Tekan Biaya Tambang Lewat R 9100 Generasi 8, Konsumsi BBM Bisa Turun Hingga 20%

Tekanan biaya di tambang membuat efisiensi alat berat menjadi perhatian utama, terutama karena bahan bakar masih menyerap porsi besar dari operasional. Di tengah tuntutan produktivitas dan dorongan dekarbonisasi, Liebherr Mining memperkenalkan ekskavator R 9100 Generasi 8 yang diklaim mampu memangkas konsumsi bahan bakar hingga 20%.

Alat ini hadir bukan hanya sebagai mesin gali berkapasitas besar, tetapi juga sebagai unit yang dirancang lebih hemat dan lebih mudah dipantau. Dengan pendekatan itu, R 9100 G8 diposisikan untuk menjawab kebutuhan tambang yang semakin ketat terhadap biaya, efisiensi, dan keandalan kerja.

Efisiensi jadi sorotan utama

R 9100 G8 merupakan ekskavator kelas 100 ton yang tetap mengandalkan basis alat yang sudah teruji di lapangan. Pembaruan utamanya ada pada konsumsi bahan bakar, kontrol alat, dan keandalan komponen agar sesuai dengan karakter operasi tambang modern.

Liebherr menyediakan unit ini dalam konfigurasi backhoe dan face shovel. Selain itu, R 9100 G8 dibekali bucket berkapasitas 8 meter kubik yang disebut sebagai terbesar di kelasnya, sehingga cocok untuk pengangkutan material ke truk 45 hingga 100 ton.

Mesin utama yang digunakan adalah Liebherr D9512. Mesin tersebut telah dioptimalkan pada proses pembakaran supaya tenaga, ketepatan kerja, dan efisiensi tetap seimbang di berbagai kondisi tambang.

Teknologi yang menekan konsumsi BBM

Pembaruan yang paling menonjol datang dari penerapan Liebherr Power Efficiency atau LPE. Teknologi ini diklaim mampu menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 20% dibanding generasi sebelumnya.

Liebherr juga menyebut efisiensi total dapat meningkat sampai 30%, sehingga dampaknya terasa langsung pada biaya operasional. Klaim tersebut menjadi penting karena biaya bahan bakar di industri pertambangan bisa mencapai 40% dari total biaya operasional.

Dalam hitungan perusahaan, penghematan dari satu unit bisa mencapai 100.000 liter bahan bakar per tahun. Angka ini menunjukkan bahwa efisiensi pada satu alat saja dapat memberi pengaruh besar terhadap struktur biaya tambang.

Pengujian di Indonesia memberi gambaran nyata

Indonesia menjadi pasar strategis bagi Liebherr karena kebutuhan operasionalnya dinilai kompleks. Karena itu, pengujian produk dilakukan langsung di lapangan domestik agar hasilnya sesuai dengan karakter kerja tambang di Indonesia.

Managing Director Liebherr Indonesia Christian Bombenger mengatakan validasi di Tanjung Enim menunjukkan adanya nilai nyata untuk operasi tambang di Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa R 9100 G8 hadir untuk menjawab kebutuhan pelanggan atas alat berat yang andal, efisien, dan relevan dengan tantangan industri saat ini.

Dalam kerja sama dengan PT Madhani Talatah Nusantara di Tanjung Enim, Sumatra Selatan, unit ini mencatat rata-rata waktu operasi 411 jam per bulan. Tingkat ketersediaannya juga mencapai 92% sepanjang September 2024 hingga Desember 2025.

Studi produksi pada unit tersebut menunjukkan produktivitas tinggi dengan efisiensi bahan bakar yang kompetitif. Hasil itu memperkuat posisi R 9100 G8 sebagai pilihan yang relevan untuk kebutuhan tambang di Indonesia.

Terhubung dengan sistem digital

Selain penghematan BBM, R 9100 G8 juga disiapkan untuk masuk ke ekosistem digital Liebherr melalui kompatibilitas penuh dengan IoMine. Integrasi ini memberi akses ke fitur bantuan dan pemantauan yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Fitur yang tersedia mencakup Skyview 360°, Bucket Filling Assistant, Data View, dan Data Services. Melalui sistem tersebut, operator dan pengelola alat dapat memantau kinerja secara real-time dan menyesuaikan operasi dengan lebih cepat.

Pendekatan digital seperti ini menjadi semakin penting karena industri tambang membutuhkan operasi yang aman, efisien, dan saling terhubung. Dalam konteks itu, alat berat modern tidak lagi hanya dinilai dari kemampuan menggali, tetapi juga dari visibilitas data dan kontrol yang lebih presisi.

Regional Sales Manager Liebherr Mining Bertrand Bedo menyebut peluncuran R 9100 G8 sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung transformasi industri pertambangan. Ia menekankan bahwa efisiensi energi, keandalan operasional, dan digitalisasi menjadi kebutuhan utama pelanggan saat ini.

Liebherr menyatakan R 9100 G8 sudah tersedia untuk dipesan. Produksi seri konfigurasi backhoe dijadwalkan mulai kuartal II 2026, sementara konfigurasi face shovel akan menyusul pada kuartal III 2026.

Source: mediaindonesia.com
Exit mobile version