Kontrak Fantastis Megawati ke Hyundai Hillstate, Ganda Putra RI Mulus Lolos Di Istora

Sorotan olahraga Indonesia hari ini datang dari dua arena berbeda yang sama-sama memberi kabar menggembirakan. Di Istora Gelora Bung Karno, sektor ganda putra Indonesia membuka jalan ke babak 16 besar Indonesia Open 2026, sementara nama Megawati Hangestri Pertiwi kembali menguat karena kepindahannya ke Hyundai E&C Hillstate di Korea Selatan.

Di lapangan bulutangkis, dua pasangan Indonesia tampil efektif dan menjaga peluang tuan rumah tetap hidup. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin serta Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani sama-sama memastikan tiket ke fase berikutnya, sehingga asa Indonesia di sektor ganda putra tetap terjaga.

Raymond dan Joaquin menjadi pasangan yang paling mencuri perhatian lewat kemenangan telak atas wakil Jepang, Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi. Mereka menutup laga dengan skor 21-9, 21-13 setelah menguasai permainan sejak awal dan tidak memberi banyak ruang bagi lawan.

Cara bermain mereka terlihat agresif dan efisien sepanjang pertandingan. Tempo dijaga, tekanan terus diberikan, dan kesalahan sendiri bisa ditekan sehingga jalannya laga berlangsung relatif nyaman bagi pasangan muda Indonesia itu.

Megawati tetap jadi magnet perhatian

Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju pada Megawati Hangestri Pertiwi yang mengambil panggung baru bersama Hyundai E&C Hillstate. Kepindahan itu disebut membawa nilai kontrak mencapai US$170.000 atau sekitar Rp2,97 miliar per musim.

Angka tersebut kembali menegaskan besarnya sorotan yang mengikuti pevoli asal Jember itu setiap kali naik ke level kompetisi yang lebih tinggi. Megawati memang sudah lama berada di pusat perhatian berkat performa dan konsistensinya di lapangan.

Atlet kelahiran 20 September 1999 itu tumbuh di Jember, Jawa Timur, dan sudah menaruh minat besar pada bola voli sejak usia muda. Dengan tinggi sekitar 185 sentimeter, ia berperan sebagai opposite hitter yang dikenal punya serangan tajam dan kemampuan mencetak poin secara konsisten.

Karakter permainan itu membuat namanya terus menonjol di panggung internasional. Tidak mengherankan jika ia tetap disebut sebagai salah satu atlet voli putri Indonesia yang paling berpengaruh saat ini.

Reputasi yang dibangun dari performa

Popularitas Megawati juga terbentuk dari citra kuat yang melekat pada dirinya. Julukan “Megatron” menjadi yang paling dikenal dan mencerminkan gaya bermainnya yang keras serta perannya sebagai mesin poin bagi tim.

Sebelum bergabung dengan Hyundai E&C Hillstate, Megawati sempat tampil gemilang bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks. Kiprah itu ikut memperkuat reputasinya sebagai pemain yang mampu tampil stabil di kompetisi internasional.

Kini, tantangan baru menantinya di salah satu klub kuat Korea Selatan tersebut. Kehadirannya kembali dianggap sebagai daya tarik besar bagi pencinta voli Asia yang menanti kiprah berikutnya di lapangan.

Sorotan terhadap Megawati juga tidak lepas dari kombinasi prestasi, identitas permainan, dan pengaruhnya di luar Indonesia. Media serta pendukung internasional bahkan memberi sejumlah julukan lain yang semakin menegaskan kesan bahwa ia memiliki gaya bermain yang unik dan berbahaya bagi lawan.

Sementara itu, hasil di Istora menunjukkan bahwa bulutangkis Indonesia juga masih punya pijakan kuat di sektor ganda putra. Kehadiran Raymond/Nikolaus dan Sabar/Reza di babak 16 besar membuat tuan rumah tetap memiliki wakil yang bisa diandalkan dalam persaingan berikutnya.

Dua kabar ini datang dari cabang yang berbeda, tetapi sama-sama memperlihatkan wajah olahraga Indonesia yang masih hidup oleh prestasi. Di satu arena, Megawati membawa nama Merah Putih ke panggung voli Korea Selatan, sedangkan di arena lain ganda putra menjaga harapan tuan rumah di turnamen bulutangkis paling bergengsi di tanah air.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button