Sampah Rumah Kini Bisa Bayar Angsuran BTN, Programnya Menjangkau 15 Kota

Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu membuat cara membayar cicilan rumah terasa lebih dekat dengan aktivitas harian warga. Lewat skema ini, sampah anorganik dari rumah tangga dapat diubah menjadi nilai ekonomi yang masuk ke rekening BTN.

BTN menempatkan langkah tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong pengurangan emisi dari rumah tangga. Bagi bank pelat merah itu, sampah tidak lagi hanya dipandang sebagai limbah, tetapi juga sebagai sumber manfaat finansial yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Sampah rumah jadi bagian dari ekosistem pembiayaan

Pelaksanaan program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus. Masyarakat dapat menyetorkan sampah anorganik, lalu hasilnya dihitung menjadi nilai ekonomi yang terhubung dengan pembayaran angsuran.

BTN melihat model ini sebagai kebiasaan baru yang dapat dimulai dari rumah. Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan perusahaan ingin mendorong perubahan perilaku yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung lingkungan.

“BTN percaya pengurangan emisi bisa dimulai dari rumah. Melalui kolaborasi dengan komunitas bank sampah lokal, kami ingin masyarakat merasakan bahwa setor sampah di BTN menjadi lebih cuan sekaligus ikut menjaga lingkungan,” ujar Setiyo saat kunjungan ke Bank Sampah Muria Berseri Kudus.

Jenis sampah yang bisa disetor

Program ini menerima sampah anorganik yang umum ditemui di rumah tangga. Jenis yang bisa disetor meliputi plastik, kardus, aluminium, besi, dan kaca.

Seluruh sampah yang masuk kemudian diubah menjadi nilai ekonomi. Mekanisme ini memberi manfaat finansial bagi nasabah sekaligus membantu mengurangi beban lingkungan dari sampah rumah tangga.

Capaian awal dan rencana perluasan

Hingga Maret 2026, program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu telah mengumpulkan lebih dari 1.261 kilogram sampah. Jumlah itu berasal dari 21 klaster perumahan yang sudah terlibat dalam program.

Capaian tersebut menjadi dasar bagi BTN untuk memperluas pelaksanaan program ke wilayah yang lebih luas. Bank itu menyebut ekspansi akan dilakukan ke 8 provinsi dan 15 kota di Indonesia.

Dorongan dari besarnya persoalan sampah rumah tangga

BTN juga menyoroti besarnya kontribusi sampah rumah tangga terhadap total sampah nasional. Mengutip data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, rumah tangga menyumbang sekitar 46,3% dari total produksi sampah nasional atau setara 34,1 juta ton per tahun.

Dari jumlah itu, baru 31,3% atau sekitar 10,7 juta ton yang berhasil dikelola. Angka tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperkuat pengelolaan sampah dari level rumah tangga.

BTN ingin hadir lebih dekat dengan kebiasaan nasabah

Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan program ini juga mempererat hubungan BTN dengan masyarakat. Menurut dia, BTN ingin hadir bukan hanya saat nasabah membeli rumah, tetapi juga saat membentuk kebiasaan baru yang bernilai ekonomi.

“BTN ingin hadir tidak hanya saat masyarakat membeli rumah, tetapi juga mendukung kebiasaan baru yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” kata Hermita.

Dengan skema ini, angsuran rumah tidak hanya dipandang sebagai kewajiban pembayaran. BTN menghubungkannya dengan perilaku ramah lingkungan yang bisa dilakukan dari rumah dan memberi dampak ekonomi langsung.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button