Vivo S60 Bawa Baterai 7.200mAh dan Isi Cepat 90W, Daya Tahan Naik Tanpa Kompromi

Vivo S60 mulai menarik perhatian bukan karena desainnya lebih dulu, melainkan karena kombinasi daya dan pengisian yang dibawanya. Ponsel ini sudah dikonfirmasi memakai baterai Blue Ocean 7.200mAh, lalu tetap dipasangkan dengan pengisian cepat kabel 90W melalui USB Type-C.

Paket tersebut membuat Vivo S60 langsung terlihat menonjol di kelasnya. Di saat banyak perangkat harus memilih antara kapasitas besar atau kecepatan isi ulang, Vivo justru mempertahankan keduanya pada satu perangkat.

Fokus utama ada di baterai

Kepastian soal kapasitas baterai datang dari Product Manager Vivo, Han Boxiao, yang membagikannya lewat Weibo. Angka 7.200mAh itu naik 700mAh dibanding Vivo S50, yang hadir di China pada Desember 2025 dengan baterai 6.500mAh.

Kenaikan ini menempatkan Vivo S60 sebagai perangkat yang sangat memperhatikan daya tahan. Bagi pengguna yang mengutamakan pemakaian panjang, peningkatan kapasitas tersebut menjadi salah satu poin paling mudah dilirik.

Meski baterainya jauh lebih besar, Vivo tidak mengubah angka pengisian cepat kabelnya. Vivo S60 tetap membawa dukungan 90W, sehingga baterai jumbo itu tidak harus dibayar dengan waktu pengisian yang lebih lambat.

Ada dukungan pengelolaan daya tambahan

Vivo juga menambahkan fitur yang berkaitan langsung dengan manajemen baterai. Kapasitas 7.200mAh itu disebut mendukung “Global Direct Drive Power Supply 2.0” untuk membantu mengelola suhu selama pengisian berlangsung.

Selain itu, ada fitur “Micro Electric Wizard 2.0” yang diklaim bisa menyimpan tugas pengguna sebelum ponsel benar-benar kehabisan daya. Dua fitur ini menunjukkan bahwa Vivo tidak hanya mengejar angka besar, tetapi juga pengalaman pakai yang lebih stabil.

Pendekatan itu membuat fokus Vivo S60 tidak berhenti pada ketahanan baterai semata. Perusahaan tampak ingin memastikan perangkat tetap nyaman dipakai saat diisi daya maupun ketika kondisi baterai menipis.

Keamanan biometrik ikut jadi nilai jual

Di luar sektor daya, Vivo S60 juga dipastikan membawa pemindai sidik jari ultrasonik 3D. Vivo memosisikan fitur ini sebagai salah satu pembeda penting pada perangkat tersebut.

Perusahaan bahkan menyebut S60 akan menjadi ponsel pertama di rentang harganya yang memakai pemindai sidik jari 3D sebagai fitur standar. Klaim itu memperlihatkan bahwa Vivo ingin memberi identitas produk yang tidak hanya bertumpu pada kapasitas baterai.

Vivo juga menyebut sensor ini punya waktu pengenalan 0,1 detik. Waktu inputnya disebut berada di angka 1 detik, sehingga sisi kecepatan dan kenyamanan tetap mendapat perhatian besar.

Desainnya mulai diperlihatkan

Han Boxiao lebih dulu membocorkan arah desain Vivo S60 sebelum rincian spesifikasi lain diumumkan. Dari teaser yang sudah ditunjukkan, perangkat ini memakai panel belakang datar dan layar datar.

Bodi ponsel disebut menggunakan “unibody cold-carved glass”. Pada salah satu varian warna yang ditampilkan, yaitu putih, bingkai ponsel terlihat datar dengan warna perak, sementara bagian belakang memperlihatkan nuansa biru.

Di sisi kanan perangkat terlihat tombol daya dan tombol volume. Ada juga dua garis antena pada bingkai yang mempertegas kesan desainnya yang tegas dan rata.

Peluncuran tinggal menunggu waktu

Vivo memastikan S60 akan meluncur di China dalam waktu dekat, meski tanggal pastinya belum diumumkan. Hingga sekarang, perusahaan masih membuka informasi secara bertahap menjelang pengenalan resmi.

Sejauh ini, detail yang sudah muncul memang terpusat pada baterai, pengisian cepat, sensor sidik jari, dan tampilan luar. Vivo menyebut rincian lain akan diungkap dalam beberapa hari mendatang.

Dengan arah seperti ini, Vivo S60 tampak disiapkan untuk menarik perhatian lewat dua hal yang paling mudah menjual sebuah ponsel, yakni daya tahan dan fitur premium. Kombinasi baterai 7.200mAh, pengisian 90W, dan pemindai sidik jari 3D membuat perangkat ini makin menonjol sebelum resmi diperkenalkan.

Source: www.gadgets360.com

Baca Juga

Back to top button