Xperia 10 Mark 7 Tampil Makin Mirip Pixel, Sony Tetap Pertahankan Jack 3.5mm di Harga Rp7,3 Juta

Sony Xperia 10 Mark 7 menonjol bukan hanya karena harga Rp7,3 jutaan, tetapi karena keberaniannya mempertahankan fitur yang makin jarang ditemukan di kelas menengah. Di saat banyak ponsel terlihat seragam, perangkat ini justru membawa identitas yang tegas lewat desain baru, jack 3.5mm, dan pendekatan Sony yang tetap minimalis.

Perubahan paling mudah dikenali ada pada tampilan belakangnya. Modul kamera kini disusun horizontal, memberi kesan yang sekilas mengingatkan pada Google Pixel, meski karakter khas Xperia tetap dipertahankan.

Desain baru yang lebih ringan

Sony membekali Xperia 10 Mark 7 dengan bobot hanya 167 gram. Angka ini membuatnya terasa ringan untuk dipakai harian, terutama bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan genggaman.

Pilihan warna Turquoise atau hijau juga memberi sentuhan yang lebih berani. Di sisi perlindungan, layar ponsel ini sudah memakai Corning Gorilla Glass Victus 2.

Walau tampil lebih segar, Sony tidak meninggalkan gaya sederhana yang selama ini menjadi ciri lini Xperia. Bodinya tetap terlihat bersih dan tidak dipenuhi elemen visual yang berlebihan.

Layar tanpa notch dan spesifikasi harian

Sony masih setia pada layar tanpa notch maupun punch hole. Xperia 10 Mark 7 memakai panel OLED 6,1 inci Full HD+ dengan refresh rate 120Hz dan rasio 19,5:9.

Untuk kebutuhan harian, ponsel ini mengandalkan Snapdragon 6 Gen 3 yang dipadukan dengan RAM 8GB. Skor AnTuTu yang disebut mencapai 840.000 poin menempatkannya sebagai perangkat yang cukup meyakinkan untuk penggunaan sehari-hari, meski bukan untuk gamer berat.

Kombinasi layar, refresh rate tinggi, dan dua speaker depan membuatnya terasa cocok untuk menikmati video. Karakter ini semakin kuat karena Sony memang memberi perhatian besar pada pengalaman multimedia.

Jack 3.5mm dan slot yang tetap praktis

Salah satu daya tarik utamanya justru ada pada fitur yang sudah ditinggalkan banyak pabrikan. Xperia 10 Mark 7 masih membawa audio jack 3.5mm, sehingga pengguna earphone kabel tetap bisa memakainya tanpa adaptor.

Sony juga mempertahankan slot SIM dan micro SD yang bisa dibuka dengan kuku tanpa alat ejector. Detail seperti ini terlihat sederhana, tetapi menjadi pembeda penting bagi pengguna yang menyukai kepraktisan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan karakter Xperia yang tidak memaksakan perubahan ekstrem. Hasilnya, perangkat ini terasa familiar bagi pengguna lama dan tetap mudah dipahami.

Kamera, software, dan umur pakai

Di bagian belakang, Xperia 10 Mark 7 dibekali sensor utama 50MP dengan OIS dan EIS. Ada juga lensa ultra wide 13MP untuk melengkapi kebutuhan pemotretan.

Ponsel ini langsung menjalankan Android 16 dengan antarmuka Stock Android. Sony juga menjanjikan 4 tahun update Android dan 6 tahun update keamanan, yang menjadi salah satu nilai jual penting di kelas menengah.

Dukungan software yang panjang memberi rasa aman untuk pemakaian jangka lebih lama. Di saat banyak pengguna mempertimbangkan umur pakai perangkat, hal ini bisa menjadi faktor penentu.

Fokus kuat ke audio

Selain kamera dan software, Sony juga menempatkan audio sebagai salah satu daya tarik utama. Xperia 10 Mark 7 mendukung LDAC, DSEE Ultimate, dan Qualcomm aptX Adaptive.

Kehadiran speaker depan, codec audio lengkap, dan jack 3.5mm membuat ponsel ini terasa menonjol di sisi hiburan. Untuk pengguna yang peduli kualitas suara, paket tersebut menjadi kombinasi yang cukup jarang di pasar saat ini.

Sony membanderol Xperia 10 Mark 7 sekitar 81.000 Yen atau setara Rp7,3 jutaan dengan kurs Mei 2026. Dalam kotak penjualannya, Sony tidak menyertakan charger maupun kabel data, sehingga pendekatan minimalisnya konsisten dari desain hingga isi paket.

Baca Juga

Back to top button