Mugello menjadi panggung paling lengkap bagi Aprilia Racing saat Marco Bezzecchi dan Jorge Martin mengunci finis 1-2 di MotoGP Italia. Hasil itu bukan hanya menghadirkan kemenangan besar di depan publik tuan rumah, tetapi juga menandai sejumlah catatan bersejarah bagi pabrikan asal Noale.
Bezzecchi memulai hari dengan modal kuat dari pole position dan mampu menjaga ritme balapnya dengan rapi. Pembalap Italia itu baru mengambil alih posisi terdepan pada lap ke-14, lalu mempertahankannya sampai bendera finis untuk meraih kemenangan ke-10 dalam kariernya di kelas utama MotoGP.
Kemenangan tersebut juga menjadi yang keempat baginya sepanjang musim 2026. Yang membuatnya semakin menonjol, seluruh kemenangan Bezzecchi di MotoGP diraih di 10 sirkuit berbeda, sebuah capaian yang menyamai rekor nama-nama besar seperti Wayne Gardner, Freddie Spencer, dan Casey Stoner.
Bagi Bezzecchi, keberhasilan di Mugello punya nilai emosional tersendiri. Ia mengaku sejak kecil sudah sering datang ke sirkuit itu bersama keluarganya untuk menyaksikan MotoGP, sehingga kemenangan di sana terasa jauh lebih istimewa.
Di belakangnya, Jorge Martin menjaga konsistensi dari awal sampai akhir balapan. Pembalap Spanyol itu tampil stabil di posisi kedua dan tidak memberi banyak ruang bagi para rival untuk mengganggu finis podium Aprilia.
Hasil Martin melanjutkan momentum positif setelah sebelumnya juga finis runner-up pada Sprint Race MotoGP Italia 2026. Ia menilai motor Aprilia bekerja sangat baik sepanjang akhir pekan dan mengaku senang melihat keberhasilan tim di hadapan para penggemar yang memenuhi area bawah podium.
Finis 1-2 ini juga punya arti besar bagi Aprilia Racing dalam konteks sejarah mereka di MotoGP. Mugello menjadi sirkuit ke-11 yang berhasil mereka menangi di kelas utama, sekaligus kemenangan pertama Aprilia di lintasan tersebut.
Catatan itu menambah daftar prestasi Aprilia menjadi 13 kemenangan di MotoGP, sementara kemenangan di Mugello menjadi yang ketujuh bagi mereka sepanjang musim 2026. Angka tersebut juga menegaskan bahwa ini adalah musim paling produktif Aprilia dalam satu tahun kejuaraan.
Selain itu, hasil di Mugello menambah daftar finis 1-2 Aprilia menjadi lima kali di kelas utama MotoGP. Secara total, pabrikan ini juga sudah mengumpulkan 307 kemenangan di ajang FIM Grand Prix World Championship.
Performa seluruh paket RS-GP26 turut memberi kontribusi besar dalam hasil akhir tersebut. Ai Ogura mampu bangkit dan finis keempat, sedangkan Raúl Fernández menyelesaikan balapan di posisi kesembilan.
Mugello sendiri menjadi salah satu akhir pekan paling menonjol bagi Aprilia karena juga menghadirkan catatan kecepatan baru. Jorge Martin mencatat kecepatan tertinggi sepanjang sejarah MotoGP dengan 368,6 km/jam pada sesi FP2, lalu rekor itu disamai Bezzecchi pada Sprint Race.
Bezzecchi juga menorehkan rekor lap baru Sirkuit Mugello saat kualifikasi Q2 dengan waktu 1 menit 43,921 detik. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyebut akhir pekan itu sebagai salah satu momen paling bersejarah bagi tim karena hampir semua rekor yang mungkin dicapai di sirkuit tersebut berhasil mereka pecahkan di hadapan publik Italia.
Dengan performa Bezzecchi, Martin, dan seluruh paket RS-GP26, Aprilia Racing tampil sebagai salah satu kekuatan paling menonjol di MotoGP 2026. Hasil di Mugello memperlihatkan bahwa mereka bukan hanya cepat, tetapi juga makin matang dalam memanfaatkan peluang di panggung besar.
Source: www.medcom.id




