Raisa dan Yura Menghidupkan Srikandi Nusantara, Panggung Sabang Merauke Penuh Pesan Perempuan

Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia yang Punya 2026 menempatkan perempuan sebagai pusat perhatian lewat tema Hikayat Srikandi Nusantara. Di panggung ini, Raisa Andriana dan Yura Yunita menjadi dua nama yang paling disorot karena sama-sama membawa tafsir kuat tentang sosok Srikandi.

Pilihan tema tersebut membuat pertunjukan tidak hanya bertumpu pada kemegahan visual, tetapi juga pada pesan tentang perempuan dalam keluarga dan generasi bangsa. Lewat gabungan seni budaya, musik, tari, dan teater modern, panggung ini diarahkan untuk memberi ruang bagi kisah perempuan yang tangguh.

Srikandi sebagai simbol perempuan kuat

Sutradara Pagelaran Sabang Merauke, Rusmedie Agus, menjelaskan bahwa Hikayat Srikandi Nusantara dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap perempuan Indonesia. Ia memandang karakter Srikandi sebagai representasi keberanian, ketangguhan, dan semangat pantang menyerah yang cocok dibawa ke panggung budaya berskala besar.

Rusmedie juga menegaskan bahwa nilai-nilai itu tidak terbatas pada gender. Karena itu, pagelaran ini dipersembahkan untuk perempuan, ibu-ibu, dan anak-anak perempuan yang kelak meneruskan generasi bangsa.

Raisa tampil sebagai Srikandi

Di antara nama yang terlibat, Raisa Andriana mendapat sorotan khusus karena akan memerankan Srikandi dalam pertunjukan utama. Penyanyi yang dikenal lewat lagu Kali Kedua itu melihat tokoh tersebut sebagai simbol perempuan yang dekat dengan isu masa kini, termasuk pembahasan tentang perempuan dan feminisme.

Bagi Raisa, keterlibatan di pagelaran ini menjadi pengalaman baru. Ia menilai tantangannya menarik karena memberinya kesempatan belajar dari banyak elemen produksi, berbeda dari penampilan musik yang biasa dijalaninya.

Yura kembali hadir sebagai Mahadewi

Selain Raisa, Yura Yunita juga menjadi bagian penting dari pertunjukan dengan kembali dipercaya memerankan Mahadewi. Sebelumnya, ia sudah tampil dalam edisi terdahulu dan kembali membawa peran yang sama di panggung besar ini.

Yura menilai Pagelaran Sabang Merauke selalu menghadirkan suasana megah sekaligus emosional bagi para pengisi acara. Ia juga masih mengingat pengalaman ekstrem pada pertunjukan sebelumnya, termasuk saat bernyanyi dari ketinggian di atas properti naga raksasa.

Pesan yang ditujukan untuk penonton perempuan

Tema perempuan yang diangkat melalui Hikayat Srikandi Nusantara juga mendapat perhatian dari Yura. Ia berharap penonton perempuan bisa merasakan bahwa semangat Srikandi sebenarnya hidup dalam diri masing-masing.

Menurut Yura, kekuatan itu selalu ada dalam diri perempuan dan dapat menjadi penerang. Pesan tersebut sejalan dengan arah pertunjukan yang tidak hanya menonjolkan kemegahan, tetapi juga refleksi tentang peran dan daya juang perempuan Indonesia.

Skala pertunjukan yang besar

Pagelaran Sabang Merauke 2026 dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang. Pertunjukan ini akan melibatkan ratusan penari budaya, musisi tradisional, paduan suara, dan seniman lintas disiplin dari berbagai daerah Indonesia.

Kombinasi itu menegaskan posisi pagelaran ini sebagai ajang kolaborasi besar yang menggabungkan warisan budaya dengan pendekatan panggung modern. Di tengah komposisi artistik yang luas, kehadiran Raisa dan Yura memperkuat pesan bahwa perempuan bukan hanya bagian dari cerita, tetapi juga sumber utama narasi budaya yang dihadirkan di atas panggung.

Source: lifestyle.bisnis.com

Baca Juga

Back to top button