Mulai awal Januari 2027, bulu tangkis internasional akan memasuki fase baru setelah Federasi Bulutangkis Dunia atau BWF menyetujui perubahan sistem skor pertandingan. Format 15×3 akan menggantikan pola 21×3 yang selama ini dipakai, sehingga setiap laga resmi nantinya berjalan dengan tiga gim yang masing-masing berakhir di angka 15.
Keputusan itu disahkan dalam rapat tahunan BWF di Horsens, Denmark, dan muncul dari voting yang menunjukkan dukungan mayoritas anggota. Dalam 87th BWF Annual General Meeting, hasil suara mencatat 198 pihak menyetujui dan 43 menolak, angka yang memperlihatkan perubahan ini mendapat penerimaan luas di tingkat federasi.
Perubahan tersebut bukan sekadar pergantian angka di papan skor. Dalam format baru, setiap poin akan punya pengaruh lebih besar karena batas kemenangan per gim jauh lebih pendek dibandingkan format lama.
Kondisi ini akan mengubah cara pemain membaca jalannya pertandingan sejak awal. Start yang lambat bisa menjadi lebih mahal, sementara momentum akan menjadi faktor yang semakin menentukan karena ruang untuk mengejar ketertinggalan tidak lagi sebesar sebelumnya.
Dampak pada ritme pertandingan
Dengan target 15 poin per gim, durasi laga diperkirakan menjadi lebih singkat. Tempo pertandingan juga berpotensi meningkat karena pemain tidak lagi memiliki waktu sepanjang pada format 21 poin untuk membangun permainan secara perlahan.
Situasi itu akan menuntut kesiapan penuh sejak servis pertama. Di bawah aturan baru, selisih poin kecil dapat cepat mengarah pada penentuan hasil gim, sehingga kontrol ritme dan efisiensi permainan akan menjadi aspek yang semakin penting.
Perubahan ini juga diperkirakan memengaruhi pendekatan taktik para atlet. Pemain dan pelatih perlu menyesuaikan pola latihan agar bisa lebih cepat masuk ke intensitas pertandingan dan tidak kehilangan momen penting di poin-poin awal.
Respons Indonesia terhadap aturan baru
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia atau PBSI menyebut sistem skor 15 poin x 3 gim itu akan mulai berlaku pada 4 Januari 2027. Dengan jarak waktu menuju penerapan, federasi-federasi anggota BWF masih memiliki kesempatan untuk menyiapkan penyesuaian.
PBSI juga menyatakan akan segera mengkaji dampak perubahan tersebut. Langkah itu dinilai penting agar atlet Indonesia tetap siap menghadapi sistem baru ketika format ini resmi digunakan di turnamen-turnamen internasional.
Bagi negara-negara anggota BWF, validasi aturan baru ini membuka periode transisi yang perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Persiapan fisik, pengelolaan tempo, dan strategi menyerang sejak awal akan menjadi bagian yang makin diperhatikan dalam masa penyesuaian.
Di level kompetisi internasional, format 15×3 akan menjadi standar baru yang mengubah ritme pertandingan bulu tangkis. Semua pihak kini bergerak menuju penyesuaian sebelum aturan itu benar-benar berlaku pada 4 Januari 2027.
Source: www.cnnindonesia.com




