Piala Dunia 2026 akan datang dengan pendekatan yang jauh lebih keras terhadap pelanggaran, protes, dan upaya memperlambat pertandingan. IFAB bersama FIFA menyiapkan serangkaian aturan baru yang dirancang agar laga berjalan lebih adil, lebih cepat, dan lebih sulit diakali.
Salah satu sorotan terbesarnya ada pada kartu merah langsung yang kini bisa menghampiri pemain karena gestur tertentu saat berkonfrontasi. Di saat yang sama, penggunaan VAR ikut diperluas, sementara FIFA juga menambahkan cooling break untuk mengantisipasi cuaca panas ekstrem di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Gestur menutup mulut ikut diawasi
Aturan yang paling menarik perhatian datang dari larangan menutup mulut dengan tangan ketika pemain sedang adu mulut. Jika gerakan itu muncul dalam situasi yang memicu kecurigaan adanya ucapan rasis, diskriminatif, atau menghina, wasit dapat langsung memberikan kartu merah.
Pierluigi Collina menegaskan bahwa gestur menutup mulut tidak menjadi masalah dalam percakapan biasa. Namun, situasinya berubah saat terjadi konfrontasi, karena gerakan itu bisa dipakai untuk menyembunyikan ucapan yang tidak pantas.
Aksi boikot juga berisiko berat
IFAB juga memperketat sanksi bagi tim yang memilih meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit. Kebijakan ini lahir setelah insiden final Piala Afrika, ketika Senegal meninggalkan lapangan saat menghadapi Maroko dan pertandingan tertunda selama 16 menit.
Dalam aturan baru, pemain yang ikut boikot dapat langsung diganjar kartu merah. Ofisial di bangku cadangan juga bisa terkena sanksi jika terbukti memicu aksi mogok, sementara tim berisiko dinyatakan kalah otomatis bila laga terhenti atau batal.
VAR diberi ruang koreksi lebih luas
Teknologi Video Assistant Referee mendapat kewenangan tambahan yang lebih tegas. Untuk pertama kalinya sejak diterapkan pada 2017, VAR bisa mengoreksi tiga situasi spesifik, yaitu kesalahan tendangan sudut, kartu kuning kedua yang keliru, dan salah identitas pemain penerima kartu.
Koreksi untuk tendangan sudut hanya boleh dilakukan jika bola belum dieksekusi. Namun, VAR tetap tidak diberi wewenang untuk mengubah keputusan goal kick yang seharusnya menjadi tendangan sudut.
Pemain yang mengulur waktu ikut diburu
IFAB menilai aturan delapan detik untuk kiper sudah cukup efektif, lalu menambah tekanan baru dengan hitungan mundur lima detik bagi pemain yang sengaja memperlambat permainan. Jika kiper melanggar, lawan akan mendapat tendangan sudut.
Aturan serupa juga berlaku pada lemparan ke dalam. Bila pemain terlalu lama, hak lemparan berpindah ke lawan, sedangkan pemain yang diganti wajib meninggalkan lapangan dalam waktu maksimal 10 detik.
Cedera di lapangan tidak lagi bebas dimanfaatkan
Pemain yang mendapat perawatan medis di lapangan akan diwajibkan keluar selama satu menit setelah permainan kembali berjalan. Aturan ini dibuat untuk menekan taktik pura-pura cedera yang kerap dipakai memutus ritme lawan atau memberi instruksi tambahan.
Ada beberapa pengecualian, termasuk cedera kiper, benturan yang melibatkan penjaga gawang, cedera kepala, dugaan gegar otak, serta cedera akibat pelanggaran berat yang berujung kartu kuning atau merah. Collina juga mengakui bahwa belum ada solusi yang disepakati semua pihak untuk mencegah kiper berpura-pura cedera.
Gol dari bola mati juga bisa dianulir
VAR kini juga dapat meninjau pelanggaran tim penyerang yang terjadi sebelum bola aktif dalam situasi tendangan bebas atau tendangan sudut. Jika pelanggaran itu terbukti berdampak langsung pada gol atau penalti, wasit bisa memerintahkan pengulangan set piece dan memberikan sanksi disiplin yang sesuai.
Langkah ini menutup celah yang selama ini membuat pelanggaran tertentu lolos karena terjadi sebelum bola hidup. Collina menilai perubahan tersebut penting agar gol tidak lahir dari situasi yang sebenarnya sudah diawali pelanggaran.
Cooling break disiapkan untuk cuaca panas
Di luar enam aturan inti itu, FIFA menyiapkan jeda pendinginan selama tiga menit pada menit ke-22 di setiap babak. Cooling break ini dipasang untuk menjaga kondisi fisik pemain di tengah potensi suhu ekstrem di tiga negara tuan rumah.
Seluruh aturan baru sudah disosialisasikan kepada pelatih dan pemain dari 48 negara peserta. Sebanyak 170 wasit juga dijadwalkan mengikuti seminar akhir persiapan di Miami agar penerapan regulasi berjalan seragam di Piala Dunia 2026.
Source: www.medcom.id




