Arsenal kembali dikaitkan dengan kebutuhan memperkuat sisi kanan pertahanan, tetapi kali ini sorotan bukan hanya soal bertahan. Nama Trent Alexander-Arnold muncul karena dinilai mampu memberi sentuhan kreativitas dari lini belakang, sesuatu yang dianggap bisa menambah variasi permainan tim Mikel Arteta.
Dorongan itu datang setelah Arsenal gagal menuntaskan musim dengan trofi Liga Champions usai kalah dari PSG lewat adu penalti di final. Meski sudah mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun untuk juara Liga Premier, evaluasi skuad tetap berjalan karena target musim depan menuntut kualitas yang lebih lengkap.
Kebutuhan Arsenal yang semakin jelas
Masalah yang paling mencuat ada pada bek kanan yang tidak hanya kuat menjaga area sendiri, tetapi juga mampu ikut membangun serangan. Musim lalu, Ben White dan Jurrien Timber sempat sering diganggu cedera, sehingga kebutuhan akan opsi yang lebih stabil terasa semakin penting.
Di titik inilah Alexander-Arnold masuk ke pembahasan. Teddy Sheringham menilai struktur permainan Arsenal sudah cukup rapi untuk menampung karakter bek kanan Real Madrid itu, terutama karena tim memiliki organisasi bertahan yang kuat.
Menurut Sheringham, sistem seperti itu dapat membuat Alexander-Arnold lebih leluasa menjalankan perannya. Ia menilai beban bertahan sang pemain tidak harus terlalu besar jika bekerja dalam lini belakang yang solid dan terkoordinasi.
Peran sistem dalam menonjolkan kualitas Alexander-Arnold
Sheringham juga menyoroti cara publik kerap menilai bek yang tampil menonjol dalam fase menyerang tetapi disorot saat bertahan. Ia menilai kritik terhadap Alexander-Arnold sering muncul karena pemain itu dibiarkan menghadapi situasi sulit tanpa dukungan kolektif yang cukup.
Dalam pandangannya, bek mana pun dapat terlihat buruk bila harus bekerja sendirian. Ia bahkan menyebut contoh seperti Harry Maguire di Manchester United, lalu mengaitkannya dengan nama Tony Adams dan Steve Bruce sebagai ilustrasi bahwa kualitas individu tetap sangat dipengaruhi oleh struktur di belakangnya.
“Jika itu terjadi pada Tony Adams atau Steve Bruce, mereka juga akan terlihat buruk. Dalam lini belakang yang terorganisasi dan bekerja sebagai satu unit, Trent akan jauh lebih efektif,” kata Sheringham. Ia percaya Mikel Arteta dapat memaksimalkan kemampuan pemain internasional Inggris itu bila diberi peran yang tepat.
Situasi di Real Madrid ikut memberi konteks
Pindahnya Alexander-Arnold ke Real Madrid pada musim panas 2025 juga menjadi bagian dari alasan mengapa nama itu kembali dibicarakan. Sejauh ini, ia disebut belum memberi dampak besar di La Liga, dengan catatan 21 penampilan dan empat assist sepanjang musim 2025/2026.
Sheringham menilai keadaan seperti itu justru bisa membuka peluang bagi Arsenal. Ia menyebut organisasi permainan The Gunners sebagai alasan mengapa skenario kepindahan kembali ke Liga Premier dapat terasa masuk akal, meski penggemar Liverpool tentu tidak ingin melihatnya kembali ke Anfield.
“Mungkinkah kita melihat Trent Alexander-Arnold kembali ke Liga Premier? Fans Liverpool tentu tidak ingin dia kembali ke Anfield,” kata Sheringham seperti dikutip dari Boyle Sports. Ia menambahkan bahwa Arsenal punya pondasi yang cukup kuat untuk membuat ide tersebut berhasil.
Dinamika bek kanan juga bergerak di tempat lain
Di saat yang sama, Real Madrid juga disebut sedang memikirkan masa depan posisi bek kanan. Fabrizio Romano melalui media sosial X melaporkan bahwa manajer baru Real Madrid, Jose Mourinho, mempertimbangkan rekrutan baru setelah kepergian Dani Carvajal.
Beberapa nama yang muncul adalah Pedro Porro dari Tottenham Hotspur, Denzel Dumfries dari Inter Milan, dan Ivan Fresneda dari Sporting CP. Porro sendiri menanggapi kabar ketertarikan itu dengan hati-hati saat diwawancarai Cadena SER pada Maret 2026.
Ia mengatakan fokusnya tetap pada kondisi saat ini dan masih merasa perlu berkembang untuk bisa bermain di tim terbaik dunia. Saat ini Porro masih terikat kontrak dengan Tottenham Hotspur hingga musim panas 2028, dengan catatan 152 penampilan, 13 gol, dan 26 assist untuk klub London tersebut.
Bagi Arsenal, pembicaraan soal Alexander-Arnold tidak hanya menyentuh nama besar, tetapi juga kebutuhan taktis yang sudah terlihat sejak musim lalu. Jika Arteta ingin bek yang bisa menjaga struktur sekaligus menghidupkan serangan dari belakang, nama itu kini berada di jalur diskusi yang semakin serius.
Source: www.pdiperjuanganbali.id




