Woven City Bukan Sekadar Kota Coba-Coba, Toyota Uji Robot, AI, Dan Mobilitas Nyata Di Sana

Di Woven City, Toyota menguji masa depan mobilitas dengan cara yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kedai kopi, ruang belajar, robot, hingga layanan transportasi kecil dipakai sebagai tempat uji untuk melihat teknologi mana yang benar-benar bekerja saat dipakai langsung oleh warga.

Pendekatan itu membuat kota laboratorium di Jepang ini bukan sekadar proyek konsep, melainkan ruang observasi yang hidup. Dengan warga yang bersedia berbagi data dan pengalaman, Toyota bisa menilai apakah ide-ide seperti AI, robot, dan kendaraan otonom layak dibawa keluar dari laboratorium.

Kota yang dibangun untuk belajar

Woven City pertama kali diumumkan Toyota di ajang CES 2020 sebagai proyek besar di dekat Gunung Fuji. Lokasinya berada di bekas pabrik Higashi-Fuji yang selama 53 tahun memproduksi lebih dari 7,5 juta kendaraan Toyota sebelum ditutup pada 2020.

Toyota tidak merancang kawasan ini sebagai simulasi tertutup. Kota ini justru dibangun sebagai tempat uji yang aktif, sehingga para insinyur dapat mengamati langsung dampak dari teknologi yang mereka kembangkan dalam area yang kecil dan terpilih.

Saat ini, Woven City mulai dihuni para Weavers pada musim gugur 2025. Jumlah penduduk tetapnya sekitar 100 orang, ditambah sekitar 200 pekerja yang rutin datang untuk beraktivitas di sana.

Robot hadir dalam rutinitas warga

Di Woven City, robot tidak tampil sebagai atraksi sesaat. Kehadirannya menjadi bagian dari keseharian, sehingga warga bisa melihat saat sistem berjalan baik maupun ketika muncul gangguan.

Bagi keluarga, kondisi ini membuka bentuk pembelajaran yang tidak biasa. Kota Oishi, chief of product teams di Woven City, mengatakan anaknya yang berusia 10 tahun setiap hari mendatangi robot dan melaporkan bug yang ia temukan.

Menurut Oishi, kebiasaan itu membantu anak-anak dan pengembang berdiskusi “di atas dasar yang setara” saat membahas bagian yang rusak. Ia juga menilai keterlibatan semacam itu dapat memberi manfaat bagi orang tua karena anak ikut terlibat langsung dalam proses belajar teknologi.

Daisuke Toyoda, wakil presiden senior Woven by Toyota sekaligus putra Akio Toyoda, merangkum semangat kota tersebut dengan kalimat singkat: “Let’s just try it.” Pesan itu menegaskan bahwa Woven City didorong untuk terus bergerak meski kegagalan tetap mungkin terjadi.

Kamera di kafe menjadi sumber data AI

Salah satu eksperimen yang paling menarik datang dari kedai kopi UCC. Dengan persetujuan pelanggan, kamera di kafe mengirim data video ke Woven City AI Vision Engine, model vision-language milik Toyota.

Sistem itu membaca aktivitas pengunjung, termasuk apakah mereka sedang fokus ke layar laptop atau terdistraksi saat membaca. Data tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengembangkan cara pengolahan kopi yang diduga bisa membantu fokus.

Cara kerja ini menunjukkan bagaimana Toyota mencoba menghubungkan perilaku harian dengan pengembangan AI. Pendekatan seperti itu juga dinilai berpotensi dipakai di tempat lain, termasuk pada kendaraan masa depan yang bisa lebih peka membaca kebutuhan pengemudi.

Fungsi kota meluas ke pendidikan dan mobilitas

Eksperimen di Woven City tidak berhenti pada kafe dan robot. Z-kai, perusahaan pendidikan yang berdiri sejak 1931, termasuk inventors yang lebih awal bergabung dan berencana membuka taman kanak-kanak serta layanan after-school care di kota itu.

Perusahaan tersebut juga melihat peluang pemanfaatan teknologi di luar Woven City. Salah satu yang dinilai menjanjikan adalah perangkat tablet vertikal dari Woven by Toyota, yang memiliki kamera mengarah ke buku siswa dan membantu pembelajaran jarak jauh dengan proyeksi garis tepat di atas kertas untuk menyoroti bagian penting.

Di sisi mobilitas, Toyota menguji e-Palette BEV, Swake sebagai skuter berdiri tiga roda, Guide Mobi yang dapat menarik kendaraan penumpang secara nirkabel melalui kontrol guide-by-wire, serta shuttle otonom yang menghubungkan Woven City dengan stasiun kereta terdekat. Uji coba ini memberi data tentang bagaimana warga memakai layanan mobilitas dalam kehidupan nyata.

Woven by Toyota juga memanfaatkan kota tersebut untuk mengembangkan Arene, platform perangkat lunak yang sudah debut pada 2026 RAV4 dan akan hadir di lebih banyak model Toyota serta Lexus.

Eksperimen yang menjangkau lingkungan rumah dan udara

Ruang uji di Woven City juga dimanfaatkan untuk melihat teknologi yang berkaitan dengan suasana dalam ruangan. Daikin sedang menguji konsep “pollen-less space” untuk menciptakan lingkungan bebas serbuk sari.

Jika konsep itu berhasil, dampaknya bisa meluas ke penyempurnaan interior kendaraan di masa depan. Toyota tampaknya ingin menjadikan Woven City sebagai tempat untuk menguji ide-ide yang terlihat kecil, tetapi dapat memengaruhi arah produk yang masuk ke pasar.

Woven City memang belum dipenuhi ribuan penghuni seperti yang dibayangkan dalam rencana tiga tahapnya. Namun skala yang masih terbatas justru membuat kota ini mudah diamati, sehingga robot, AI, keterlibatan warga, dan eksperimen seperti kopi yang diawasi kamera bisa diuji sebagai teknologi yang mungkin dipakai lebih luas.

Baca Juga

Back to top button