Xiaomi Indonesia belum menutup kemungkinan harga ponsel naik di tengah tekanan biaya yang datang dari pelemahan rupiah. Di saat kondisi kurs dan pasokan komponen masih bergerak tidak menentu, perusahaan bahkan memberi sinyal agar calon pembeli tidak terlalu lama menunda keputusan.
Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, mengatakan perusahaan memantau situasi ini secara menyeluruh. Ia menyebut tekanan tidak hanya berasal dari nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, tetapi juga dari kondisi rantai pasok global yang masih sulit diprediksi.
Biaya produksi ikut tertekan
Menurut Andi, harga perangkat smartphone sangat dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berhubungan. Salah satu yang paling terasa saat ini adalah kelangkaan komponen RAM dan memori, yang ikut menambah beban biaya produksi.
Xiaomi menilai situasi tersebut tidak bisa dibaca dari kurs saja. Pergerakan harga komponen di industri juga menjadi perhatian karena dapat berubah cepat dan ikut memengaruhi arah biaya produk.
Saat ditanya soal kemungkinan harga perangkat Xiaomi ikut terdorong naik, Andi tidak memberi jawaban pasti. Ia tidak memastikan kenaikan akan terjadi, namun juga tidak menutup peluang itu.
“ Saya tidak menjawab tidak (terjadi kenaikkan harga), saya juga tidak menjawab ya. Tapi memengaruhi? Ya, pasti akan memengaruhi. Dolar naik, memori juga masih langka, tentu faktor-faktor itu berpengaruh,” ujarnya.
Strategi produk ikut disesuaikan
Di tengah tekanan tersebut, Xiaomi menyiapkan penyesuaian strategi produk agar tetap kompetitif di pasar Indonesia. Fokusnya adalah menghadirkan perangkat yang paling relevan bagi konsumen di berbagai segmen harga.
Andi menegaskan bahwa nilai sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh banderolnya. Manfaat dan fitur yang diterima konsumen juga menjadi pertimbangan penting dalam penyusunan strategi perusahaan.
Karena itu, Xiaomi ingin terus menawarkan produk yang sesuai dengan target audiens. Pendekatan ini dipakai untuk menjaga daya saing sekaligus memberi nilai lebih bagi konsumen yang mencari keseimbangan antara harga dan fitur.
Pesan untuk calon pembeli
Andi juga memberi isyarat bahwa dinamika harga smartphone masih bisa berlanjut jika tekanan biaya tidak mereda. Karena itu, ia menyarankan konsumen yang memang sudah berniat membeli perangkat baru untuk bergerak lebih cepat.
“Semakin cepat membeli, semakin baik. Akan ada kemungkinan harga naik lagi,” kata Andi. Ia menambahkan, waktu terjadinya perubahan harga belum bisa dipastikan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pelemahan rupiah sudah langsung masuk ke pertimbangan bisnis produsen smartphone. Dampaknya tidak hanya terasa pada industri secara umum, tetapi juga pada keputusan harga dan arah produk yang akan ditawarkan di Indonesia.
Source: selular.id




