Telekonsultasi Jadi Andalan Karyawan, Halodoc Bidik Efisiensi Biaya Kesehatan Perusahaan

Beban biaya kesehatan yang terus menanjak membuat perusahaan mencari cara yang lebih efisien untuk menjaga karyawan tetap sehat. Di tengah tekanan itu, Halodoc for Business menawarkan pendekatan digital-first yang menempatkan telekonsultasi sebagai pintu awal layanan medis.

Melalui model ini, karyawan dapat terhubung langsung dengan dokter profesional tanpa harus selalu datang ke fasilitas kesehatan. Halodoc menilai cara tersebut relevan karena sebagian besar kebutuhan medis memang dapat diselesaikan secara digital, sehingga proses layanan menjadi lebih cepat dan tidak banyak mengganggu jam kerja.

Telekonsultasi jadi penyaring awal

Halodoc merilis Indonesia Health Insights Q2 2026 menjelang Hari Buruh 1 Mei. Dalam laporan itu, telekonsultasi diposisikan sebagai langkah pertama untuk menekan kunjungan rawat jalan yang sebenarnya tidak diperlukan.

Periode observasi 30 hingga 90 hari menunjukkan hingga 95 persen kasus kronis dan 94 persen kasus akut dapat diselesaikan tanpa tatap muka. Temuan ini memperlihatkan bahwa banyak keluhan medis umum dapat ditangani lebih cepat melalui konsultasi online.

Bagi perusahaan, pola seperti ini membantu menjaga produktivitas karena karyawan tidak harus menghabiskan waktu di antrean layanan kesehatan. Di saat yang sama, klaim rawat jalan dalam sistem konvensional berpeluang lebih terkendali.

Tekanan inflasi medis dan kebutuhan solusi baru

Konteks tersebut makin penting karena inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 15,1 persen pada 2026. Angka itu disebut sebagai salah satu yang tertinggi di Asia Pasifik.

Halodoc juga menyoroti bahwa lebih dari 69 persen populasi Indonesia berada di usia produktif. Kondisi itu membuat kesehatan karyawan menjadi aset strategis yang berdampak langsung pada kelangsungan bisnis.

Chief Human Capital Halodoc, Thomas Suhardja, menekankan bahwa produktivitas tidak hanya dinilai dari output kerja. Ia menyebut kondisi fisik dan mental karyawan ikut menentukan kualitas kontribusi di tempat kerja.

“Produktivitas bukan hanya soal seberapa banyak pekerjaan yang diselesaikan, tetapi seberapa optimal seseorang bisa berkontribusi saat kondisi kesehatannya terjaga,” ujar Thomas.

Layanan digital untuk kebutuhan perusahaan

Lewat Halodoc for Business, perusahaan dapat mengakses layanan kesehatan digital dalam satu ekosistem. Salah satu layanan yang ditawarkan adalah Digital Cashless Outpatient atau DCO, yang menyediakan konsultasi dokter online 24 jam serta pengiriman obat tanpa pembayaran langsung, terhubung dengan asuransi karyawan.

Halodoc juga menawarkan Third Party Administrator berbasis AI yang diklaim mampu menekan biaya operasional hingga 18 persen. Sistem ini disebut tetap menjaga akurasi verifikasi saat memproses klaim dan administrasi kesehatan.

Head of Business Strategy Halodoc, Puspa Angelia, menjelaskan bahwa telekonsultasi bukan pengganti pemeriksaan langsung. Fungsinya adalah menyaring kebutuhan agar kunjungan fisik hanya dilakukan ketika benar-benar perlu.

“Telekonsultasi tidak menggantikan pemeriksaan langsung, tetapi membantu memastikan kunjungan fisik dilakukan hanya saat benar-benar dibutuhkan,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, Halodoc mendorong perusahaan mengelola kesehatan karyawan secara lebih efisien sekaligus menjaga akses layanan medis tetap mudah dijangkau. Model digital-first itu juga diarahkan untuk membantu perusahaan menekan biaya kesehatan hingga 15 persen per tahun.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button