Poco X8 Pro Makin Jauh dari Rival Murah, Skor CPU, AI, dan Grafisnya Melonjak

Poco X8 Pro muncul sebagai salah satu opsi Android murah yang sulit diabaikan karena performanya tidak berjalan biasa-biasa saja. Di kelas harga yang ketat, ponsel ini justru menunjukkan tenaga besar lewat hasil benchmark yang membuatnya terlihat melampaui banyak rival langsung.

Daya tarik utamanya datang dari chipset MediaTek Dimensity 8500 Ultra yang menjadi pusat kinerja perangkat. Kombinasi ini membuat Poco X8 Pro dinilai sanggup menangani aktivitas harian dengan lancar, sekaligus memberi ruang lebih besar untuk beban kerja yang lebih berat.

CPU yang lebih siap untuk beban multitugas

Pada pengujian Geekbench, Poco X8 Pro disebut unggul cukup jauh atas beberapa pesaing yang sering masuk daftar perbandingan di segmen serupa. Dua model yang disorot adalah Motorola Edge 70 Fusion dan Samsung Galaxy A36.

Selisihnya tergolong lebar, terutama di skor multi-core. Kedua rival itu tertinggal sekitar 50 persen, dan angka tersebut menunjukkan bahwa Poco X8 Pro lebih kuat saat menjalankan banyak proses sekaligus.

Bagi penggunaan sehari-hari, hasil itu berarti respons yang lebih meyakinkan ketika membuka banyak aplikasi, berpindah antar menu, atau menjalankan aplikasi dan gim yang lebih berat dari pemakaian standar. Posisi ini membuat Poco X8 Pro terasa tidak sekadar mengandalkan harga, tetapi juga menawarkan performa yang benar-benar kompetitif.

Kemampuan AI ikut memberi jarak

Keunggulan Poco X8 Pro tidak berhenti di sisi CPU. Perangkat ini juga disebut tampil lebih jauh pada pengujian AI dibandingkan perangkat pembanding di kelas yang sama.

Jarak yang muncul bahkan mendekati 100 persen, sehingga bekal pemrosesan cerdasnya terlihat menonjol. Hal ini penting karena semakin banyak aplikasi modern yang bergantung pada komputasi AI di perangkat, dan aspek tersebut mulai menjadi pertimbangan utama dalam memilih smartphone.

Dengan hasil seperti itu, Poco X8 Pro tidak hanya menarik untuk pekerjaan umum. Ponsel ini juga tampak punya modal kuat untuk fitur-fitur yang memanfaatkan pemrosesan AI secara langsung.

Grafis juga tidak kalah agresif

Di sektor visual, Poco X8 Pro memakai GPU Mali-G720 MP8. Chip grafis ini disebut membawa peningkatan karena memiliki tambahan satu inti dibanding generasi sebelumnya.

Dalam pengujian GFXBench 4K, perangkat ini mencatat hampir 30 fps. Angka itu jauh berada di atas Motorola Edge 70 Fusion dan Samsung Galaxy A36 yang tidak mampu menembus 10 fps.

Perbedaan ini memberi gambaran bahwa Poco X8 Pro berada di level yang sangat kompetitif untuk ponsel murah. Untuk pengguna yang memperhatikan frame rate, kestabilan grafis, dan kenyamanan bermain gim, hasil tersebut menjadi nilai lebih yang sulit diabaikan.

Speaker stereo ikut memperkuat paketnya

Kekuatan Poco X8 Pro ternyata tidak hanya datang dari dapur pacu. Kualitas speaker stereo yang dimilikinya juga dinilai sangat baik untuk kelasnya.

Dalam pengujian, hanya 5 persen perangkat yang pernah diuji di segmen serupa mampu mengungguli hasilnya. Saat dibandingkan dengan Motorola Edge 70 Fusion, karakter suaranya disebut lebih seimbang, dengan mid dan high yang linear serta bass yang cukup mengejutkan untuk ukuran ponsel menengah.

Bagi konsumsi konten harian, hal ini memberi dampak nyata. Menonton video, bermain gim, atau menikmati hiburan tanpa earphone bisa terasa lebih nyaman karena output audio yang lebih matang.

Poco X8 Pro juga mendukung Auracast, yang menambah nilai pada sisi hiburan dan konektivitas. Dengan performa CPU yang kuat, GPU yang kompetitif, kemampuan AI yang menonjol, serta speaker stereo yang solid, ponsel ini tampil agresif di antara rival Android murah yang berebut perhatian di kelas yang sama.

Source: www.notebookcheck.net

Baca Juga

Back to top button