposisikan untuk kebutuhan harian seperti chatting, browsing, media sosial, dan menonton video.
Keberadaan UFS 2.2 juga memberi nilai tambah tersendiri. Di kelas murah, standar penyimpanan seperti ini masih menjadi daya tarik karena terasa lebih modern dibanding beberapa perangkat lain yang masih memakai media lebih lawas.
Kamera dan konektivitas dibuat sederhana
Untuk urusan kamera, Poco memilih pendekatan yang sama pada kedua model. Keduanya membawa kamera belakang 13 MP dengan LED flash dan kamera depan 8 MP.
Susunan ini menegaskan bahwa perangkat ini memang tidak mengejar kemampuan fotografi yang agresif. Fokusnya tetap pada fungsi dasar yang dibutuhkan mayoritas pengguna entry-level.
Dari sisi konektivitas, Poco C81 dan Poco C81x juga dibekali spesifikasi yang serupa. Keduanya mendukung dual 4G VoLTE, Wi-Fi 802.11 ac 2.4GHz/5GHz, dan Bluetooth 5.2.
Harga dibuat berjarak tipis
Poco hanya menyediakan satu varian memori untuk masing-masing model di India. Poco C81 4 GB + 64 GB dijual Rs 10,999, sedangkan Poco C81x 3 GB + 64 GB dipasarkan Rs 9,999.
Selisih Rs 1,000 membuat C81 terasa lebih menarik bagi pengguna yang menginginkan layar lebih besar, baterai lebih besar, dan sistem operasi yang lebih baru. Di sisi lain, C81x bisa menjadi opsi bagi pembeli yang ingin harga sedikit lebih rendah.
Dari sisi fisik, Poco C81 memiliki bobot 208 gram dengan ketebalan 8,15 mm. Poco C81x sedikit lebih ringan di 193 gram, dengan ketebalan 8,26 mm.
Keduanya mulai dijual melalui Flipkart mulai April 27, 2026, dan langsung diposisikan sebagai pilihan baru di pasar ponsel 4G murah India. Dengan layar 120 Hz, baterai jumbo, dan fitur harian yang tetap lengkap, Poco C81 dan Poco C81x jelas menyasar pengguna yang ingin spesifikasi lebih bernilai di kelas bawah.
Source: gadgets.beebom.com




