Produksi Melesat, Pertamina EP Kian Kuat Menopang Ketahanan Energi Nasional

Lonjakan kinerja Pertamina EP pada 2025 tidak hanya terlihat dari angka produksi minyak yang mencapai 68.338 barrel per hari atau BOPD. Di saat yang sama, perusahaan juga menjaga produksi gas, menambah cadangan, memperluas eksplorasi, dan mempertahankan standar keselamatan kerja serta keberlanjutan.

Kombinasi itu membuat capaian Pertamina EP menjadi sorotan penting bagi sektor hulu migas. Pertumbuhan produksi datang bukan semata dari sumur yang sudah ada, melainkan dari dorongan pengeboran, pengembangan lapangan, dan optimalisasi fasilitas di berbagai wilayah operasi.

Produksi tetap kuat di tengah operasi yang tersebar

Dalam paparan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025 pada Jumat (5/6/2026), Pertamina EP mencatat produksi gas bumi sebesar 792 juta standar kaki kubik per hari atau MMSCFD. Jika digabung, total produksi minyak dan gas perusahaan mencapai 205.000 barrel setara minyak per hari atau MBOEPD.

Skala operasi perusahaan juga cukup besar. Pertamina EP mengelola fasilitas di lima aset dengan 22 lapangan operasi darat dan lepas pantai yang tersebar di 13 provinsi.

Dorongan utama datang dari aktivitas pengeboran sepanjang tahun lalu. Perusahaan menyelesaikan 12 sumur eksplorasi dan 137 sumur pengembangan untuk menjaga pasokan migas tetap stabil.

Eksplorasi mulai memberi tambahan nyata

Perluasan eksplorasi dilakukan melalui akuisisi seismik 2D sepanjang 113 kilometer dan seismik 3D seluas 79 kilometer persegi. Dari kegiatan itu, Pertamina EP menemukan sumber daya 2C sebesar 133 juta barel setara minyak atau MMBOE.

Di sisi cadangan, perusahaan juga mencatat tambahan cadangan terbukti atau P1 sebesar 59 MMBOE. Salah satu temuan yang menonjol datang dari sumur baru ABB-143 (U1) di Pertamina EP Adera Field, yang berpotensi memproduksi hingga 3.442 BOPD.

Direktur Utama PT Pertamina EP Rachmat Hidajat menilai capaian tersebut menunjukkan inovasi operasional yang terukur. Ia juga menyebut kinerja itu memperkuat ketahanan portofolio hulu dan ketahanan energi nasional.

Fasilitas lapangan ikut mendukung output

Selain eksplorasi dan pengeboran, Pertamina EP juga mendorong produksi lewat fasilitas baru. Perusahaan mencatat liquid onstream perdana Stasiun Pengumpul Akasia Bagus atau SP ABG Stage 1 di Lapangan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Fasilitas itu menjadi bagian dari program Optimasi Pengembangan Lapangan Akasia Bagus-Gantar. SP ABG Stage 1 mulai memproduksi cairan sebesar 400 barrel fluida per hari, dengan kapasitas terpasang 7.250 barrel liquid per day atau BLPD.

Rachmat menyatakan pendekatan tersebut memastikan setiap fasilitas berjalan sesuai standar kualitas, kapasitas desain, dan kesiapan jangka panjang. Menurut dia, prinsip itu penting untuk menjaga operasi hulu migas yang berkelanjutan.

Keselamatan, lingkungan, dan dukungan korporasi tetap dijaga

Di tengah ekspansi operasi, perusahaan juga mencatat lebih dari 2,2 juta jam kerja selamat tanpa Lost Time Injury atau Zero LTI pada pengerjaan proyek. Secara total sepanjang 2025, Pertamina EP mengumpulkan 3,12 juta jam kerja selamat.

Dari sisi lingkungan, perusahaan meraih 17 penghargaan PROPER Hijau dan empat PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup. Pertamina EP juga menyalurkan 444 program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL di 30 kabupaten/kota untuk 40.000 penerima manfaat.

Komisaris Utama PT Pertamina EP Morry Ermond menilai perusahaan mampu menjaga keberlangsungan usaha meski menghadapi tantangan eksternal di dalam dan luar negeri. Ia menyebut hasil yang dicapai sepanjang 2025 tergolong efektif dan optimal.

Dari sisi korporasi, fundamental bisnis Pertamina EP juga mendapat peringkat kredit AAA atau Sangat Sehat dari Fitch Ratings Indonesia. Pemegang saham utama dari PT Pertamina Hulu Energi turut mengapresiasi kenaikan volume produksi minyak dan tambahan cadangan P1 yang melampaui target awal.

VP Controller PHE Caesarian meminta Pertamina EP mempercepat transformasi bisnis pada 2026. Ia juga menekankan penguatan implementasi prinsip HSSE, peningkatan upaya mengejar target temuan sumber daya 2C, dan dorongan kinerja produksi agar laba perusahaan ikut meningkat.

Dengan produksi yang tetap tinggi, penemuan sumber daya baru, serta fasilitas hulu yang terus bertambah, Pertamina EP menempatkan diri sebagai salah satu penopang penting ketahanan energi nasional. Kinerja itu juga memperlihatkan bahwa sektor hulu migas masih sulit diremehkan saat ekspansi lapangan, eksplorasi, dan disiplin operasi bergerak searah.

Exit mobile version