Kemampuan BAIC BJ40 Plus untuk berpindah ke mode 4H saat mobil masih melaju menjadi salah satu daya tarik yang paling menonjol dari SUV off-road ini. Fitur shift on the fly tersebut membuat pengemudi tidak harus menghentikan kendaraan lebih dulu hanya untuk mengubah karakter penggerak roda.
Pada BJ40 Plus, perpindahan dari 2H ke 4H dapat dilakukan selama kecepatan tidak melebihi 20 kpj. Skema ini memberi kemudahan ketika mobil menghadapi kondisi jalan yang berubah-ubah, terutama saat pengemudi perlu menyesuaikan traksi tanpa mengganggu ritme berkendara.
Pengoperasiannya dibuat sederhana melalui knob penggerak roda. Mekanismenya bekerja secara elektris dan disebut mudah digunakan, bahkan digambarkan mirip memutar knob volume.
Saat mode dipindahkan, sistem membutuhkan beberapa detik untuk masuk sepenuhnya ke pengaturan yang dipilih. Selama proses itu berlangsung, lampu indikator akan berkedip, lalu berhenti setelah mode benar-benar aktif.
BAIC BJ40 Plus dipasarkan di Indonesia oleh Beijing Automotive Group melalui PT Jio Distribusi Indonesia. Mobil ini masuk ke segmen SUV off-road yang mengedepankan karakter tangguh, baik dari tampilan maupun kemampuan jelajahnya.
Dari sisi desain, eksterior BJ40 Plus memiliki karakter yang disebut identik dengan Jeep Wrangler. Kabinnya juga menghadirkan nuansa yang mengingatkan pada Mercedes-Benz G Class, sementara bumper depan yang tinggi mempertegas kesan siap melintasi berbagai medan.
Di balik tampilannya, BJ40 Plus dibekali mesin 4 silinder DOHC turbocharged 2.000 cc. Tenaganya mencapai 221 dk pada 5.500 rpm, dengan torsi 380 Nm pada rentang 1.750 hingga 4.500 rpm.
Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi otomatis ZF 8 percepatan. Kombinasi ini menunjukkan bahwa BJ40 Plus tidak hanya mengandalkan tampilan, tetapi juga punya bekal performa yang mendukung penggunaan SUV penggerak empat roda.
Dalam pengujian KabarOto, perpindahan gigi pada transmisi BJ40 Plus terasa cukup halus. Karakter serupa juga muncul saat sistem 4×4 dipindahkan dari 2H ke 4H melalui tombol, sesuatu yang jarang diasosiasikan dengan kendaraan off-road.
Mobil ini juga disebut cukup stabil ketika dimanuver. Pengujian dilakukan di trek off-road JSI yang mencakup lintasan berbatu, lumpur, hingga genangan air, sehingga sistem penggerak empat roda dan sasisnya dapat terlihat bekerja dalam situasi nyata.
Bagi pengguna yang menginginkan SUV off-road dengan pengoperasian praktis, fitur shift on the fly menjadi nilai tambah yang kuat. Dengan mode 4H yang bisa diaktifkan saat mobil berjalan hingga 20 kpj, BJ40 Plus menawarkan transisi yang lebih mudah dari jalan normal ke medan yang lebih berat.
Source: kabaroto.com




