Google sedang mendorong Wear OS 7 ke arah yang jauh lebih fungsional di pergelangan tangan. Pembaruan ini tidak hanya menampilkan notifikasi dan data kebugaran, tetapi juga menempatkan AI, otomatisasi tugas, dan informasi real-time sebagai bagian utama pengalaman smartwatch.
Arah baru itu membuat jam tangan pintar diposisikan sebagai alat bantu aktif, bukan sekadar layar kecil untuk melihat informasi. Di saat banyak perangkat wearable masih berkutat pada pelacakan aktivitas, Wear OS 7 diarahkan agar bisa ikut menjalankan tindakan harian.
AI mulai jadi pusat pengalaman
Salah satu sorotan terbesar ada pada integrasi AI yang lebih dalam. Google mengklaim Wear OS 7 menawarkan daya tahan baterai 10% lebih baik dibanding Wear OS 6, sebuah peningkatan yang penting karena baterai masih menjadi keluhan utama pengguna smartwatch.
Di sisi kecerdasan buatan, Gemini Intelligence akan hadir ke smartwatch Wear OS tertentu pada akhir tahun ini. Google belum membuka daftar perangkat yang akan menerimanya, dan fitur itu disebut hanya tersedia pada model Wear OS terpilih.
Jam tangan ikut menjalankan tugas
Perubahan paling terasa ada pada otomatisasi tugas untuk aplikasi ponsel tertentu. Lewat fitur ini, pengguna bisa meluncurkan dan memantau otomatisasi langsung dari smartwatch, sehingga pergelangan tangan ikut berperan sebagai pengendali aktivitas harian.
Google menyebut pengalaman tersebut ditenagai Gemini Spark. Dalam contoh yang ditampilkan, pengguna dapat memberi perintah suara ke Gemini untuk melakukan tindakan seperti memesan dari DoorDash.
Untuk mendukung para pengembang, Google juga menambahkan AppFunctions API. Antarmuka ini dibuat agar asisten dan agen AI lebih mudah diintegrasikan ke Wear OS 7.
Tampilan utama bergeser ke widget
Perubahan besar lain terjadi pada tampilan utama jam tangan. Google mengganti Tiles layar penuh yang selama ini bisa digeser dengan Wear Widgets baru.
Widget ini hadir dalam ukuran 2×1 dan 2×2, mirip format widget di smartphone. Google menyebut pendekatan itu lebih fleksibel dan dinamis, sekaligus menjaga konsistensi sistem di berbagai perangkat.
Dengan format baru ini, informasi cepat di jam tangan terasa lebih modular. Wear OS 7 juga tampak ingin menyatukan pengalaman sekilas lihat dengan ekosistem Android yang lebih luas.
Informasi real-time lebih mudah diakses
Wear OS 7 turut membawa Live Updates ke smartwatch. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat informasi real-time hanya dengan sekali lirik di pergelangan tangan.
Google mengatakan pengalaman tersebut akan berjalan selaras di berbagai perangkat untuk aplikasi yang sama, termasuk smartphone dan smartwatch. Itu berarti pola pembaruan yang muncul di ponsel bisa hadir dengan pengalaman serupa di perangkat wearable.
Kegunaan praktisnya mencakup pelacakan ETA, status pengiriman, skor olahraga, dan informasi sejenis. Kehadiran Live Updates membuat smartwatch makin relevan sebagai layar sekunder untuk informasi cepat.
Kontrol media dan audio dibuat lebih rapi
Google juga memperbarui System Media Controls di Wear OS 7. Pengguna kini bisa mengatur aplikasi mana yang boleh otomatis menampilkan kontrol media di smartwatch.
Pengaturan per aplikasi ini membuat tampilan kontrol media terasa lebih relevan. Kontrol juga tidak lagi harus muncul dari aplikasi yang tidak diinginkan.
Pembaruan tersebut dipasangkan dengan remote audio output switcher baru. Fitur ini memudahkan perpindahan output audio antara ponsel, smartwatch, speaker, earbuds, dan perangkat lain.
Fokus kebugaran tetap ada
Meski banyak menonjolkan AI, Google tetap mempertahankan sisi kebugaran sebagai bagian penting. Wear OS 7 membawa Wear Workout Tracker sebagai pengalaman pelacakan fitness native yang berjalan langsung di smartwatch.
Sistem ini mencakup metrik kesehatan dasar seperti detak jantung, fitur kebugaran inti, dan mode olahraga. Bagi merek kebugaran, pendekatan ini mengurangi beban pengembangan karena mereka bisa memindahkan fitur ke Wear OS 7 tanpa harus membangun suite fitness khusus dari awal.
Google menyebut ASICS Runkeeper sebagai mitra besar pertama yang memakai Wear Workout Tracker. Langkah ini memperlihatkan upaya Google memperkuat ekosistem aplikasi olahraga dengan fondasi yang lebih siap pakai.
Wear OS 7 dijadwalkan meluncur pada paruh akhir 2026, bersamaan dengan hadirnya Watch Face Format v5. Untuk pengembang, Wear OS 7 Canary sudah tersedia mulai sekarang untuk simulasi, termasuk mencoba pembuatan watch face, peningkatan auto-size, dan opsi alignment baru di sistem yang akan datang.
Source: gadgets.beebom.com




