Rambut Keriting, Busana Lincah, dan Akar Latin, Tiga Kunci Gaya Shakira yang Tak Lekang Zaman

Gaya Shakira bertahan bukan karena ia terus mengejar wajah baru di setiap musim mode, melainkan karena identitas visualnya sudah terbentuk kuat sejak awal. Di tengah industri yang cepat berubah, ia justru tampil konsisten dan membuat setiap penampilannya langsung dikenali sebagai miliknya.

Kekuatan itu terlihat dari cara Shakira menjaga karakter busananya tetap hidup di berbagai panggung dan kesempatan publik. Fashion baginya bukan tempelan, melainkan bagian dari persona yang menyatu dengan energi panggung dan kepercayaan dirinya.

Rambut yang sudah menjadi tanda pengenal

Salah satu elemen paling mudah diingat dari citra Shakira adalah rambut curly blonde yang lama melekat pada dirinya. Tekstur itu memberi kesan bebas, sensual, dan penuh energi, sekaligus memperkuat identitas visual yang konsisten dari waktu ke waktu.

Shakira memang pernah tampil dengan rambut hitam lurus hingga merah menyala. Namun ia kembali pada tekstur curly alami yang kini menjadi signature look, sejalan dengan meningkatnya apresiasi terhadap rambut bertekstur natural.

Busana yang mengikuti gerak tubuh

Di atas panggung, Shakira tidak memilih busana hanya karena terlihat menarik di kamera. Ia dikenal memakai outfit yang nyaman untuk menari, bergerak, dan mendukung koreografi yang intens.

Pendekatan itu membuat tampilannya terasa fungsional sekaligus ekspresif. Bahkan saat mengenakan couture dress atau busana glamor, auranya tetap kuat karena dibawakan dengan natural.

Stylist Shakira, Nicolas Bru, mengatakan bahwa semua dibuat berdasarkan koreografi yang mengikuti gaya lagu dan gerakan yang ingin ditonjolkan di setiap momen, dikutip dari Harper’s Bazaar. Dengan begitu, fashion dan performa saling menguatkan tanpa saling menutupi.

Akar Latin yang tetap dijaga

Identitas Latin juga menjadi bagian penting dari gaya Shakira. Banyak busana panggungnya mengambil inspirasi dari budaya Latin, belly dancing, dan nuansa bohemian yang sensual serta artistik.

Pilihan itu muncul lewat warna-warna berani, detail aksesori, dan siluet yang menonjolkan gerakan tubuh. Nicolas Bru menyebut mereka menggunakan banyak warna berani karena terasa sangat kuat dan penuh gairah, dikutip dari Harper’s Bazaar.

Pendekatan tersebut membuat gaya Shakira terasa autentik di tengah industri fashion global yang semakin terbuka pada keberagaman budaya. Identitas Latin yang kuat justru mempertegas daya tarik modenya.

Nostalgia yang diolah ulang

Shakira juga pintar membawa nuansa lama ke dalam tampilan yang terasa modern. Ia masih mempertahankan sentuhan fashion dari era 1990-an dan awal 2000-an, tetapi menyusunnya ulang dengan styling yang lebih segar dan sophisticated.

Perpaduan itu terlihat dalam tur Las Mujeres Ya No Lloran yang banyak menampilkan referensi visual dari awal kariernya. Di saat yang sama, ia tampil dengan couture dress, custom bodysuit, dan fashion house mewah seperti Versace.

Hasilnya adalah gaya yang terasa akrab bagi penggemar lama, tetapi tetap relevan bagi pembaca mode masa kini. Shakira tidak meninggalkan masa lalu, melainkan mengolahnya menjadi bagian dari penampilan yang terus bergerak maju.

Tetap kuat saat santai maupun glamor

Daya tarik Shakira tidak berhenti ketika lampu panggung padam. Saat tampil santai dengan jeans dan kaus, ia tetap terlihat effortless, sementara di red carpet atau di atas panggung auranya berubah menjadi glamor dan powerful.

Perubahan suasana itu tidak menghapus karakter yang sudah ia bangun. Justru konsistensi itulah yang membuat orang lebih mudah mengingat energi dan kepercayaan diri yang muncul lewat fashion-nya.

Shakira menunjukkan bahwa gaya yang tahan lama tidak selalu lahir dari perubahan besar. Dalam kasusnya, yang membuat penampilan tetap hidup adalah autentisitas yang tidak pudar, meski selera mode terus bergerak cepat.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button