Pertandingan Indonesia melawan Oman di Stadion Gelora Bung Karno datang dengan beban yang tidak kecil. Selain menguji kesiapan tim, laga uji coba FIFA Matchday pada Jumat (5/6/2026) pukul 20.00 WIB itu juga membuka kembali ingatan pada rekor pertemuan yang lebih sering menguntungkan lawan.
Situasi Garuda semakin menantang karena skuad tidak turun dengan kekuatan penuh. John Herdman harus menyusun ulang rencana permainan setelah beberapa pemain penting dipastikan absen, sementara Indonesia tetap dituntut tampil kompetitif di hadapan publik sendiri.
Skuad pincang, tugas Herdman makin berat
Indonesia tidak bisa menurunkan Jay Idzes karena cedera. Thom Haye dan Shane Pattynama juga belum dapat dimainkan karena masih menjalani hukuman larangan bertanding.
Kondisi itu membuat Herdman harus mencari komposisi terbaik dari pemain yang tersedia. Laga ini pun berubah menjadi ajang penting untuk menguji kedalaman skuad sekaligus melihat seberapa cepat tim merespons perubahan taktik.
Dalam situasi seperti ini, detail kecil bisa sangat berpengaruh. Respons pemain terhadap penyesuaian peran dan perubahan susunan akan ikut menentukan apakah Indonesia bisa menjaga keseimbangan permainan.
Catatan pertemuan lebih memihak Oman
Oman datang ke GBK dengan modal psikologis yang cukup baik dari sejarah pertemuan kedua tim. Indonesia dan Oman sudah bertemu enam kali, tetapi Garuda hanya meraih dua kemenangan.
Dari enam pertemuan itu, Indonesia baru sekali bermain imbang. Tiga laga lainnya berakhir untuk keunggulan Oman, sehingga lawan asal Timur Tengah tersebut tidak termasuk tim yang nyaman dihadapi Indonesia.
Kemenangan terakhir Indonesia atas Oman juga sudah sangat lama. Garuda menang 3-0 pada 1988 dalam turnamen King’s Cup di Bangkok, sehingga duel kali ini ikut membawa bayangan rekor lama tersebut.
Dua tim sama-sama datang dengan pekerjaan rumah
Laga di Jakarta ini tidak hanya penting bagi Indonesia. Oman juga membawa beban evaluasi karena sama-sama gagal di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Oman menutup perjuangan di Grup A sebagai juru kunci. Indonesia juga mengakhiri fase tersebut di posisi terakhir klasemen akhir Grup B.
Kondisi itu membuat pertemuan di GBK menarik sebagai ukuran awal pembenahan kedua tim. Indonesia membutuhkan ajang seperti ini untuk melihat kemampuan pemain menghadapi lawan yang secara historis menyulitkan sekaligus menguji struktur permainan yang sedang dibangun ulang.
Masih ada satu uji coba lain di rumah sendiri
Setelah menghadapi Oman, Indonesia belum selesai menjalani rangkaian laga di GBK. Tim Garuda masih akan bertemu Mozambik pada Selasa (9/6/2026) di stadion yang sama.
Dua pertandingan ini memberi ruang bagi Indonesia untuk mengukur konsistensi permainan selama jeda internasional awal Juni. Fokus tim akan tertuju pada adaptasi taktik, efisiensi serangan, dan kestabilan lini belakang di tengah absennya beberapa pemain inti.





