Arsitektur Baru Kirin Bawa Lonjakan Gaming 41% Di Huawei Mate 90 Series, Baterai Ikut Lebih Irit

Performa gaming dan efisiensi daya menjadi dua sorotan terbesar dari chipset baru yang disiapkan Huawei untuk Mate 90 Series. Perusahaan itu mengklaim lonjakan performa mentah hingga 41% dan efisiensi yang lebih baik saat chip bekerja di beban tinggi, termasuk saat rendering grafis game 3D.

Peningkatan itu datang dari Kirin generasi baru yang disebut membawa pendekatan arsitektur berbeda. Huawei menempatkan chip ini sebagai prosesor mobile pertamanya yang memakai arsitektur baru bernama LogicFolding, dengan fondasi Tao Scaling Law untuk memangkas jeda komunikasi antar komponen di dalam sirkuit.

Fokus utama ada di gaming

Untuk pengguna yang gemar bermain gim, klaim Huawei cukup agresif. Selain peningkatan performa mentah 41%, peak frequency core juga disebut naik 12,7% untuk membantu menjaga kinerja tetap stabil saat perangkat mendapat beban berat.

Dalam skenario gim kompetitif maupun game open-world yang menuntut banyak sumber daya, klaim itu diarahkan untuk membuat frame rate lebih konsisten. Penurunan FPS saat adegan intens juga disebut bisa lebih minim, sehingga pengalaman bermain diharapkan terasa lebih mulus.

Kepadatan transistor ikut melonjak

Di balik klaim performa tersebut, Huawei juga menyorot kepadatan transistor yang meningkat 53,5% dibanding generasi sebelumnya. Angka ini menjadi salah satu sinyal paling menonjol dari pendekatan chip anyar yang sedang mereka siapkan.

Kepadatan transistor yang lebih tinggi biasanya memberi ruang pemrosesan data yang lebih cepat. Pada penggunaan harian, efeknya bisa terasa saat perangkat menjalankan aplikasi berat dan melakukan multitasking secara bersamaan.

Efisiensi daya tidak ditinggalkan

Huawei tidak hanya mengejar performa, tetapi juga efisiensi energi. Perusahaan menyebut arsitektur baru ini membuat konsumsi daya lebih hemat saat chip bekerja pada beban puncak, terutama ketika menangani rendering grafis game 3D.

Jika efisiensi itu benar-benar terjaga, perangkat berpotensi tidak mudah panas saat dipakai intensif. Dampak lanjutannya, daya tahan baterai juga diharapkan lebih awet untuk pemakaian harian.

Klaim setara 3nm, tetapi bukan soal fabrikasi

Menariknya, Huawei menyebut chip Kirin baru ini punya performa yang setara proses fabrikasi 3nm. Namun, pernyataan itu belum berarti chip tersebut benar-benar dibuat di node 3nm, karena yang disorot adalah klaim performanya.

Sinyal soal lompatan ini muncul dalam keynote di ajang Phoenix Bay Area Finance Forum and Financial Summit di Shenzhen. Dalam forum tersebut, perwakilan Huawei memberi gambaran bahwa chipset anyar ini akan membawa peningkatan besar pada dapur pacu Mate 90 Series.

Masih menyimpan banyak pertanyaan

Meski sejumlah angka teknis sudah dibuka, Huawei belum mengungkap nama resmi chipset Kirin generasi baru ini. Spesifikasi lengkap yang akan dibawa ke Mate 90 Series juga belum diumumkan seluruhnya.

Yang sudah jelas, Mate 90 Series dijadwalkan meluncur pada musim gugur tahun ini, sekitar akhir tahun. Menjelang debutnya, chip baru Huawei itu tampaknya akan tetap menjadi pusat perhatian utama bagi penggemar perangkat flagship.

Baca Juga

Back to top button