Lima pejabat struktural eselon II resmi mengisi posisi baru di lingkungan Kementerian Keuangan setelah dilantik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat. Pelantikan ini menandai pengisian sejumlah jabatan strategis yang tersebar di Sekretariat Jenderal dan beberapa direktorat jenderal.
Di hadapan para pejabat yang baru mengambil sumpah jabatan, Purbaya memberi penekanan kuat pada soal integritas dan keteladanan pimpinan. Pesan utamanya jelas: pejabat tinggi tidak cukup hanya memberi instruksi, tetapi juga harus menjadi contoh yang bisa diikuti oleh bawahan.
Keteladanan jadi sorotan utama
Dalam sambutannya, Purbaya mengingatkan bahwa perilaku pimpinan akan sangat menentukan budaya kerja di lingkungan birokrasi. Ia menilai arahan dari atasan tidak akan efektif jika sikap sehari-hari justru bertentangan dengan aturan yang harus dipatuhi bersama.
“Jadi ke depan Anda harus mencontohkan ke anak buahnya. Kalau enggak, nanti misalnya Anda mencong-mencong, anak buahnya disuruh lurus, ya nggak bisa. Bosnya saja mencong, kan gitu,” ujar Purbaya. Pesan tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan di Kementerian Keuangan tidak hanya diukur dari kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga dari konsistensi perilaku.
Di tengah situasi kepercayaan global yang disebut sedang tidak stabil, penekanan pada etika kerja dan integritas menjadi semakin penting. Bagi organisasi sebesar Kementerian Keuangan, keteladanan pimpinan dipandang sebagai fondasi agar tata kelola tetap tertib dan arah kerja tidak mudah goyah.
Lima pejabat mengisi posisi strategis
Pelantikan ini juga menjadi bagian dari penataan sumber daya manusia pada level menengah atas. Kelima pejabat yang dilantik berasal dari unit kerja berbeda dan kini memegang jabatan yang berkaitan dengan kebijakan, kekayaan negara, ekonomi fiskal, hingga stabilitas sektor keuangan.
Daftar pejabat eselon II yang dilantik adalah:
- Rofii Edy Purnomo sebagai Kepala Biro Advokasi, Sekretariat Jenderal.
- Ihda Muktiyanto sebagai Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, Sekretariat Jenderal.
- Ferry Ardiyanto sebagai Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi, Ditjen Strategi Ekonomi dan Fiskal.
- Sugeng Apriyanto sebagai Kepala Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Timur dan Utara, Ditjen Kekayaan Negara.
- Suska sebagai Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan dan Pembiayaan lainnya, Ditjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan.
Komposisi jabatan itu memperlihatkan bahwa penguatan organisasi tidak hanya ditujukan pada satu bidang tertentu. Ada dua posisi di Sekretariat Jenderal yang menopang kerja kebijakan dan tata kelola internal, sementara tiga jabatan lainnya bersentuhan langsung dengan agenda ekonomi, pengelolaan aset negara, serta pengembangan sektor keuangan.
Penataan organisasi di tengah sorotan tata kelola
Perpindahan dan pengisian jabatan ini menunjukkan bahwa Kementerian Keuangan terus menjaga mesin organisasinya tetap berjalan efektif. Di tingkat operasional, tiap posisi baru memiliki peran tersendiri, tetapi seluruhnya saling terkait dalam mendukung kerja kementerian secara keseluruhan.
Fokus pada bidang-bidang tersebut juga memperlihatkan pentingnya koordinasi antarkomponen di dalam kementerian. Kebijakan, aset negara, strategi ekonomi, dan stabilitas sektor keuangan membutuhkan hubungan kerja yang rapi agar pelaksanaan tugas tidak terhambat dan respons organisasi tetap cepat.
Karena itu, pelantikan pejabat baru tidak berdiri hanya sebagai pergantian posisi. Di baliknya ada pesan bahwa pejabat struktural harus menjaga disiplin, memperkuat integritas, dan hadir sebagai contoh nyata bagi lingkungan kerja, terutama saat kepercayaan dunia sedang menghadapi ketidakstabilan.