Nama Terrano kembali mencuri perhatian, kali ini lewat wujud yang jauh lebih modern dan elektrifikasi. Nissan memperkenalkan Terrano PHEV Concept di Auto China 2026 sebagai penanda arah baru bagi SUV legendaris itu di era kendaraan energi baru.
Konsep ini tidak sekadar menghidupkan nama lama, tetapi juga menunjukkan bagaimana Nissan membangun kembali identitas Terrano untuk pasar yang menuntut teknologi lebih bersih, lebih bertenaga, dan tetap punya karakter SUV yang kuat. Posisi model ini pun dibuat jelas sebagai SUV menengah dengan pendekatan yang lebih serius, namun masih membawa citra tangguh yang selama ini melekat pada Terrano.
Terrano masuk ke fase baru
Bagi banyak penggemar SUV, nama Terrano identik dengan model konvensional yang pernah cukup dikenal di beberapa pasar. Model terakhirnya disebut hadir sekitar 2016 dan berbasis Dacia Duster, sehingga kehadiran versi konsep ini menjadi lompatan besar dalam arah pengembangannya.
Nissan menempatkan Terrano PHEV Concept sebagai bagian dari strategi elektrifikasi yang lebih luas. Pengembangan model ini juga dilakukan bersama mitra lokal di China, yang menegaskan bahwa pasar tersebut punya peran penting dalam peta inovasi Nissan untuk kendaraan energi baru.
Dipasang di tengah jajaran SUV Nissan
Dalam susunan produk Nissan, Terrano PHEV Concept ditempatkan di antara X-Trail dan Patrol. Posisi ini memberi sinyal bahwa Terrano baru tidak dibangun sebagai SUV kecil, melainkan sebagai model menengah yang membawa kesan lebih premium.
Strategi tersebut juga memperlihatkan target yang lebih spesifik. Nissan tampaknya ingin menghadirkan SUV yang bisa memadukan kemampuan, efisiensi, dan citra modern tanpa menghilangkan aura petualangan yang menjadi ciri utama Terrano.
Desainnya tetap menunjukkan karakter SUV sejati
Dari sisi tampilan, Terrano PHEV Concept tetap mengusung bahasa desain yang tegas. Proporsi bodinya terlihat tinggi dan kokoh, lalu diperkuat dengan lampu LED modern, skid plate, tow hook, serta dudukan ban serep eksternal di bagian belakang.
Elemen-elemen itu membuat Terrano tetap mudah dikenali sebagai SUV berkarakter kuat. Nissan tampaknya sengaja mempertahankan identitas dasarnya agar nama Terrano tidak kehilangan akar meski teknologi yang dibawa kini sudah masuk ke ranah elektrifikasi.
Mesin bensin dan motor listrik dipadukan
Di bagian teknis, Terrano PHEV Concept mengandalkan sistem plug-in hybrid yang menggabungkan mesin bensin 1.5 liter dan motor listrik. Kombinasi ini menghasilkan tenaga total sekitar 320 kW dengan torsi hingga 800 Nm, angka yang menempatkannya sebagai konsep dengan orientasi performa tinggi.
Platform yang digunakan juga disebut sama dengan Frontier Pro PHEV. Ini menunjukkan adanya pemanfaatan teknologi lintas model dalam pengembangan kendaraan elektrifikasi Nissan, sehingga arah pengembangannya terlihat lebih efisien dan saling terhubung.
Debut di China, tetapi targetnya lebih luas
Meski tampil perdana di China, Nissan menegaskan bahwa versi produksinya akan dipasarkan secara global. Artinya, Terrano PHEV Concept tidak diposisikan hanya sebagai proyek regional, melainkan sebagai model yang berpeluang masuk ke lebih banyak pasar internasional.
Arah tersebut penting karena memperlihatkan ambisi Nissan dalam memperluas lini SUV elektrifikasi di luar China. Jika rencana produksinya berlanjut, model ini bisa menjadi salah satu opsi baru bagi konsumen yang mencari SUV berteknologi hybrid dengan tampilan tangguh dan posisi produk yang lebih matang.
Kehadiran Terrano PHEV Concept di Auto China 2026 pada akhirnya memperlihatkan bagaimana Nissan menghidupkan kembali nama lama dengan pendekatan yang sangat berbeda. Dengan dukungan sistem plug-in hybrid, tenaga besar, desain yang tetap berotot, serta rencana pemasaran global, Terrano kini bergerak menuju peran baru di segmen SUV elektrifikasi.