Skrining Preeklamsia Sejak Awal Kehamilan, Langkah Penting Menekan Risiko Stunting

Pencegahan stunting tidak lagi cukup dibicarakan setelah bayi lahir. Upaya itu perlu dimulai sejak masa kehamilan, terutama saat risiko preeklamsia muncul dan dapat mengganggu pertumbuhan janin sejak awal.

Preeklamsia menjadi perhatian karena gangguan kehamilan ini bisa memicu kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Dua kondisi tersebut kerap dikaitkan dengan stunting, sehingga deteksi dini pada ibu hamil dianggap penting untuk memperkecil risiko sejak dalam kandungan.

Risiko yang muncul sebelum bayi lahir

Preeklamsia tidak hanya berdampak pada ibu, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi janin selama kehamilan. Jika gangguan ini tidak dikenali lebih cepat, peluang terjadinya lahir sebelum waktunya dan bayi dengan bobot rendah akan semakin besar.

Kedua kondisi itu menjadi bagian dari rantai risiko yang sering berhubungan dengan stunting. Karena itu, pencegahan tidak cukup dipusatkan pada masa tumbuh kembang setelah anak lahir, melainkan perlu dimulai jauh lebih awal saat kehamilan masih berjalan.

Skrining cepat di layanan dasar

Deteksi preeklamsia kini didukung oleh perangkat medis seperti USG, patient monitor, tablet Android, dan aplikasi digital. Kehadiran alat-alat ini membantu skrining di fasilitas kesehatan tingkat pertama agar tenaga kesehatan dapat mengenali risiko dengan lebih cepat dan lebih akurat.

Fasilitas seperti puskesmas menjadi pintu pertama bagi banyak ibu hamil untuk mendapatkan pemeriksaan. Jika alat skrining tersedia dan digunakan dengan baik, peluang menemukan tanda bahaya kehamilan sejak awal akan semakin besar.

Di Garut, Jawa Barat, PT Bank Central Asia Tbk melalui Bakti BCA menyalurkan satu paket alat deteksi dini preeklamsia ke Puskesmas Cisompet. Bantuan tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan ibu hamil sekaligus mendukung penurunan stunting dari hulu.

Edukasi tidak bisa dipisahkan dari pemeriksaan

Deteksi dini tidak akan berjalan optimal tanpa pemahaman ibu hamil tentang risiko kehamilan. Karena itu, pemeriksaan langsung perlu dibarengi sosialisasi agar hasil skrining dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah yang sesuai.

Dalam kegiatan di Gedung Prof. Sujudi, Kementerian Kesehatan, ibu hamil mendapat kesempatan melakukan skrining langsung, termasuk layanan Mini Medical Check-Up atau MCU. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pencegahan tidak hanya bergantung pada alat, tetapi juga pada akses informasi dan pemeriksaan yang mudah dijangkau.

Pencegahan dari hulu menjadi kunci

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari hulu. Ia menjelaskan bahwa rangkaian pencegahan mencakup remaja, kesiapan keluarga, kesehatan ibu selama kehamilan, hingga tumbuh kembang anak.

Pandangan tersebut menempatkan kesehatan ibu hamil sebagai salah satu titik paling strategis dalam rantai pencegahan stunting. Bila fase kehamilan terpantau dengan baik, risiko gangguan pada bayi dapat ditekan lebih awal.

Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono juga menyebut bantuan alat deteksi dini preeklamsia sebagai bagian dari upaya yang sudah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir untuk mendukung pencegahan stunting. Ia berharap langkah itu dapat membantu menurunkan Angka Kematian Ibu di Indonesia.

Penguatan fasilitas, edukasi ibu hamil, dan pemeriksaan rutin saling melengkapi dalam menjaga kualitas kehamilan. Dengan skrining yang tepat sejak awal, tenaga kesehatan memiliki peluang lebih besar untuk mencegah komplikasi yang dapat memengaruhi kondisi bayi setelah lahir.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button