Tertinggal 0-3, Cavaliers Dihadapkan Pada Tiga Kunci Untuk Menahan Laju Knicks Di Game 4

Cleveland datang ke Game 4 dengan satu tugas yang sangat jelas: memutus laju Knicks sebelum seri ini selesai lebih cepat. New York hanya butuh satu kemenangan lagi untuk menuntaskan Final Wilayah Timur, dan bila itu terjadi, mereka akan kembali ke NBA Finals untuk pertama kalinya dalam 27 tahun.

Situasinya tidak hanya soal bertahan dari tekanan, tetapi juga soal menahan tim yang justru semakin nyaman saat berada di ambang penutupan seri. Knicks sudah membuktikan itu dengan kemenangan besar di Atlanta pada Game 6 putaran pertama, lalu sempat unggul sangat jauh saat Game 4 semifinal wilayah melawan Philadelphia.

Efisiensi Knicks Jadi Ancaman Terbesar

Masalah utama Cleveland tetap sama: serangan Knicks sangat efisien. Selama 13 laga playoff, mereka mencatat effective field goal percentage 59,3 persen, angka terbaik dalam sejarah NBA playoffs.

Pencapaian itu bahkan jauh melampaui performa mereka di musim reguler yang berada di 55,7 persen. Jika dibandingkan dengan expected effective field goal percentage mereka yang hanya 52,6 persen, serangan Knicks tampil sekitar 13 persen lebih baik dari perkiraan awal.

Ancaman itu datang dari banyak arah. OG Anunoby dan Landry Shamet sama-sama sangat berbahaya dari luar garis tiga angka dengan akurasi di atas 50 persen, sementara Jalen Brunson dan Mikal Bridges juga sangat efektif sebagai pasangan serangan.

Keduanya tercatat menggabungkan 51 dari 102 pada tembakan pull-up dua poin. Bagi Cavaliers, angka-angka itu menunjukkan bahwa Knicks tidak bergantung pada satu sumber serangan saja.

Awal Laga Menjadi Titik Paling Rawan

Cleveland tidak bisa kembali masuk ke pola tertinggal cepat seperti yang sering mereka alami sepanjang playoff ini. Mereka sudah tertinggal dua digit dalam 11 dari 17 laga playoff, dan Game 3 menjadi kali kelima mereka tertinggal dua digit pada kuarter pertama.

Kondisi itu membuat mereka harus mengubah cara membuka pertandingan. Secara keseluruhan, Cavaliers kalah 7,1 poin per 100 possessions dalam 17 kuarter pertama mereka di playoff.

Masalah di awal laga juga terlihat dari sisi offense. Pada kuarter pertama, Cleveland hanya menghasilkan 105,7 poin per 100 possessions dan melakukan lebih dari 20 turnover per 100 possessions.

Itu sebabnya start pertandingan menjadi sangat krusial. Knicks sendiri punya catatan 46-6 saat unggul dua digit di musim reguler, lalu 10-1 ketika memimpin dua digit di playoff.

Cleveland Mencari Cara Meningkatkan Serangan

Salah satu jalan yang mulai dipertimbangkan adalah perubahan lineup. Susunan utama Cavaliers memang tidak buruk dalam dua laga pertama, tetapi produktivitasnya masih terbatas, dengan 69 poin dari 66 offensive possessions atau 105 per 100 sepanjang seri ini.

Dean Wade bukan satu-satunya penyebab masalah ofensif, tetapi kontribusinya juga belum besar. Dalam 67 menit, ia hanya melepaskan sembilan tembakan.

Cavaliers punya beberapa opsi untuk menaikkan level serangan. Sam Merrill, Max Strus, dan Jaylon Tyson menjadi nama yang bisa memberi dorongan berbeda dari bangku cadangan atau melalui penyesuaian susunan pemain.

Merrill menjadi salah satu opsi yang paling menarik karena angka kolektifnya bersama empat starter lainnya cukup positif. Dalam menit tersebut, Cavaliers mencetak 80 poin dari 66 offensive possessions atau 121 per 100, dan Merrill juga mulai menunjukkan sentuhan yang lebih baik dari luar busur.

Pada Sabtu, ia memasukkan 2 dari 4 tripoin setelah sebelumnya gagal pada 7 percobaan di Game 2. Itu memberi Cavaliers alasan tambahan untuk melihat kembali kombinasi yang bisa membantu mereka menciptakan awal laga yang lebih stabil.

Brunson Tetap Jadi Fokus Pertahanan

Di sisi pertahanan, perhatian utama Cavaliers tetap tertuju pada Jalen Brunson. Dean Wade selama ini menjadi defender utama untuk menghadapi Brunson, tetapi Cavaliers juga kerap melakukan pergantian penjagaan saat screen datang.

Karena itu, siapa yang memulai penjagaan terhadap Brunson tidak sepenting memastikan defender terbaik selalu tetap dekat dengan pencetak angka utama Knicks tersebut. Tantangannya justru ada pada cara Cleveland mempertahankan konsistensi itu sepanjang possession.

Knicks sudah menunjukkan bahwa mereka mampu menghukum pertahanan Cavaliers lewat banyak skema. Dalam dua laga terakhir, pemain yang dijaga Donovan Mitchell memasang 21 ball-screen untuk Brunson.

Dari situ, Knicks menghasilkan 25 poin dari 19 peluang, atau 1,32 poin per peluang, pada Game 2 dan Game 3. Angka itu menegaskan betapa sulitnya Cleveland menjaga ritme bertahan ketika Knicks mulai memindahkan bola dan memaksa keputusan berulang.

Bagi Cavaliers, Game 4 bukan hanya soal menghentikan efisiensi serangan lawan. Mereka juga harus menemukan cara untuk keluar dari pola tertinggal cepat yang sudah terlalu sering membuat mereka bermain dari belakang.

Source: www.nba.com

Baca Juga

Back to top button