Teddy Indra Wijaya Punya Harta Rp 20,1 Miliar Tanpa Utang, Jauh Di Atas Dino Patti Djalal Saat Usia 45

Perbandingan harta antara Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan diplomat senior Dino Patti Djalal kembali menyita perhatian karena selisihnya terlihat sangat lebar. Di atas kertas LHKPN, Teddy yang masih berusia sekitar 37 tahun tercatat memiliki kekayaan bersih Rp 20,1 miliar, jauh di atas Dino saat berusia 45 tahun dengan harta Rp 10,65 miliar.

Yang membuat angka itu semakin menonjol adalah status finansial keduanya yang berbeda. Teddy tercatat tanpa utang, sedangkan Dino masih menanggung kewajiban Rp 1,15 miliar ketika menjabat Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

Aset Teddy tersebar di beberapa pos

Jika dilihat lebih rinci, kekayaan Teddy tidak hanya bertumpu pada satu jenis aset. Porsi terbesarnya datang dari lima bidang tanah dan bangunan dengan nilai total Rp 9,04 miliar, disusul harta bergerak lainnya senilai Rp 7,7 miliar.

Ia juga mencatat uang kas dan setara kas sebesar Rp 2,1 miliar. Di sisi kendaraan, Teddy memiliki tiga mobil, yakni Toyota Jeep LC HDTP, Toyota Fortuner, dan Honda CRV, dengan total nilai Rp 1,21 miliar.

Total harta Teddy dalam LHKPN periodik 2025 tercatat Rp 20.116.632.669. Laporan itu disampaikan pada Maret 2026, dan angka tersebut disebut naik sekitar Rp 4,7 miliar dalam setahun.

Dino punya komposisi aset yang lebih kecil

Pada periode yang dibandingkan, Dino Patti Djalal juga punya aset yang didominasi properti. Namun nilainya berada jauh di bawah Teddy, karena tanah dan bangunan miliknya di Jakarta Selatan tercatat senilai Rp 6,08 miliar.

Untuk kendaraan, Dino melaporkan dua unit mobil pribadi dengan total nilai Rp 800 juta. Ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 2,07 miliar, lalu kas dan setara kas sebesar Rp 286 juta.

Berbeda dengan Teddy, posisi Dino masih terbebani utang Rp 1,15 miliar. Karena itu, kekayaan bersihnya berada di angka Rp 10.650.000.000 saat ia menjabat dubes pada 2010.

Selisih yang mencolok di hampir semua pos

Bila dibedah per komponen, Teddy unggul hampir di semua kategori. Selisih paling terasa terlihat pada harta bergerak lainnya, kas, dan total kekayaan bersih yang hampir dua kali lipat dari milik Dino.

Perbedaan itu juga tampak pada kendaraan. Teddy mencatat aset kendaraan senilai Rp 1,21 miliar dari tiga mobil, sementara Dino mencatat Rp 800 juta dari dua mobil.

Angka-angka tersebut membuat posisi Teddy terlihat lebih kuat, bukan hanya karena total hartanya lebih besar, tetapi juga karena ia tidak memiliki utang sama sekali. Di sisi lain, Dino harus berbagi antara aset yang dimiliki dan kewajiban finansial yang masih tercatat.

Latar usia dan jabatan ikut jadi sorotan

Perbandingan ini menarik perhatian karena usia dan posisi keduanya berbeda. Dino tercatat lahir pada 1965 dan saat data kekayaannya dicatat masih berusia 45 tahun, sedangkan Teddy yang diperkirakan lahir pada 1989 berada di usia sekitar 37 tahun dalam data yang dibandingkan.

Sorotan terhadap kekayaan keduanya muncul di tengah pembahasan publik soal anggaran kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo. Dari situ, data LHKPN ikut menjadi bahan pembacaan publik terhadap pejabat yang sedang berada di pusat perhatian.

Meski konteks utamanya berbeda, perbandingan ini memperlihatkan bagaimana angka dalam laporan harta kekayaan bisa menciptakan jarak yang sangat besar antara dua figur publik. Dalam kasus Teddy dan Dino, jarak itu tampak bukan hanya pada total nilai harta, tetapi juga pada struktur aset dan ada tidaknya utang.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button