Suzuki Landy Hybrid 2026 hadir sebagai pilihan MPV keluarga yang posisinya justru lebih tinggi dibanding Toyota Noah, meski keduanya berbagi basis yang sangat dekat. Di Jepang, model ini dipasarkan hanya dalam varian hybrid dan dibuka dengan harga yang membuatnya tampak lebih premium dari saudara kembarnya.
Yang menarik, Landy tidak hanya bermain di sisi harga. Suzuki juga memberi opsi tujuh dan delapan penumpang, sehingga model ini ditujukan untuk keluarga dengan kebutuhan kabin yang berbeda-beda.
Wajah baru dengan karakter lebih tegas
Dari luar, Landy masih menunjukkan identitas sebagai hasil rebadge engineering. Namun Suzuki memberi sentuhan berbeda lewat bumper depan dan body kit dari varian tinggi agar tampilannya terasa lebih agresif dibanding Toyota Noah atau Voxy standar.
Bagian depan mobil ini juga dibuat mencolok lewat grille bertingkat berukuran besar. Di area itu, emblem Suzuki dan garnish berwarna bodi di bagian atas kisi-kisi ikut memperjelas identitas merek.
Pilihan warna eksterior Landy dibuat sederhana. Suzuki hanya menyediakan platinum white pearl mica, metal stream metallic, dan neutral black.
Kabin lebih fleksibel untuk keluarga
Perubahan penting lain terlihat di ruang penumpang. Untuk pertama kalinya, Landy hadir dengan konfigurasi delapan penumpang, setelah sebelumnya hanya tersedia dalam format tujuh kursi.
Di bagian kokpit, Suzuki juga menyegarkan tampilan dengan material soft pad pada dashboard. Panel instrumen kini memakai layar 7 inci yang lebih besar untuk memberi kesan lebih modern.
Meski begitu, Landy belum mengikuti kelengkapan digital milik Toyota Noah. Model ini tidak membawa panel instrumen digital 12,3 inci maupun head unit layar sentuh 8 inci dan 10,25 inci seperti pada model Toyota.
Suzuki bahkan menyediakan konfigurasi audioless dari pabrik. Artinya, pembeli perlu memilih sendiri sistem infotainment dan navigasi opsional dengan ukuran layar 7 hingga 9 inci.
Mesin bensin diganti sistem hybrid
Pembaruan terbesar ada pada sektor penggerak. Suzuki menghentikan penggunaan mesin bensin 2.0 liter non-hybrid dan menggantinya sepenuhnya dengan sistem hybrid self-charging.
Sistem tersebut menggabungkan mesin 1.8 liter naturally aspirated dengan satu atau dua motor listrik. Untuk varian AWD E-Four, Suzuki juga menambahkan mode berkendara baru bernama Snow Extra.
Fitur itu ditujukan untuk membantu traksi di jalan bersalju dan kondisi musim dingin khas Jepang. Meski belum ada keterangan soal revisi suspensi atau sasis, Landy disebut ikut menikmati peningkatan kenyamanan berkendara dan peredaman kabin yang sudah diterapkan pada Toyota Noah terbaru.
Harganya melampaui Toyota Noah
Landy Hybrid G sudah mulai dijual di Jepang dengan banderol yang lebih tinggi dari Toyota Noah sebagai basis pengembangannya. Varian FWD dipasarkan 3.845.600 yen, sedangkan varian AWD dibanderol 4.128.300 yen.
Sebagai pembanding, Toyota Noah dibuka dari 3.261.500 yen. Selisih ini membuat Landy ditempatkan sebagai opsi yang lebih premium, meski secara teknis keduanya nyaris identik.
Berikut gambaran harga yang disebutkan:
| Model | Varian | Harga |
|---|---|---|
| Suzuki Landy Hybrid G | FWD | 3.845.600 yen |
| Suzuki Landy Hybrid G | AWD | 4.128.300 yen |
| Toyota Noah | — | 3.261.500 yen |
Targetnya tidak besar, tapi tetap punya ceruk
Suzuki menargetkan penjualan sekitar 1.200 unit per tahun untuk Landy. Angka itu menunjukkan model ini diposisikan lebih sebagai pelengkap lini produk, bukan andalan penjualan volume besar.
Bagi konsumen Jepang yang menginginkan MPV premium dengan jaringan diler dan layanan Suzuki, Landy tetap menawarkan paket yang menarik. Namun, mereka harus membayar lebih mahal untuk mobil yang pada dasarnya berbagi banyak komponen dengan Toyota Noah dan Voxy.
Source: www.oto.com




