Keinginan Iran membuka jalur baru untuk meredakan konflik langsung dihadapkan pada respons yang dingin dari Washington. Donald Trump menyatakan akan meninjau proposal perdamaian baru yang diajukan Teheran, tetapi ia sekaligus menunjukkan keraguan bahwa usulan itu akan benar-benar diterima.
Keraguan itu menegaskan bahwa masalah utama bukan hanya isi proposal, melainkan juga rapuhnya kepercayaan antara kedua pihak. Selama jarak politik itu belum menyempit, setiap langkah diplomatik akan tetap dibaca dengan sangat hati-hati.
Melalui Truth Social, Trump mengatakan dirinya belum bisa membayangkan proposal tersebut disetujui. Ia juga menilai Iran belum membayar harga yang cukup besar atas tindakan mereka selama 47 tahun terakhir terhadap umat manusia dan dunia.
Di sisi lain, media Iran melaporkan bahwa Teheran telah mengajukan proposal baru berisi 14 poin kepada para mediator internasional. Usulan itu disebut disusun untuk mengakhiri konflik di Iran secara permanen, meski isi lengkapnya belum diungkap secara resmi.
Kondisi ini membuat proposal tersebut belum bisa dinilai secara utuh oleh publik. Tanpa rincian resmi, perhatian masih tertuju pada bagaimana mediator akan memandang langkah yang dibawa Teheran itu.
Sikap Trump memperlihatkan bahwa Washington belum melihat tanda kuat dari Teheran untuk membangun modal kepercayaan yang dibutuhkan dalam negosiasi. Nada yang ia sampaikan menunjukkan bahwa peluang penerimaan masih dipersepsikan tipis.
Dalam situasi seperti ini, kepercayaan menjadi unsur yang menentukan arah pembicaraan. Tanpa fondasi itu, inisiatif damai mudah tertahan sebelum masuk ke tahap yang lebih konkret.
Meski begitu, jalur komunikasi belum sepenuhnya tertutup karena proposal sudah disampaikan kepada para mediator internasional. Artinya, ruang pembicaraan masih ada, walaupun respons dari pihak-pihak terkait belum jelas.
Arah proses selanjutnya akan sangat ditentukan oleh sikap Amerika Serikat. Jika Washington tetap bersikap skeptis, pembicaraan damai berpotensi berjalan lebih panjang dan penuh hambatan.
Di titik ini, proposal Iran menjadi ujian awal bagi kemungkinan diplomasi yang lebih serius. Selama kepercayaan belum terbentuk, setiap sinyal baru dari Teheran maupun Washington akan tetap ditafsirkan dengan kehati-hatian.
Source: www.beritasatu.com




