Bagi pasutri baru yang ingin menekan pengeluaran, mobil bekas sering menjadi pilihan yang paling masuk akal. Di kelas ini, banyak model menawarkan konsumsi BBM irit, harga beli yang masih terjangkau, dan suku cadang yang mudah ditemukan.
Pilihan yang paling banyak dilirik umumnya juga datang dari mesin di bawah 1500 cc. Karakter itu membuat mobil lebih nyaman dipakai harian di kota, tetapi tetap bisa diandalkan saat dipakai bepergian jauh.
Pilihan paling hemat di kisaran awal
Daihatsu Ayla 1.0 keluaran 2013 menjadi salah satu opsi paling murah untuk anggaran awal. Harga bekasnya berada di kisaran Rp 55 juta sampai Rp 90 juta, dengan konsumsi BBM sekitar 17 hingga 21 km per liter.
Biaya kepemilikannya juga relatif ringan untuk kelasnya. Estimasi pajak tahunannya berada di kisaran Rp 500 ribu hingga Rp 900 ribu.
Suzuki Karimun Wagon R juga menarik untuk pasangan yang menginginkan mobil irit tetapi kabinnya terasa lebih lapang. Model LCGC bergaya tall boy ini punya headroom tinggi dan konsumsi BBM rata-rata sekitar 20 km per liter.
Harga bekasnya berada di kisaran Rp 65 juta hingga Rp 115 juta. Bagi pembeli yang memprioritaskan ruang kepala dan efisiensi, model ini cukup relevan.
Lini city car yang praktis
Toyota Agya masuk kelompok yang aman untuk pembeli yang tidak ingin repot dengan urusan servis. Mobil ini punya jaringan servis yang luas dan tersedia dengan mesin 1.0L atau 1.2L.
Dari sisi konsumsi, Agya mencatat sekitar 15 hingga 20 km per liter. Karakter itu membuatnya cocok untuk pemakaian harian dan gaya muda.
Honda Brio Satya menjadi opsi lain bagi pasangan yang mencari city car dengan tampilan lebih modern. Di segmen LCGC, mobil ini dikenal cukup bertenaga namun tetap hemat, dengan konsumsi BBM sekitar 14 hingga 19 km per liter.
Harga bekasnya berada di kisaran Rp 85 juta hingga Rp 120 juta. Posisi harga tersebut masih dianggap masuk akal untuk pembeli mobil pertama yang menginginkan desain sekaligus efisiensi.
Suzuki Ignis menawarkan karakter berbeda lewat gaya city car bercita rasa crossover mini. Konsumsi BBM-nya berada di kisaran 14 hingga 18 km per liter, sementara harga bekasnya sekitar Rp 90 juta hingga Rp 130 juta.
Model ini kerap dipilih karena desainnya yang ikonik dan tampil lebih ekspresif dibanding city car konvensional. Untuk pasangan muda yang ingin mobil hemat tetapi tidak terlihat biasa, Ignis memberi alternatif yang cukup kuat.
Saat kebutuhan ruang jadi pertimbangan
Tidak semua pasutri baru mencari mobil kecil. Sebagian justru ingin kendaraan yang lebih fleksibel untuk membawa barang bawaan atau dipakai bersama keluarga.
Daihatsu Xenia 1.3 tahun 2011 menawarkan format 7-seater dengan ruang yang lebih longgar. Konsumsi BBM-nya sekitar 12 hingga 14 km per liter, dengan harga bekas di kisaran Rp 65 juta hingga Rp 95 juta.
Keunggulan Xenia ada pada ketersediaan suku cadang yang sangat melimpah hingga ke pelosok daerah. Faktor ini sering menjadi alasan utama mobil tersebut tetap dicari di pasar bekas.
Toyota Etios Valco tahun 2013 juga layak dipertimbangkan untuk pembeli yang ingin harga lebih rendah tetapi tetap irit. Konsumsi BBM mobil ini berada di kisaran 12 hingga 18 km per liter, dengan harga bekas sekitar Rp 60 juta hingga Rp 80 juta.
Nilai tambah Etios Valco terletak pada kemudahan mencari onderdil. Komponennya dinilai mudah ditemukan karena mesinnya memiliki kemiripan dengan Toyota Agya.
Hal yang perlu dicek sebelum membeli
Harga murah dan konsumsi irit tetap belum cukup untuk menentukan pilihan akhir. Pembeli perlu memeriksa kondisi fisik mobil secara menyeluruh dan melakukan test drive agar tahu apakah unit yang dipilih benar-benar layak pakai.
Pemeriksaan di bengkel terpercaya juga penting untuk memastikan kondisi mesin. Selain itu, buku servis perlu dilihat untuk membaca riwayat perawatan.
Keaslian dokumen seperti BPKB dan STNK juga harus diverifikasi sejak awal. Dengan rentang harga mulai Rp 55 juta hingga Rp 130 juta, tujuh model ini memberi pilihan yang cukup luas bagi pasutri baru dengan kebutuhan yang berbeda.
Source: www.suara.com




