Di tengah dominasi pop melankolis, The Papas memilih jalur yang berbeda untuk memperkenalkan diri. Lewat single debut “Menghilang”, band ini justru menghidupkan kembali warna pop rock yang pernah kuat pada era 2005-2006 dengan sentuhan yang terasa lebih modern.
Langkah itu membuat kehadiran mereka langsung menonjol. Bukan hanya karena mereka datang sebagai pendatang baru, tetapi juga karena sejak awal sudah menunjukkan arah musikal yang tegas dan tidak mengikuti arus yang sedang ramai dipakai banyak musisi lain.
The Papas beranggotakan Sky pada vokal, Bradley pada keyboard, Metz pada gitar, dan Cahyonoyz pada drum. Nama band ini dipilih untuk mencerminkan latar belakang para personelnya yang tetap berkarya di tengah tanggung jawab sebagai kepala keluarga.
Pilihan nama tersebut memberi lapisan makna tersendiri pada identitas mereka. Kehadiran The Papas tidak hanya dibangun dari sisi musik, tetapi juga dari kedekatan dengan pengalaman hidup yang akrab bagi banyak pendengar dewasa muda.
Single “Menghilang” menjadi langkah awal untuk memperlihatkan karakter itu. Lagu ini tidak diposisikan sekadar sebagai debut, melainkan sebagai pernyataan awal tentang warna musik yang ingin mereka bawa ke industri.
Dari sisi tema, lagu ini mengangkat perpisahan mendadak yang meninggalkan rasa kehilangan dan penyesalan. Ada juga dorongan emosional untuk bisa memutar waktu kembali ketika hubungan berakhir tanpa kesiapan.
Windu, penulis lagu tersebut, menyebut karya ini lahir dari emosi yang dekat dengan banyak orang. Ia menjelaskan bahwa lagu itu dibangun dari rasa kehilangan, penyesalan, dan kerinduan terhadap hubungan yang berakhir tanpa kesiapan.
Proses kreatif “Menghilang” dimulai sejak Agustus 2025. Lagu ini kemudian melewati lima hingga enam kali revisi sebelum akhirnya dibawa sebagai single debut.
Windu juga menuturkan bahwa inspirasi awal datang dari fenomena hubungan asmara generasi Z. Dari sana, ia menambahkan sudut pandang personal agar emosi lagunya terasa lebih kuat dan lebih mudah dirasakan pendengar.
Bradley, yang juga berperan sebagai arranger, melihat pop rock sebagai ruang yang tepat untuk menghadirkan kembali nuansa era 2005-2006. Menurutnya, genre itu masih relevan jika dikemas dengan pendekatan yang lebih modern.
The Papas memang tidak ingin terdengar terlalu keras seperti rock murni. Di sisi lain, mereka juga tidak ingin larut dalam pop yang sudah banyak dipakai musisi lain.
Pilihan itu menjadi cara mereka mencari ruang di tengah peta musik saat ini. Dengan pop rock, band ini ingin menawarkan sesuatu yang akrab bagi pendengar lama, tetapi tetap terasa baru untuk generasi sekarang.
Sky juga menghadapi tantangan tersendiri saat rekaman. Dengan latar belakang rock yang kuat, ia harus menahan karakter vokalnya agar tetap terdengar manis dan emosional sesuai kebutuhan lagu.
“Saya harus menahan karakter rock saya supaya tetap ada rasa dan emosi yang ingin disampaikan,” ujar Sky tentang proses itu. Penyesuaian tersebut ikut membentuk bagaimana “Menghilang” hadir sebagai lagu debut yang memperkenalkan arah musikal The Papas.
Melalui rilis perdana ini, The Papas menunjukkan bahwa mereka datang dengan konsep yang cukup matang. Mereka menggabungkan tema emosional, identitas personal, dan pilihan genre yang berbeda dari arus utama untuk membangun posisi di industri musik Indonesia.
Source: mediaindonesia.com




