Windows 11 Dibenahi Dari Akar, Microsoft Pindahkan Fokus Ke Performa Dan Stabilitas

Microsoft mulai mengubah arah pengembangan Windows 11 melalui inisiatif internal bernama Windows K2. Fokusnya bukan menambah fitur baru sebanyak mungkin, melainkan membenahi keluhan yang paling sering muncul dari pengguna, terutama soal performa, stabilitas, dan kualitas antarmuka.

Langkah ini muncul ketika Windows 11 dinilai terlalu banyak mengejar tambahan seperti AI, sementara fondasi pengalaman sehari-hari dianggap tertinggal. Pavan Davuluri, presiden Windows, sempat mengakui adanya sejumlah “pain points” yang perlu segera ditangani, dan Windows K2 terlihat sebagai jawaban Microsoft atas kritik itu.

Bukan versi baru, melainkan perubahan arah

Windows K2 bukan rilis sistem operasi terpisah dan juga bukan satu paket pembaruan tunggal. Inisiatif ini dipahami sebagai program berkelanjutan untuk menjaga kualitas Windows tetap tinggi, baik pada versi yang sedang dipakai maupun pada pembaruan berikutnya.

Strategi tersebut disebut mulai disusun pada paruh kedua tahun lalu. Arah besarnya adalah membuat Windows 11 kembali terasa lebih layak dibanggakan oleh pengguna, dengan perbaikan yang akan terus berjalan hingga menjelang akhir 2026 dan berlanjut ke 2027.

Tiga pilar yang jadi prioritas

Microsoft menempatkan tiga fokus utama dalam Windows K2, yaitu performance, craft, dan reliability. Ketiganya dianggap sebagai fondasi utama pengalaman Windows karena masalah pada salah satunya bisa langsung memengaruhi penilaian terhadap seluruh platform.

Untuk memetakan pembenahan itu, Microsoft memakai berbagai sumber masukan. Data telemetry, Windows Insider, diskusi kelompok fokus dengan pelanggan, dan umpan balik pengguna menjadi bahan utama dalam penyusunan prioritas.

Performa jadi sorotan paling besar

Dokumentasi internal yang dilihat Windows Central menunjukkan Microsoft mengakui adanya penurunan performa di sejumlah area penting. File Explorer, game, serta elemen antarmuka seperti context menu termasuk bagian yang disebut perlu perhatian lebih serius.

Dalam beberapa benchmark, Windows 10 bahkan masih kerap terlihat lebih cepat dibanding Windows 11. Microsoft kini ingin membalik kondisi itu dengan perbaikan fondasional yang menargetkan pengalaman dasar terasa lebih ringan dan responsif.

Perhatian juga mengarah ke gaming. SteamOS disebut menjadi tolok ukur, dan Microsoft menargetkan performa gaming Windows bisa setara di perangkat keras yang sama melalui perubahan yang sedang disiapkan di lapisan dasar sistem.

File Explorer, pembaruan, dan konsumsi sumber daya

Salah satu sasaran penting Windows K2 adalah File Explorer. Microsoft ingin membuat navigasi file, pemrosesan, dan pencarian di dalam aplikasi itu berjalan lebih cepat, termasuk kemampuan pencarian nama file secara instan yang disebut masuk dalam pembaruan.

Windows Update juga masuk daftar pembenahan utama. Targetnya adalah sistem pembaruan yang lebih andal, dengan restart cukup dibutuhkan sekitar sebulan sekali, sekaligus proses instalasi yang lebih mulus.

Pada jalur yang sama, Microsoft ingin menunda pembaruan driver display dan audio hingga saat restart, bukan ketika perangkat sedang digunakan. Perusahaan juga berupaya memangkas beban Windows 11 dengan mengurangi penggunaan memori saat idle serta menekan jejak sistem agar terasa lebih ringan di perangkat kelas bawah tanpa mengorbankan kelancaran di perangkat kelas atas dan handheld gaming.

Tampilan dan pengendalian antarmuka ikut dibenahi

Aspek craft dalam Windows K2 menyentuh kualitas visual dan interaksi. Salah satu permintaan pengguna yang paling lama muncul, yakni kemampuan memindahkan dan mengubah ukuran Taskbar, sudah dipastikan akan kembali.

Microsoft juga memperkuat penggunaan WinUI 3 sebagai fondasi antarmuka internal. Dengan System Compositor baru untuk WinUI 3, Windows diarahkan agar elemen seperti Start menu dan Taskbar tetap responsif meski sistem sedang terbebani berat.

Start menu pun sedang dibangun ulang dari nol menggunakan WinUI 3. Versi baru ini diklaim bisa hingga 60% lebih cepat dan lebih responsif, serta memberi ruang kustomisasi seperti mengubah ukuran dan menyembunyikan bagian tertentu.

Keluhan soal iklan dan konten bawaan juga disentuh

Windows K2 tidak hanya menyasar performa dan tampilan, tetapi juga hal-hal yang kerap memicu keluhan pengguna. Microsoft disebut akan menghapus iklan dari Start menu, sebuah keputusan yang cukup besar dari sisi pengalaman pengguna.

Di Widgets Board, konten MSN tidak lagi akan tampil sebagai default. Fokusnya dipindahkan ke Widgets Panel, sementara MSN ditempatkan sebagai fungsi sekunder, bukan lagi pusat pengalaman.

Sejumlah perubahan dari Windows K2 sudah mulai dirilis, dan lebih banyak lagi dijadwalkan muncul dalam pratinjau dalam beberapa bulan mendatang. Arah utamanya jelas: mengembalikan Windows 11 ke kondisi yang lebih kuat lewat pembenahan fondasi, bukan sekadar menambah lapisan fitur baru.

Baca Juga

Back to top button