147 Kader NasDem Jatim Dapat Bekal Politik Anggaran, Penutupan Bimtek 2026 Tekankan Fungsi Dewan

Sebanyak 147 anggota DPRD dari Fraksi Partai NasDem di kabupaten, kota, dan provinsi se-Jawa Timur baru saja mendapat penguatan kapasitas lewat bimbingan teknis pendalaman tugas yang menitikberatkan pada politik anggaran. Kegiatan ini diposisikan sebagai bekal agar kerja-kerja legislasi, pengawasan, dan penganggaran di daerah lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat.

Selama pelaksanaan di Vasa Hotel Surabaya, para peserta menerima materi yang dirancang lebih praktis dan teknis. Bahasan yang diberikan mencakup perencanaan anggaran, pembahasan APBD, pengawasan anggaran, serta komunikasi publik terkait kebijakan anggaran.

Penguatan fungsi dewan jadi perhatian utama

Penutupan bimtek dilakukan oleh Wasekjen DPP Partai NasDem Bidang Ideologi, Organisasi dan Kaderisasi, Dedy Ramanta. Ia menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti sebagai pengetahuan di ruang pelatihan.

“Harapannya, seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memperkuat fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan,” ujar Dedy, Rabu (22/4/2026).

Pernyataan itu menegaskan arah pelatihan yang memang disiapkan untuk mendukung tiga fungsi utama anggota DPRD. Dalam pandangan penyelenggara, penguasaan siklus anggaran daerah menjadi hal penting agar anggota dewan dapat bekerja lebih profesional saat menjalankan tugas di lapangan.

Materi dibuat lebih teknis dan dekat dengan kerja harian

Perwakilan DPW Partai NasDem Jawa Timur, H. Aminurokhman, menyebut rangkaian bimtek berjalan lancar dengan partisipasi aktif dari para peserta. Ia juga menjelaskan bahwa narasumber yang hadir berasal dari kalangan birokrat dan akademisi.

“Bimtek ini diikuti anggota DPRD Fraksi NasDem se-Jawa Timur dan menghadirkan narasumber dari kalangan birokrat dan akademisi,” kata Aminurokhman.

Ia menambahkan bahwa pendalaman selama tiga hari itu tidak hanya berhenti pada teori. Materi disusun agar langsung terkait dengan proses dari perencanaan hingga komunikasi publik atas kebijakan anggaran, sehingga mudah dipakai dalam tugas sehari-hari sebagai wakil rakyat.

Fokus pada satu isu agar pembahasan lebih dalam

Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur, Lita Machfud Arifin, menegaskan bahwa kegiatan ini sengaja diarahkan pada satu tema utama, yaitu politik anggaran. Pilihan itu membuat pembahasan berlangsung lebih mendalam dan aplikatif bagi para peserta.

Dengan fokus yang lebih sempit, materi dapat disusun lebih teknis dan lebih mudah diserap untuk kebutuhan kerja legislasi di daerah. Pendekatan tersebut juga dianggap membantu anggota dewan memahami hubungan antara penganggaran dan kepentingan publik secara lebih konkret.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem, Hermawi Taslim, saat membuka kegiatan menilai penguatan kapasitas anggota dewan sangat penting. Ia menekankan perlunya pengawalan kebijakan anggaran agar tetap tepat sasaran dan berpihak pada masyarakat.

“Bimtek ini penting untuk memperkuat kemampuan anggota dewan dalam mengawal kebijakan anggaran agar tepat sasaran dan berpihak pada masyarakat,” kata Hermawi, dikutip dari metrotvnews.com.

Dorongan agar hasil bimtek langsung dipakai di daerah

Ketua DPD Partai NasDem Kota Malang, Suyadi, menilai pelatihan ini penting untuk memperkuat kapasitas kader partai yang duduk di legislatif. Menurut dia, pengawalan anggaran harus dilakukan dengan kepekaan yang lebih tinggi terhadap kebutuhan warga.

“Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas anggota DPRD agar lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat dan mampu mengawal anggaran secara tepat sasaran,” ujar Suyadi.

Ia berharap pemahaman yang diperoleh selama bimtek tidak berhenti pada tataran teori. Pengawasan dan penganggaran, menurut dia, perlu benar-benar dijalankan dalam kerja dewan di daerah agar manfaatnya terasa langsung.

Kegiatan ini juga dipandang NasDem Jawa Timur sebagai bagian dari strategi penguatan kader di legislatif menjelang Pemilu 2029. Arah besarnya adalah memperkuat perolehan kursi di DPRD kabupaten/kota, provinsi, hingga DPR RI melalui kader yang lebih siap mengelola politik anggaran.

Source: javasatu.com
Exit mobile version